Densus Sita 500 Kotak Amal dari Rumah Terduga Teroris di Sumut

Syahrul Ansyari, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Sekitar 500-an kotak amal disita petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dari sebuah rumah yang dihuni terduga teroris di Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Kurang lebih ada 500 kotak amal diamankan teman-teman Densus," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, kepada wartawan di Medan, Jumat malam, 26 Maret 2021.

Hadi enggan membeberkan untuk apa kotak amal tersebut digunakan terduga teroris. Namun, ia menjelaskan yang berwewenang memberikan keterangan tersebut adalah Densus 88 Antiteror.

"Terkait untuk apa nanti Densus 88 yang akan menyampaikan. Mereka masih terus di lapangan mengejar kotak amal yang metodenya sama," kata Hadi.

Selain ratusan kotak amal, Hadi mengungkapkan Densus 88 Antiteror juga menyita sejumlah barang bukti lainnya seperti brosur, stiker, dan beberapa lembar pakaian.

Baca juga: 31 Kotak Amal Disita Densus 88 Tersebar di Tempat-tempat Umum

Jaringan terduga teroris di Sumut dinilai terstruktur sehingga ada tim atau pihak-pihak yang mengumpulkan dana melalui kotak amal tersebut. Diduga untuk pembiayaan segala kegiatan mereka.

"Digunakan (baju) para terduga teroris untuk menarik atau mengumpulkan kotak-kotak amal yang sudah terisi. Mereka ambil lagi dengan menggunakan seragam itu," tutur Hadi.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap 18 orang terduga teroris dari Kota Medan, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Labuhan Batu, Kota Padang Sidempuan dan Kabupaten Deli Serdang.

"Ya betul, Densus 88 Anti Teror Mabes Polri mengamankan 18 orang terduga teroris," kata Hadi.

Hadi mengatakan penangkapan dilakukan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, sejak Jumat, 19 Maret 2021, sebanyak 8 orang. Kemudian, dilakukan pengembangan dan menangkap kembali terduga teroris pada Minggu, 21 Maret 2021, sebanyak 3 orang.

"Hari Senin, 22 Maret 2021, kembali diamankan sebanyak 7 orang dan totalnya 18 orang," tutur perwira melati tiga itu.