Densus Tangkap 53 Terduga Teroris yang Akan Beraksi pada HUT ke-76 RI

·Bacaan 2 menit
Polisi bersenjata lengkap mengawal sejumlah terduga teroris untuk dihadirkan dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5/2019). Sepanjang bulan Mei 2019, tim Densus 88 Antiteror telah menangkap sebanyak 29 terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Densus 88 Antiteror telah menangkap 53 orang terduga teroris selama periode menjelang hari perayaan kemerdekaan RI ke-76. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, para terduga teroris itu hendak memanfaatkan momentum hari ulang tahun kemerdekaan RI dengan melancarkan aksi terorisme.

"Jadi ini menggunakan momen 17 Agustus hari kemerdekaan. Ini tersebar di sejumlah provinsi," ujar Argo lewat keterangan pers secara daring, Jumat (20/8/2021).

Menurut Argo, dalam penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Adapun barang bukti tersebut berupa buku-buku.

Argo menyebut rencana teror tersebut berhasil digagalkan. Pihaknya mengaku telah menangkap para terduga teroris itu sejak 12 Agustus hingga 17 Agustus 2021.

"Sebelumnya sudah kita lakukan penangkapan atau pengamanan terhadap beberapa orang, 53 orang yang tersebar di 11 provinsi yang dimulai tanggal 12 Agustus sampai 17 Agustus," katanya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

123 Anggota JI Ditangkap

Sementara itu, Kabag Bantuan Operasi Densus 88 Kombes Aswin Siregar menuturkan, Densus telah mengamankan ratusan terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) sepanjang 2019 hingga 2020. Total yang sudah diamankan sebanyak 123 orang.

"Jadi ini mengingatkan kita sebenarnya jumlah penangkapan Jamaah Islamiyah dari 2019 sampai 2021 itu sudah sangat banyak. Tahun 2019 ada 25 orang, tahun 2020 ada 64 orang dan sekarang sampai dengan Agustus saja sudah 123 orang," kata Aswin saat konpers secara virtual di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (20/8/2021).

Meski sudah ratusan orang jaringan JI yang telah diamankan, kelompok mereka dianggapnya sangat lihai dalam menyesuaikan kondisi atau keadaan yang ada.

"Mungkin ikut berpolitik juga menyusup ke dalam masyarakat, kemudian menggunakan cara-cara yang terlihat damai dan aman seperti menggunakan kotak amal, menggunakan tabligh untuk kumpulkan dana dan sebagainaya," jelasnya.

Ia menegaskan, harus tetap selalu waspada walaupun sudah ratusan terduga teroris jaringan JI yang sudah diamankannya itu.

"Kita harus tetap waspada dan tetap istilahnya menjaga kemananan di wilayah kita masing-masing," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel