Denzel Washington Ultah ke-66, Ini 6 Film Terbaik dari Sang Aktor Peraih 2 Piala Oscar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Denzel Washington, salah satu aktor paling disegani di belantara Hollywood yang sumpek. Berkarier sejak dekade 1970-an, sang aktor telah membintangi sekitar 60 film, serial televisi, dan FTV.

Kiprahnya di dunia seni peran dimulai lewat FTV Wilma, karya sineas Bud Greenspan (1977). Empat tahun kemudian, Denzel Washington debut di layar lebar dalam Carbon Copy.

Hingga kini, Denzel Washington mengoleksi dua Piala Oscar. Merayakan ulang tahun sang aktor yang jatuh pada 28 Desember, Showbiz Liputan6.com merangkum 6 film terbaiknya.

1. Cry Freedom (1987)

Denzel Washington dalam Cry Freedom. (Foto: Dok. Universal Pictures/ IMDb)
Denzel Washington dalam Cry Freedom. (Foto: Dok. Universal Pictures/ IMDb)

Berlatar Afrika Selatan pada pengujung 1970-an, Cry Freedom memotret politik apartheid (pembedaan warna kulit) dan sejumlah kemelut yang menyertainya termasuk kekerasan dan suburnya korupsi.

Denzel Washington memerankan aktivis Steve Biko. Diangkat dari buku karya Donald Wood, Cry Freedom mengantar Denzel Washington meraih nominasi pertama Oscar untuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

2. Glory (1989)

Denzel Washington dalam Glory. (Foto: TriStar Pictures/ IMDb)
Denzel Washington dalam Glory. (Foto: TriStar Pictures/ IMDb)

Cry Freedom pemanasan bagi Denzel Washington karena dua tahun setelahnya, ia tampil penuh impresi sebagai Private Trip dalam Glory. Film ini menang 3 Piala Oscar termasuk Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Denzel Washington.

Glory mengisahkan resimen Afrika-Amerika pertama Angkatan Darat dalam Perang Saudara Amerika. “Lewat Glory, ia membuka jalan karier menuju layar lebar,” tulis The New York Times merespons performa Denzel Washington.

3. Malcolm X (1992)

Denzel Washington dalam Malcolm X. (Foto: Dok. Largo International NV/ IMDb)
Denzel Washington dalam Malcolm X. (Foto: Dok. Largo International NV/ IMDb)

Salah satu biografi paling komplet di perfilman Hollywood. Spike Lee membingkai perjalanan karier Malcolm X yang bersinggungan dengan kriminal, penahanan, perpindahan ke Islam, hingga tewas pada 21 Februari 1965.

Denzel Washington menjelma Malcolm X tanpa pakai prostetis atau mengubah bentuk fisik. Peran ini seolah ditakdirkan untuknya. Hasilnya, ia dinominasikan untuk Pemeran Utama Pria Terbaik di Oscars 1993.

4. The Hurricane (1999)

Denzel Washington dalam The Hurricane. (Foto: Dok. Azoff Entertainment/ IMDb)
Denzel Washington dalam The Hurricane. (Foto: Dok. Azoff Entertainment/ IMDb)

Memerankan tokoh nyata konon salah satu resep dilirik komite Oscars. Setidaknya, ini terjadi dalam karier Denzel Washington. Setelah Steve Biko dan Malcolm X, ia menjadi petinju Rubin Carter yang dibawa ke muka hakim gara-gara tiga kasus pembunuhan.

Sineas Norman Jewison memoles akting Denzel Washington hingga mengilap. Diganjar Golden Globes untuk Pemeran Utama Pria Terbaik (Drama), langkah Denzel meraih Piala Oscar kedua dijegal Kevin Spacey yang tampil ciamik di American Beauty.

5. Training Day (2002)

Denzel Washington dalam Training Day. (Foto: Warner Bros./ IMDb)
Denzel Washington dalam Training Day. (Foto: Warner Bros./ IMDb)

Salah satu kemenangan paling mengejutkan dalam sejarah Oscars. Kalah di Golden Globes, SAG Awards, dan diabaikan BAFTA, Denzel Washington menang Oscar Pemeran Utama Pria Terbaik. Dalam Training Day ia menjadi Sersan Alonzo Harris.

Sejumlah kritikus menyebut Training Day hanya unggul oleh permainan dua aktor utamanya. Situs Rotten Tomatoes menyebut, “Akhir film ini kurang memuaskan tapi performa Denzel menyadarkan kita mengapa ia disebut aktor hebat.”

6. Fences (2017)

Denzel Washington dalam Fences. (Foto: Paramount Pictures/ IMDb)
Denzel Washington dalam Fences. (Foto: Paramount Pictures/ IMDb)

Chemistry Denzel Washington dan Viola Davis dalam Fences adalah magnet kuat yang menarik penonton masuk ke dalam kisah ini. Karakter Troy Maxson mengantar Denzel menggenggam piala SAG Awards pertama dan nomine Oscar ketujuh.

Kritikus Ty Burr yang menulis untuk Boston Globe mengulas, “Anda tidak akan beroleh inovasi sinematik dalam, Fences, melainkan pertunjukan keaktoran di level raksasa dalam drama yang tak terkira sebagai gantinya.” Wow!