Departemen Kehakiman AS Selidiki Sony Soal Dugaan Monopoli Anime

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Sony berencana menggabungkan Crunchyroll dan Funimation dalam layanan streaming. Namun, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merasa khawatir akan terjadi monopoli anime atas kesepakatan tersebut.

Seperti diketahui, Sony telah mengakuisisi Crunchyroll pada 2020. Departemen Kehakiman AS memperpanjang peninjauan antirust-nya atas pembelian yang dilakukan Sony senilai Rp 16,9 triliun menjadi penyelidikan penuh.

Departemen kehakiman itu berfokus pada apakah kesepakatan tersebut membatasi pilihan studio Jepang yang mencari lisensi acara di AS. Demikian menurut sumber The Information.

"WarnerMedia dan Sony telah memberi tahu Departemen Kehakiman bahwa Crunchyroll dan kerajaan anime Sony yang sedang berkembang hanyalah dua dari banyak pilihan yang dimiliki pembuat anime untuk mendistribusikan pertunjukan mereka di luar Jepang," tulis The Information, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (26/3/2021).

Mengontrol Funimation dan Crunchyroll berarti satu hal dalam konteks layanan streaming anime di AS. Tetapi khawatir semua dilakukan seperti Crunchyroll, meliputi penerbitan manga dan konvensi anime, dan perusahaan anime internasional yang sudah dibeli Sony di Australia dan Prancis.

Dengan begitu, perusahaan dapat memiliki kendali yang sangat besar atas seluruh industri anime.

Funimation dan Crunchyroll Jadi Layanan Streaming Anime Terbesar

Mengacu informasi yang dimiliki The Verge pada 2019, Funimation dan Crunchyroll sudah menjadi dua layanan anime streaming terbesar di luar Jepang.

Sementara pemain besar seperti Amazon, Netflix, dan bahkan HBO Max yang lebih baru telah meningkatkan penawaran mereka dengan anime juga.

Jika Departemen Kehakiman AS tidak memblokir kesepakatan Sony dan berhasil menggabungkan Crunchyroll dan Funimation, Sony dapat dengan mudah menjadi penyedia streaming anime terbaik.

Layanan Streaming Funimation

Pengguna Nintendo Switch di Inggris sekarang dapat men-download aplikasi streaming baru di konsol mereka.

Dikutip dari Tech Radar, Funimation telah dapat digunakan oleh pengguna di Inggris, meski yang diharapkan sebagian besar orang adalah layanan Netflix dan sejenisnya.

Aplikasi ini memiliki antarmuka baru yang dirancang untuk kemudahan penggunaan dalam mode dock dan portabel Nintendo Switch.

Pengguna Inggris dapat memilih uji coba gratis selama 14 hari, tetapi dapat berlangganan Funimation Premium Plus seharga Rp 98 ribu sebulan yang mencakup streaming bebas iklan.

Selain itu juga dapat akses ke subtitle dan dubbing anime, lima streaming simultan, dan dukungan mengunduh episode untuk ditonton secara offline di perangkat iOS dan Android.