Depresi Hingga Berakhir Bunuh Diri, ini 5 Fakta Dunia Hiburan Korea yang Mencengangkan!

Dewi Puri

Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Korea Selatan, artis Cha In Ha dikabarkan meninggal dunia pada Selasa 3 Desember 2019 kemarin.

Kabar tersebut sontak saja mengejutkan banyak pihak. Pasalnya anggota boyband Surprise U ini tengah membintangi serial televisi berjudul “People With Flaws” yang kini tengah tayang di MBC.

Namun hingga kini belum diketahui penyebab kematian artis berusia 27 tahun tersebut.

Kabar meninggal dunia para artis Korea memang terus mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, dalam satu tahun ini, diketahui sudah empat seleb Korea yang meninggal dunia karena berbagai alasan. Salah satunya adalah bunuh diri, seperti yang dialami oleh Sulli eks f(x).

Tak sedikit orang yang penasaran, apa sih yang menjadi penyebab para idolanya nekat mengakhiri hidupnya. Diketahui kalau mereka ternyata mengidap depresi karena berbagai tekanan yang harus ia terima.

Tekanan di pekerjaan, umumnya menjadi salah satu penyebab yang membuat para idol mengalami depresi.

Hal tersebut terbongkar sejak artis pendatang baru Jang Ja Yeon nekat bunuh diri karena dipaksa untuk melayani nafsu seks para petinggi Korea untuk melancarkan karirnya di dunia hiburan.

Lika-liku industri dunia hiburan Korea Selatan pun terus menjadi sorotan publik. Seperti yang dilansir dari beberapa sumber, ternyata ini lho lima fakta mencengangkan di balik glamornya dunia hiburan Korea Selatan.

Apa saja itu? Langsung simak aja ulasannya di bawah ini:

Jam kerja yang sangat sibuk

Artis Korea kerja hingga 20 jam per hari (Instagram).

Saat menjadi artis Korea terlebih jika namanya sudah sangat terkenal, maka mereka akan dihadapkan dengan segudang jadwal pekerjaan yang super sibuk.

Mereka bahkan rata-rata kerja setiap harinya sampai 20 jam dan hanya memiliki waktu beberapa jam untuk istirahat. Mirisnya, kesibukan tersebut ternyata dialami setiap hari.

Harus tetap tampil maksimal walaupun sedang sakit

Artis Korea harus tetap tampil maksimal setiap hari (Instagram).

Menjadi seorang idol di Korea Selatan, maka mereka harus selalu tampil prima di berbagai kondisi. Sekalipun sedang dalam keadaan tidak sehat.

Bahkan diketahui kalau Amber member f(x) tetap harus tampil maksimal di sebuah acara, ia juga tetap menari meski saat itu pergelangan kakinya sedang sakit parah.

Penggemar sejati yang fanatik

Artis Korea selalu memiliki penggemar yang fanatik (Instagram).

Sudah bukan rahasia lagi kalau para penggemar K-Pop dikenal sangat fanatik. Mereka bahkan bisa nekat melakukan segala macam cara untuk bisa berhubungan langsung dengan idolanya.

Gak main-main, aksi yang mereka lakukan bahkan bisa sangat ekstrim lho. Seperti ada yang memasang kamera pengintai di rumah sang idola, bahkan ada yang menulis surat cinta dengan darah menstruasi. Duh, serem banget!

Aksi anti fans yang sangat mengerikan

Mendiang Goo Hara semasa hidup (Instagram).

Bukan hanya penggemar sejati yang dikenal fanatik, para anti fans pun juga sangat mengerikan. Mereka tak akan segan melontarkan kata kasar dan aksi nekat kepada artis yang tidak ia sukai.

Mereka bisa melakukan berbagai cara untuk menunjukkan ketidaksukaannya kepada sang artis. Seperti mengirim karangan bunga yang melambangkan kematian hingga mengajukan petisi agar si artis melakukan bunuh diri.

Menjadi budak kontrak kerja

Para idol Korea seringkali menjadi budak kerja (Instagram).

Seperti yang diketahui, kalau para idol Korea harus melakukan serangkaian training sebelum debut menjadi idola. Bukan satu atau bulan, melainkan bisa menghabiskan waktu selama bertahun-tahun.

Mereka bahkan harus melakukan hal yang sama persis seperti yang tertulis di dalam kontrak selama belasan tahun. Mirisnya, ada yang meleset dari tahun kontrak.

Gak cuma itu, bahkan tak sedikit para idola yang di gaji dengan jumlah rendah meski sudah menjadi artis terkenal.

Itu dia beberapa fakta dunia hiburan Korea Selatan yang sangat mencengangkan. Hal tersebut itulah yang dikabarkan menjadi salah satu penyebab banyak artis Korea yang depresi hingga akhirnya nekat bunuh diri. (Editor: Winda Destiana Putri).