Deputi BNNP tinjau potensi perikanan pulau terluar Papua Barat

·Bacaan 1 menit

Deputi Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kemendagri Paulus Waterpauw meninjau potensi perikanan di Pulau Fani Raja Ampat, Papua Barat, yang merupakan pulau terluar perbatasan Indonesia dan Negara Palau, Jumat.

Mengunjungi pulau terluar di Distrik Ayau Kabupaten Raja Ampat itu, Paulus Waterpauw didampingi Asisten Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Laut Sriyanto.

Rombongan mantan Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Polri itu disambut Letnan Supriadi dari TNI Angkatan Laut bersama anggotanya yang bertugas menjaga pulau terluar berbatasan langsung dengan negara Palau tersebut.

Baca juga: Masyarakat sambut Paulus Waterpauw minta kesediaan jadi plt gubernur

Berdialog dengan Prajurit TNI AL, Paulus Waterpauw menanyakan berbagai hal yang telah dilakukan dan menggali informasi terkait potensi kelautan di Pulau Fani.

Dialog berlangsung hangat dan penuh keakraban, di mana Paulus Waterpauw dengan gayanya yang khas memberikan semangat prajurit TNI AL yang setia menjaga pulau terluar.

Baca juga: BNPP: TNI-Polri tutup jalur tradisional RI-PNG terkait Omicron
Baca juga: Deputi BNPP Kemendagri tinjau pengolahan sagu di Skouw

“Saya Asisten Dua BNPP dan Perwakilan Daerah Papua Barat, kita datang ke Pulau Fani ini banyak menemukan kendala dan hambatan. Kami sudah mencatat karena tugas kami belanja masalah. Kami akan kembali dan berkoordinasi dengan kementerian terkait,” ujarnya.

Paulus Waterpauw berpesan kepada prajurit penjaga pulau terluar perbatasan agar tetap menjaga kesehatan dan tetap semangat.

“Tetap semangat, kuat, jaga kesatuan, dan persatuan. Tunjukkan bahwa pemerintah itu hadir bagi masyarakat di pulau terluar," tambah dia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel