Derby d'Italia, Sebutan Duel untuk Tim yang Belum Terdegradasi?

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 1 menit

VIVA – Laga panas bakal tersaji dalam lanjutan Serie A, Senin dini hari WIB, 18 Januari 2021. Dua rival bebuyutan, Inter Milan dan Juventus bentrok di Giuseppe Meazza. Laga ini kerap disebut Derby d’Italia.

Lazimnya, duel antara rival sekota yang mendapat sebutan derby. Namun, Juventus dan Inter bukanlah rival sekota. Juve berbasis di Turin, sedangkan Inter adalah tim asal Kota Milan.

Ada yang menyebut duel Inter vs Juventus tak lagi layak disebut Derby d'Italia. Sebab, laga ini sejatinya adalah sebutan untuk dua tim yang belum pernah terdegradasi. Benarkah demikian?

Istilah Derby d'Italia pertama kali diperkenalkan oleh jurnalis Italia terkenal, Gianni Brera pada 1967. Istilah ini didasarkan pada persaingan sengit antara kedua tim bahkan atmosfirnya mirip dengan derby.

Sebelumnya Juventus dan Inter adalah pengoleksi gelar Serie A terbanyak. Namun pada rentang 1994 hingga 2009 Scudetto AC Milan justru lebih banyak dari Inter.

Kontroversi lainnya adalah terkait duel antara dua tim yang belum pernah terdegradasi. Ini hanya berlaku sampai tahun 2005. Sebab kini Inter menjadi satu-satunya tim Italia yang belum pernah terdegradasi sejak Juventus turun kasta ke Serie B setelah Calciopoli pada 2006.

Namun, ternyata duel antara dua tim yang belum pernah terdegradasi bukanlah penyebab sebutan Derby d'Italia. Saat pertama kali istilah ini diperkenalkan pada 1967 ada 4 tim yang belum degradasi yakni Bologna, Inter Milan, Juventus, dan AC Milan. Bologna akhirnya terdegradasi pada 1982, Juventus pada 2006, dan Milan pada 1980.

Jadi, istilah Derby d'Italia bukanlah mengenai dua tim tersukses atau tim yang belum pernah terdegradasi. Persaingan dan juga atmosfir yang mirip dengan derby adalah hal yang menyebabkan muncul istilah ini.