Deretan Aksi Teror ke Polri, Bom Bunuh Diri hingga Serang Mabes

Bayu Nugraha
·Bacaan 3 menit

VIVA – Aksi penyerangan di Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret kemarin menggemparkan publik. Seorang perempuan bernama Zakiah Aini, tiba-tiba mendatangi kompleks Mabes Polri dan melakukan penembakan terhadap anggota Polri. Polisi pun berhasil melumpuhkan Zakiah dengan menembakan di bagian jantung yang membuat Zakiah tewas di tempat.

Aksi penyerangan ke Markas Polisi yang dilakukan Zakiah bukanlah yang pertama. Ada beberapa peristiwa penyerangan lainnya ke Markas Polisi baik tingkat Polsek hingga Polda.

Berikut deretan penyerangan terhadap Markas Polisi yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia:

1. Bom Bunuh Diri di Polresta Medan

November 2019, aksi bom bunuh diri di Polresta Medan, Sumatera Utara menggegerkan pagi itu. Sekitar pukul 08.45 WIB, pelaku bom bunuh diri diketahui menggunakan atribut ojek online masuk ke area Polrestabes dan tiba-tiba meledakan diri.

Pelaku berinisial RMN berusia 24 tahun dan merupakan warga Jalan Jangka, Kota Medan, Sumatera Utara. Diduga pelaku masuk dalam jaringan lone wolf yang melakukan aksi dengan serangan tunggal.

Polisi sempat mengungkapkan bagaimana pelaku bisa masuk area Polrestabes Medan. Pelaku sempat diperiksa oleh petugas piket saat akan masuk. Dia mengaku kepada petugas akan mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai syarat masuk CPNS.

Pelaku masuk bersama masyarakat secara berbondong-bondong. Terduga pelaku saat itu kembali ditegur dan diminta membuka jaket ojek online yang dipakainya.

Bahkan saat itu petugas juga melakukan pemeriksaan terduga pelaku yang memakai penutup muka (sebo). Kemudian, RMN langsung masuk, dia mengambil arah dan berbaur dengan warga yang mengurus SKCK. Seketika ledakan terjadi di area depan kantin.

2. Bom Bunuh Diri di Polrestabes Surabaya

Aksi penyerangan bom bunuh diri juga pernah terjadi di depan Markas Polrestabes Surabaya. Kejadian tersebut terjadi pada Senin, 14 Mei 2018 pukul -08.50 WIB.

Kapolri pada saat itu, Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan para pelaku serangan bom bunuh diri di depan Markas Polrestabes Surabaya pagi tadi ternyata masih satu keluarga. Mereka berjumlah lima orang dengan membawa dua sepeda motor dan bom peledak.

Dalam peristiwa ini, empat pelaku meninggal dunia dan satu orang lainnya yang merupakan anak-anak selamat. Selain itu, beberapa polisi dan warga mengalami luka-luka.

3. Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

Aksi penyerangan ke kantor Polisi kali ini terjadi di Rutan Markas Komando Brigade Mobil atau Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Kejadian ini terjadi pada 8 Mei 2018.

Kerusuhan diduga terjadi akibat cekcok antara petugas lapas dengan napi di salah satu sel. Rutan pun sempat dikuasai oleh para napi yang terdiri dari sejumlah napi teroris. Bahkan, insiden ini memakan waktu hingga beberapa jam sebelum kondisi kembali kondusif.

Kejadian yang melibatkan petugas dan narapidana ini mengakibatkan enam orang tewas yang terdiri dari lima anggota Polri dan satu orang narapidana teroris.

4. Penyerangan Polda Riau

Aksi penyerangan terduga teroris juga pernah terjadi di Polda Riau pada Rabu pagi, 16 Mei 2018. Sebuah mobil Avanza berwana putih menabrak pintu keluar Markas Polda Riau.

Akibat kejadian penyerangan itu, empat orang pelaku tewas karena ditembak dan satu orang anggota polisi meninggal karena ditabrak. Sementara itu, dua wartawan mengalami luka-luka. Serangan tersebut dilakukan pelaku yang diduga merupakan anggota Negara Islam Indonesia (NII).

Pelaku yang berupaya menyerang Mapolda Riau itu sempat keluar dengan mengacungkan samurai sambil berteriak.

5. Penyerangan Mabes Polri

Terbaru, aksi penyerangan terduga terorisme terjadi di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atau Mabes Polri. Aksi penyerangan ini dilakukan seorang perempuan bernama Zakiah Aini.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, penyerangan terjadi sekira pukul 16.30 WIB, Rabu, 31 Maret. Saat itu seorang wanita berjalan masuk dari pintu belakang Mabes Polri, kemudian mengarah ke pos gerbang utama.

“Yang bersangkutan kemudian menanyakan, di mana keberadaan kantor pos dan kemudian diberikan pelayanan oleh anggota dan kemudian ditunjukkan arah kantor pos tersebut,” ujar Listyo Sigit.

Setelahnya pelaku meninggalkan pos, namun kemudian kembali dan melakukan penyerangan terhadap anggota yang ada di pos jaga dengan mengeluarkan 6 kali tembakan.

“2 kali kepada anggota yang di dalam pos, 2 kali yang ada di luar, dan menembak lagi kepada anggota yang di belakangnya,” ujarnya.

Setelahnya, lanjut Kapolri, anggotanya mengambil tindakan tegas terukur terhadap pelaku hingga tewas.

Baca juga: Dalam Pesan ke Kakak, Zakiah Aini Minta Tidak Membanggakan Ahok