Deretan Alasan Singapura Lockdown Lagi, Salah Satunya Klaster Karaoke

·Bacaan 2 menit

VIVASingapura lockdown lagi selama satu bulan ke depan setelah tiga minggu lalu mengumumkan negaranya akan `berdamai` dengan COVID-19.

Pasalnya, salah satu negara di Asia Tenggara itu mencatat jumlah kasus COVID-19 tertinggi dalam 11 bulan belakangan. Diketahui, peningkatan kasus tersebut terjadi karena adanya sejumlah klaster baru.

Kebijakan Singapura untuk kembali lockdown ini merupakan kemunduran bagi negara tersebut yang sebelumnya berambisi untuk bisa segera berdamai dengan virus Corona dan menganggapnya seperti endemik.

Tak hanya itu, meski vaksinasi masih gencar-gencarnya dilakukan oleh pemerintah, ternyata jumlah penduduk yang sudah divaksin masih belum cukup untuk mengambil langkah selanjutnya untuk benar-benar bisa berdamai dengan pandemi.

Sejauh ini, sebanyak 46 persen dari total populasi Singapura, yakni 5,5 juta penduduk, telah mendapatkan dua dosis vaksin Corona. Sementara itu, sebanyak 73 persen penduduk baru mendapatkan satu dosis vaksin.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini deretan alasan mengapa Singapura lockdown lagi.

  1. Kasus COVID-19 melonjak

Dalam waktu sepekan, Singapura melaporkan sebanyak 480 kasus infeksi baru. Angka tersebut telah melampaui total jumlah kasus infeksi yang dilaporkan pada bulan sebelumnya.

Karenanya, Pemerintah Singapura memutuskan untuk kembali menerapkan kebijakan pembatasan ketat. Selama lockdown, warga dilarang untuk makan langsung di restoran. Selain itu, Pemerintah juga akan menutup tempat indoor seperti gym dan membatasi pertemuan kelompok dengan batas maksimal dua orang.

  1. Klaster KTV

Klaster baru yang menyebabkan Singapura harus menerapkan kembali kebijakan lockdown adalah klaster KTV atau karaoke television. Menurut laporan, klaster ini telah menyumbang sebanyak 192 kasus baru.

Bahkan, angka tersebut bisa saja meningkat dalam beberapa waktu ke depan. Saat ini, Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, tengah menginvestigasi kasus infeksi di bar, lounge, dan KTV.

Investigasi tersebut dilakukan dengan melacak orang-orang yang sempat melakukan kontak atau interaksi langsung dengan para hostess.

Salah satu penyebab munculnya klaster KTV ini diduga karena kebanyakan karaoke lounge tersebut hanya memiliki ruangan sempit. Akibatnya, sirkulasi udara di ruangan menjadi tidak lancar.

  1. Klaster pelabuhan perikanan

Meski jumlah kasus baru di Singapura didominasi oleh klaster karaoke, klaster pelabuhan perikanan juga menjadi klaster baru di balik kebijakan pembatasan ketat di Singapura.

Per Senin (19/7/2021) lalu, sebanyak 106 kasus infeksi COVID-19 baru berasal dari klaster pelabuhan perikanan ini. Diduga, munculnya klaster ini disebabkan oleh longgarnya protokol kesehatan di area sekitar pelabuhan.

Beberapa di antaranya adalah penggunaan masker yang masih salah, menggunakan masker yang sama berkali-kali, menggunakan masker basah, dan kurangnya perhatian penduduk sekitar untuk rutin mencuci tangan serta tidak menyentuh area wajah.

Akibat dari kedua klaster baru tersebut dan abainya protokol kesehatan di sejumlah area, Singapura lockdown lagi dan menerapkan kebijakan pembatasan dengan ketat mulai Kamis (22//7/2021) besok hingga 18 Agustus mendatang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel