Deretan Bek Asal Afrika di Liga Inggris Sebelum Kedatangan Kalidou Koulibaly, Bagaimana Rapornya?

Bola.com, Jakarta - Chelsea secara resmi memperkenalkan rekrutan kedua mereka di musim panas 2022 ini. Adalah bek tangguh berdarah Senegal, Kalidou Koulibaly yang sukses digaet The Blues dari Napoli.

Pengumuman ini disampaikan Chelsea ke publik pada Rabu (13/7/2022) lalu. Pemain berusia 31 tahun tersebut ditebus dengan mahar 40 juta euro dari raksasa Serie A tersebut.

Perekrutan Kalidou Koulibaly sekaligus merupakan pembelian kedua yang dilakukan Chelsea musim ini. Sebelumnya, mereka berhasil mengamankan tanda tangan Raheem Sterling dari Manchester City.

Kedatangan Koulibaly ke Stamford Bridge diyakini bakal menambal lubang di pertahanan Chelsea. Maklum, di musim panas ini tim asal London Barat itu ditinggal dua bek tengah mereka, Antonio Rudiger dan Andreas Christensen yang sama-sama memutuskan hijrah ke Spanyol.

Bukan yang Pertama

<p>Ilustrasi - Kalidou Koulibaly, Chelsea dan Napoli (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Ilustrasi - Kalidou Koulibaly, Chelsea dan Napoli (Bola.com/Adreanus Titus)

Ini bukan kali pertama sebuah klub asal Inggris menggaet bek berdarah Afrika. Beberapa pemain bertahan asal Afrika sudah banyak yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris.

Pemain berdarah Afrika menjadi salah satu solusi untuk dapat mengikuti tren sepak bola Inggris yang keras. Pemain berdarah Afrika dinilai lebih kuat secara fisik maupun stamina sehingga dinilai cocok untuk Premier League.

Lalu bagaimana kiprah para bek Afrika di Premier League? Berikut sepak terjang mereka:

Joel Matip

Joel Matip mampu membuktikan bahwa dirinya layak sebagai bek tengah di Liverpool berpasangan dengan Virgil van Dijk. Ia bukan hanya pemain yang dominan secara fisik yang pandai dalam duel udara dan membaca permainan, tetapi juga sangat baik dalam ball progression. (AFP/Justin Tallis)
Joel Matip mampu membuktikan bahwa dirinya layak sebagai bek tengah di Liverpool berpasangan dengan Virgil van Dijk. Ia bukan hanya pemain yang dominan secara fisik yang pandai dalam duel udara dan membaca permainan, tetapi juga sangat baik dalam ball progression. (AFP/Justin Tallis)

Matip merupakan pemain asal Kamerun yang menjadi andalan Liverpool selama berada di bawah asuhan Jurgen Klopp. Semenjak didatangkan dari Schalke, ia ditandemkan dengan Virgil van Dijk di jantung pertahanan Liverpool.

Keputusan Klopp memasang Matip sebagai tandem utama Van Dijk cukup masuk akal. Sang bek memiliki kecepatan dan teknik yang bagus sehingga ia bisa melengkapi kekurangan Van Dijk di jantung pertahanan The Reds.

Karier Matip di Liverpool tergolong cukup bagus. Meski beberapa kali cedera, ia berhasil tampil sebanyak 126 pertandingan dengan 8 gol dan 5 assist. Kecemerlangannya sukses mengantarkan Liverpool menjuarai Premier League pada tahun 2020 dan Champions League saat musim 2018/2019.

Erick Bailly

Eric Bailly - Bek Manchester United ini juga ikut berpartisipasi dalam gelaran Piala Afrika 2021. Eric Bailly yang akan membela Pantai Gading. (AFP/Pool/Carl Recine)
Eric Bailly - Bek Manchester United ini juga ikut berpartisipasi dalam gelaran Piala Afrika 2021. Eric Bailly yang akan membela Pantai Gading. (AFP/Pool/Carl Recine)

Eric Bailly merupakan bek tengah Manchester United berkebangsaan Pantai Gading. Ia didatangkan ke Old Trafford dengan biaya 30 juta poundsterling oleh Jose Mourinho pada tahun 2016 silam.

Di musim perdananya, Bailly langsung menjadi andalan manajer Setan Merah saat itu, Jose Mourinho. Ini disebabkan sang bek tampil dengan sangat tangguh di jantung pertahanan MU sehingga posisinya sebagai bek tengah tidak tergeser.

Memasuki musim keduanya, Bailly mulai sering cedera dan situasi ini terus berlanjut hingga hari ini. Alhasil ia hanya mencatatkan total 113 pertandingan dalam enam tahun membela Setan Merah, dengan kontribusi satu gol dan satu assist.

Serge Aurier

Serge Aurier. Bek kanan berusia 28 tahun ini hijrah ke Tottenham Hotspur pada awal musim 2017/2018 akibat kalah bersaing. Total 3 musim bersama PSG, ia tampil dalam 81 laga dengan mencetak 4 gol. Di Tottenham ia menjadi pilihan utama di posisi bek kanan hingga kini. (Foto: AP/Matt Dunham)
Serge Aurier. Bek kanan berusia 28 tahun ini hijrah ke Tottenham Hotspur pada awal musim 2017/2018 akibat kalah bersaing. Total 3 musim bersama PSG, ia tampil dalam 81 laga dengan mencetak 4 gol. Di Tottenham ia menjadi pilihan utama di posisi bek kanan hingga kini. (Foto: AP/Matt Dunham)

Serge Aurier merupakan pemain asal Pantai Gading yang pernah membela Tottenham Hotspur. Berposisi sebagai bek kanan, ia didatangkan dari Paris Saint Germain dengan mahar 23 juta poundsterling pada tahun 2017 silam.

Memiliki kecepatan dan stamina yang kuat, kedatangan Aurier diharapkan dapat membantu lini serang Spurs. Selama berseragam Spurs, ia menorehkan 110 pertandingan dengan kontribusi 8 gol dan 17 assist. Ia juga mengantarkan Spurs ke Final UCL tahun 2018-2019 dan EFL Cup 2020-2021 meskipun hanya menjadi runner up.

Namun sayang performanya cenderung inkonsisten, sehingga ia lebih banyak duduk di bangku cadangan. Tak ayal ia didepak dari skuat The Lillywhites pada tahun 2021 silam.

Arthur Masuaku

<p>Bek Chelsea, Trevoh Chalobah berebut bola dengan pemain West Ham, Arthur Masuaku selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge di London, Minggu (24/4/2022). Chelsea memenangkan pertandingan atas West Ham 1-0. (AP Photo/Alastair Grant)</p>

Bek Chelsea, Trevoh Chalobah berebut bola dengan pemain West Ham, Arthur Masuaku selama pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge di London, Minggu (24/4/2022). Chelsea memenangkan pertandingan atas West Ham 1-0. (AP Photo/Alastair Grant)

West Ham United juga memiliki bek tangguh yang berasal dari Afrika. Ia adalah Arthur Masuaku.

Masuaku bergabung dengan The Hammers pada tahun 2016 setelah ia ditebus dengan harga 4,2 juta pounds dari Olympiacos. Memiliki postur 179 cm, ia dipercaya memperkuat sisi kiri eprtahanan West Ham.

Selama 6 tahun menjadi Pemain West Ham, Masuaku telah menorehkan 127 pertandingan dengan 2 gol dan 10 assist. Berkat kecemerlangannya, ia berhasil menghantarkan The Hammers lolos ke UEFA Confrence League.

Daniel Amartey

Para pemain Leicester City merayakan gol kedua ke gawang Brighton and Hove Albion yang dicetak gelandang Daniel Amartey (kedua dari kanan) dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/21 di American Express Community Stadium, Minggu (7/3/2021). Leicester City menang 2-1 atas Brighton. (AFP/Neil Hall/Pool)
Para pemain Leicester City merayakan gol kedua ke gawang Brighton and Hove Albion yang dicetak gelandang Daniel Amartey (kedua dari kanan) dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/21 di American Express Community Stadium, Minggu (7/3/2021). Leicester City menang 2-1 atas Brighton. (AFP/Neil Hall/Pool)

Amartey merupakan pemain kebangsaan Ghana yang saat ini aktif membela Leicester City. Pria berusia 27 tahun ini memiliki tinggi badan 186 cm dan memiliki posisi bermain sebagai bek tengah.

Bergabung dari FC Copenhagen di tahun 2016, Amartey tidak perlu waktu lama menjadi pemain inti The Foxes. Ini disebabkan sang bek punya kemampuan bermain di beragam posisi sehingga ia selalu disukai oleh para manajer Leicester City, termasuk Brendan Rodgers.

Berkat kecemerlangannya, ia juga sukses menghantarkan Leicester City menjuarai Premier League di tahun pertamanya. Selain itu ia juga membantu klubnya menjuarai FA Cup 2020-2021 dan FA Community Shield tahun 2021.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Ahmad Daerobby/Serafin Unus Pasi, published 20/7/2022)

Yuk Lihat Persaingan di Musim Lalu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel