Deretan Emiten yang Umumkan Buyback Saham pada 2021

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah emiten bencana melakukan pembelian kembali saham perseroan atau buyback. Paling dekat, ada PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang periode buybacknya berakhir pada 26 April 2021.

Pembelian kembali saham Perseroan akan dilaksanakan dalam periode tiga bulan terhitung sejak tanggal Keterbukaan Informasi ini yaitu untuk periode 25 Januari 2021 sampai dengan 26 April 2021.

Apabila dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham telah habis dan/atau jumlah saham yang akan dibeli kembali telah terpenuhi, Perseroan akan mengumumkan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham.

Dana pembelian kembali saham tahap I direncanakan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 10 miliar. Rencana buyback dilakukan dengan harga yang baik dan wajar atas pertimbangan yang cermat dari Direksi Perseroan dan dengan mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Dirangkum dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/4/2021), inilah daftar emiten yang akan buyback saham pada 2021.

Nippon Indosari hingga Merdeka Copper

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)

Pembelian kembali saham perseroan akan dilaksanakan terhitung mulai 20 April 2021 hingga 19 Juli 2021. Perkiraan nilai saham yang akan dibeli kembali adalah maksimum Rp 480 miliar dengan jumlah saham maksimum 399 juta saham. Perseroan membatasi harga pembelian saham sebesar maksimum Rp 1.600 per saham.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)

Perseroan akan membeli sebanyak-banyaknya 229.033.658 saham atau paling banyak 1 persen dari modal disetor dalam perseroan. Adapun dana yang dialokasikan untuk buyback ini maksimum sebesar Rp 530 miliar, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya.

Buyback ini akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya Pembelian Kembali Saham Perseroan (buyback) oleh RUPSLB pada 25 Mei 2021 dengan ketentuan yang berlaku.

Jaya Real Property hingga Wahana Interfood Nusantara

Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Suasana pergerakan perdagangan saham perdana tahun 2018 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Perdagangan bursa saham 2018 dibuka pada level 6.366 poin, angka tersebut naik 11 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PT Jaya Real Property Tbk (JRPT)

Sesuai dengan ketentuan peraturan OJK, pembelian kembali saham akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3 bulan setelah penyampaian keterbukaan informasi tertanggal 6 April 2021.

Perusahaan mengalokasikan total anggaran Rp 75 miliar untuk pembelian kembali 131.500.000 lembar saham atau sebesar 0,96 dari total modal yang ditempatkan dan disetor dalam perseroan.

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)

Pembelian kembali saham dilaksanakan setelah perseroan memperoleh persetujuan RUPSLB yang akan diadakan pada 28 April 2021, sampai dengan RUPST perseroan selanjutnya yang akan diadakan selambat-lambatnya 30 Juni 2022.

Biaya yang dikeluarkan atas pelaksanaan pembelian kembali saham adalah sebanyak-banyaknya sekitar Rp 150 miliar. jumlah saham yang akan dibeli kembali sebanyak-banyaknya 0,922 persen dari modal disetor perseroan atau maksimum sebanyak 25 juta saham.

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO)

Pembelian kembali saham Perseroan akan dilakukan dengan jumlah sebanyak-banyaknya Rp 10,7 miliar. Buyback akan dilakukan secara bertahap dalam periode 8 Maret 2021 - 8 Juni 2021.

Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan jumlah saham yang akan dibeli kembali paling banyak 20 persen dari modal disetor sebagaimana diatur dalam POJK 2/2013 dan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5 persen dari modal disetor.

Medikaloka Hermina hingga Bank OCBC NISP

Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta, Selasa (4/4). Pada pemukaan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini naik tipis 0,09% atau 4,88 poin ke level 5.611,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)

Pembelian kembali saham Perseroan akan dilaksanakan terhitung sejak tanggal 26 Februari 2021 hingga 25 Mei 2021. Perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali adalah maksimum Rp 80 miliar dengan jumlah saham maksimum 19 juta lembar saham.

PT MNC Investama Tbk (BHIT)

Pembelian kembali saham BHIT semula dijadwalkan berakhir pada Februari 2021. Kemudian perseroan mengajukan perpanjangan karena masih ada sisa saham dari jumlah maksimal yang diijinkan untuk dibeli kembali oleh perseroan, hingga Mei 2021.

Perseroan menyiapkan sebanyak-banyaknya Rp 675 miliar untuk transaksi ini. Dengan jumlah saham yang akan dibeli sebanyak-banyaknya adalah 5 miliar saham.

PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP)

Pembelian kembali saham akan dilakukan dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya pembelian kembali saham perseroan oleh RUPST tanggal 6 April 2021. Adapun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pembelian kembali saham adalah maksimal Rp 500 juta.

Saham perseroan yang akan dibeli kembali maksimum 0,002 persen dari total saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh atau maksimum 436 ribu lembar saham.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini