Deretan Fakta Menarik Jelang Gelaran Olimpiade Tokyo 2020: Tanpa Penonton sampai Podium Terbuat dari Plastik Daur Ulang

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Tinggal menghitung hari, Tokyo, Jepang bakal menjadi tuan rumah gelaran multievent bergengsi, Olimpiade. Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 bakal berbeda dengan gelaran event empat tahunan ini sebelumnya.

Karena seperti diketahui, Olimpiade tahun ini ditunda selama satu tahun dari waktu yang seharusnya akibat pandemi COVID-19 yang telah mengubah tatanan hidup dunia.

Olimpiade Tokyo 2020 bahkan telah diputuskan bakal berlangsung tanpa penonton di mayoritas venue cabang olahraga.

Tidak hanya soal ditunda selama satu tahun dan digelar tanpa penonton, ternyata terdapat beberapa fakta menarik seputar Olimpiade Tokyo 2020 meskipun belum diselenggarakan, apa saja itu? Yuk disimak selengkapnya.

Nol Jumlah Penonton

Orang-orang berjalan di dekat cincin Olimpiade yang dipasang di jembatan Nippon Bashi di Tokyo pada , Kamis (15/7/2021). Upacara pembukaan Olimpiade Tokyo akan digelar pada 23 Juli 2021 dan berakhir pada 8 Agustus 2021. (AP Photo/Hiro Komae)
Orang-orang berjalan di dekat cincin Olimpiade yang dipasang di jembatan Nippon Bashi di Tokyo pada , Kamis (15/7/2021). Upacara pembukaan Olimpiade Tokyo akan digelar pada 23 Juli 2021 dan berakhir pada 8 Agustus 2021. (AP Photo/Hiro Komae)

Tempat diselenggarakannya mayoritas venue Olimpiade, Tokyo memasuki keadaan darurat pada hari Senin, 12 Juli kemarin.

Penyelenggara Olimpiade bersama Pemerintah memutuskan penonton domestik dilarang menyaksikan gelaran multievent ini dari hampir semua tempat, di tengah kekhawatiran publik yang meluas tentang potensi penyebaran virus covid-19.

"Kami akan meminta masyarakat untuk mendukung atlet dari rumah," kata Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato.

Sebelumnya, penonton internasional tidak diizinkan memasuki Jepang untuk mengikuti dan menyaksikan gelaran Olimpiade.

Pada bulan Maret, penyelenggara mengatakan situasi COVID-19 yang semakin berbahaya di Jepang dan di seluruh dunia setelah munculnya varian jenis virus dan pembatasan perjalanan internasional.

Medali Emas di Olimpiade 2020

Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali yang didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. (Behrouz MEHRI/AFP)
Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali yang didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. (Behrouz MEHRI/AFP)

Olimpiade Tokyo 2020 akan memberikan 339 medali emas di 33 cabang olahraga di 42 tempat di seluruh Jepang.

339 medali emas tersebut terdiri dari cabang olahraga: akuatik (49), panahan (5), atletik (48), bulu tangkis (5), baseball/softball (2), bola basket (4), tinju (13), kano (16), bersepeda (22), berkuda (6), anggar (12), hoki lapangan (2), sepak bola (2), golf (2), senam (18), bola tangan (2), judo (15), karate (8), pentathlon (2), dayung (14), rugby (2), berlayar (10), menembak (15), skateboard (4), panjat tebing (2), selancar (2), tenis meja (5), taekwondo (8), tenis (5), triathlon (3), bola voli (4), angkat besi (14) dan gulat (18) sesuai yang dilansir oleh Time (24/03/2020).

Jumlah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan kompetisi Paralimpiade, di mana terdapat 540 medali emas di 22 cabang olahraga yang akan dilaksanakan.

Cabang Olahraga

Peselancar Indonesia, Rio Wada saat tampil di Surf City El Salvador ISA World Surfing Games 2021.  (dokumentasi Asosiasi Surfing Internasional)
Peselancar Indonesia, Rio Wada saat tampil di Surf City El Salvador ISA World Surfing Games 2021. (dokumentasi Asosiasi Surfing Internasional)

Berbeda dengan Olimpiade sebelumnya, kali ini Olimpiade Tokyo 2020 menghadirkan lima cabang olahraga baru seperti bisbol/softball, karate, panjat tebing, skateboard, dan selancar.

Sebelumnya, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menganggap bahwa debutnya cabang olahraga seperti surfing di Olimpiade adalah sebagai bagian dari upaya untuk menarik audiens yang lebih muda ke Olimpiade

Sementara beberapa cabang olahraga, termasuk bola basket menyertakan pertandingan basket 3x3.

Sebanyak 11.500 atlet Berpartisipasi di Olimpiade Tokyo 2020

Para pevoli Thailand terlihat berebut bola saat melawan Korea Selatan pada babak final kualifikasi Voli putri untuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di Tokyo, (21/5/2016). (AFP/Toru Yamanaka)
Para pevoli Thailand terlihat berebut bola saat melawan Korea Selatan pada babak final kualifikasi Voli putri untuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016 di Tokyo, (21/5/2016). (AFP/Toru Yamanaka)

Sementara itu, terdapat 11.500 atlet yang akan ambil bagian di Tokyo 2020, dengan komposisi gender 51 persen pria dan 49 persen wanita.

Sedangkan pada ajang Paralimpiade, terdapat estimasi 4.400 atlet yang akan ambil bagian di Olimpiade kali ini, di mana 59,5 persen di antaranya adalah pria dan 40,5 persen adalah wanita.

Secara total, terdapat 79 ribu atlet, staf pendukung dan jurnalis yang akan hadir dalam ajang Olimpiade tahun ini.

80 Persen Orang yang Divaksinasi di Ajang Olimpiade

Atlet bola voli putri Filipina mengenakan pakaian pelindung saat menunggu untuk vaksin COVID-19 di Manila, Jumat (28/5/2021). Beberapa atlet Filipina, pelatih dan delegasi lainnya menjalani vaksinasi untuk persiapan ke Olimpiade Tokyo dan ajang SEA Games di Vietnam. (AP Photo/Aaron Favila)
Atlet bola voli putri Filipina mengenakan pakaian pelindung saat menunggu untuk vaksin COVID-19 di Manila, Jumat (28/5/2021). Beberapa atlet Filipina, pelatih dan delegasi lainnya menjalani vaksinasi untuk persiapan ke Olimpiade Tokyo dan ajang SEA Games di Vietnam. (AP Photo/Aaron Favila)

Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengatakan bahwa dia mengharapkan lebih dari 80 persen dari 11.500 orang yang tinggal di kawasan atlet akan divaksinasi pada 23 Juli mendatang.

Sebelumnya, semua atlet telah ditawarkan vaksinasi berkat kesepakatan khusus antara Pfizer-BioNTech dan IOC.

Jumlah CO2 di Olimpiade 'terhijau'

Pandangan udara menunjukkan New National Stadium, Tokyo, Jepang, Sabtu (30/11/2019). Rekonstruksi besar-besaran stadion yang sebelumnya bernama Tokyo National Stadium tersebut secara resmi telah selesai. (Naoya Osato/Kyodo News via AP)
Pandangan udara menunjukkan New National Stadium, Tokyo, Jepang, Sabtu (30/11/2019). Rekonstruksi besar-besaran stadion yang sebelumnya bernama Tokyo National Stadium tersebut secara resmi telah selesai. (Naoya Osato/Kyodo News via AP)

Penyelenggara Tokyo 2020 berharap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade paling ramah lingkungan dengan mengeluarkan 2,93 juta ton CO2. Sebelumnya, terdapat 3,3 juta ton karbondioksida yang dihasilkan selama London 2012.

Beberapa upaya yang sudah dilakukan Jepang adalah hadirnya sumber energi terbarukan yang akan memasok semua listrik saat Olimpiade, dengan lampu LED digunakan di semua tempat.

Selain itu, Jepang turut serta menghadirkan Stadion Nasional Tokyo yang mana memanfaatkan teknologi-teknologi yang ramah lingkungan.

Tidak hanya itu, medali yang akan diberikan kepada para pemenang dibuat dari logam mulia yang diperoleh dari 6,2 juta ponsel yang dibuang, dan podium yang terbuat dari plastik daur ulang yang diambil dari laut. Itulah beberapa fakta menarik Olimpiade Tokyo 2020 meskipun belum digelar.

Dukung atlet Indonesia bertanding di Olimpiade Tokyo dengan menyaksikan live streaming Olimpiade Tokyo 2020 melalui platform Vidio.

Sumber: WeForum (12/07/2021)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel