Deretan Fakta Menarik Maruli Simanjuntak yang Didapuk Jadi Pangkostrad Baru

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) kini telah terisi. Panglima TNI Andika Perkasa menunjuk Mayjen Maruli Simanjuntak untuk mengantikan posisi Jenderal TNI Dudung Abdurachman yangdiangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), pada 17 November 2021.

Ada pun pengangkatan jenderal bintang dua ini berdasarkan Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tertanggal 21 Januari 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Seperti diketahui, jabatan Pangkostrad sebelumnya sempat kosong dua bulan lamanya. Lalu pada 17 November 2021, sejumlah nama kandidat pun disetorkan ke Istana oleh Panglima TNI Andika Perkasa.

Saat Andika bertandang ke Istana menemui Presiden Jokowi, dia tidak menyebutkan siapa perwira tinggi TNI yang akan didapuk untuk menempati posisi Pangkostrad.

"Itu diputuskan beliau, kami hanya menyiapkan data, yang memutuskan Presiden. Saya hanya bertugas menyiapkan data beliau silakan memilih sesuai yang eligible," kata Andika di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Dan pada Jumat, 21 Januari 2022 malam, sosok terpiih yang akan menggantikan Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat itu adalah Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

"Pangkostrad dijabat oleh Mayjen TNI Maruli Simanjuntak," tutur Prantara dalam keterangannya, Sabtu, 22 Januari 2022.

Lanta, siapa sosok Maruli Simanjuntak yang kini didapuk menjadi Pangkostrad yang baru? Berikut sederet fakta menarik tentangnya dihimpun Liputan6.com:

1. Lulusan Akademi Militer 1992

Lulusan dari Akmil 1992 itu juga berpengalaman di bidang Infanteri (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra.

Sebelumnya, Maruli Simanjuntak pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Tempur Cakra tahun 2002, Perwira Bantuan Madya Operasi Kopassus tahun 2005-2008, Komandan Batalyon (Danyon) 21 Grup 2/Sandi Yudha tahun 2008-2009, Komandan Sekolah Komando Pusdikpassus tahun 2009-2010, dan Wakil Komandan Grup 1/Para Komando tahun 2010-2013.

Selanjutnya Komandan Grup 2/Sandi Yudha tahun 2013-2014, Asisten Operasi Danjen Kopassus tahun 2014, Komandan Grup A Paspampres tahun 2014-2016, Komandan Korem 074/Warastratama tahun 2016-2017, Wakil Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Wadanpaspampres) tahun 2017-2018, dan Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro tahun 2018.

Kemudian, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) tahun 2018-2020, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana tahun 2020-2022, dan kini menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) tahun 2022.

2. Pernah Jadi Danrem Terbaik

Sebelum ditunjuk sebagai Komandan Grup A Paspampres, Maruli pernah menjabat sebagai Danrem 074/Warastratama Surakarta mulai 2016-2017. Selama lebih kurang setahun menjabat sebagai Danrem, Maruli menorehkan prestasi yang luar biasa.

Hal ini terbukti dengan penghargaan yang didapatkannya yakni menjadi Danrem terbaik dalam bidang upaya khusus ketahanan pangan tingkat nasional. Meski begitu, Maruli pun tidak hanya ingin mengejar penghargaan atau kriteria terbaik.

Lebih dari itu, menantu dari Menko Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, mengaku akan bekerja sebaik-baiknya.

"Kalau terbaik itu kan ada ukurannya, ada perlombaan atau pertandingan. Untuk satu pekerjaan bagaimana bekerja sebaik-baiknya, " kata Maruli saat itu.

3. Menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman

Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak sendiri merupakan perwira tinggi TNI AD yang saat ini mengemban tugas sebagai Panglima Kodam IX/Udayana.

Lulusan dari Akmil 1992 itu juga berpengalaman di bidang Infanteri (Kopassus) dan Detasemen Tempur Cakra. Jabatan terakhir sang jenderal bintang dua ini ialah Komandan Paspampres.

Maruli juga merupakan menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan.

Elza Hayarana Sahir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel