Deretan Final Turnamen yang Digelar 2 Leg, Bukan Cuma Piala Menpora

Luzman Rifqi Karami
·Bacaan 2 menit

VIVA – Partai panas bakal tersaji di leg 1 final Piala Menpora malam hari ini, Kamis 22 April 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Ada partai klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung.

Setelah itu, dua seteru tersebut bakal kembali bertemu, Minggu 25 April 2021. Kali ini, duel berlangsung di Stadion Manahan Solo.

Banyak publik yang merasa aneh dengan format final dua leg. Sebab, di Tanah Air memang final senantiasa menggunakan pertandingan tunggal.

Dari mulai liga Perserikatan, Galatama, Piala Indonesia, Liga Indonesia dua wilayah, Piala Presiden, hingga Piala Gubernur Jatim biasanya final dimainkan lewat laga tunggal.

Padahal, final dengan format dua leg bukan hal barang baru di dunia sepakbola. Berikut turnamen sepakbola yang menggunakan format dua leg.

1. Piala AFF
Piala AFF menggunakan format final tunggal pada 1996 hingga 2002. Namun, sejak 2004, turnamen antar negara di Asia Tenggara ini menggunakan final dua leg. Hal tersebut bertahan hingga edisi terakhir pada 2018.

Sayangnya, Timnas Indonesia belum pernah menjadi juara di Piala AFF. Baik di final tunggal maupun final dua leg.

2. Liga Champions Asia
Format final Liga Champions Asia sempat berubah-ubah. Namun, sejak 2013 hingga sekarang, final menggunakan format dua leg.

3. Copa Libertadores
Final Copa Libertadores menggunakan format dua leg pada 1960 hingga 2018. Baru pada 2019, final dimainkan satu kali saja.

4. Piala UEFA
Piala UEFA atau cikal bakal Liga Europa sempat menggunakan format final dua leg. Hal tersebut terjadi pada musim 1971/72 hingga 1996/97. Baru di musim 1997/98, final dimainkan sekali saja.

6. Piala Intercontinental
Sebelum ada Piala Dunia Klub, juara Liga Champions dan Copa Libertadores bertanding di Piala Intercontinental. Format ajang ini sempat menggunakan dua leg pada 1960 hingga 1979.

5. Piala Super Spanyol
Piala Super Spanyol juga pernah menggunakan format dua leg. Itu terjadi pada 1982 hingga 2018. Baru pada 2019, ada perubahan format. Final dengan sekali bertanding, dan tim peserta menjadi empat tim.