Deretan Foto Hoaks Sepekan: Bayi Hasil Modifikasi Genetik hingga Donasi untuk Bayi Buta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk foto.

Salah satunya foto yang diklaim penampakan bayi modifikasi genetik akibat ibunya divaksin saat hamil. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 9 Oktober 2021.

Unggahan tersebut berupa siaran berita yang menampilkan seorang menunjukkan foto seorang bayi yang memiliki ekor. Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Inti dari berita ini bahwa ini bukan pakcin, melainkan modifikasi genetik....馃槰馃槰

Bayi ini lahir dengan ekor, mempunyai bulu kurang tau bagian mananya), dan bermata satu. Lahir dari ortu yang mendapatkan suntikan modern dan atau freezer (typo)

..Ya Allah.... Save bumil...Ngeri lheee...."

Namun setelah ditelusuri, klaim penampakan bayi modifikasi genetik akibat ibunya divaksin saat hamil tidak benar.

Foto-foto yang diperlihatkan dalam video tersebut diambil sebelum dimulainya pandemi Covid-19 dan tidak ada hubungannya dengan penyakit itu sendiri atau dengan vaksin Covid-19.

Selain informasi diklaim penampakan bayi modifikasi genetik akibat ibunya divaksin saat hamil, terdapat foto hoaks lainnya yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Donasi USD 200 Ribu untuk Bayi Buta

Gambar Tangkapan Layar Kabar Hoaks WhatsApp Kumpulkan Dana Jika Pengguna Membagikan Gambar Bayi.
Gambar Tangkapan Layar Kabar Hoaks WhatsApp Kumpulkan Dana Jika Pengguna Membagikan Gambar Bayi.

Beredar informasi di aplikasi percakapan WhatsApp mengenai bayi yang buta dan membutuhkan donasi sebesar USD 200 ribu. Pesan tersebut beredar pada Senin 1 November 2021.

Unggahan tersebut berupa gambar yang memperlihatkan seorang bayi dan ibu. Dalam gambar tersebut juga terdapat narasi berisi ajakan agar pengguna WhatsApp membagikan gambar tersebut . Jika dibagikan, maka pihak WhatsApp akan memberikan donasi bagi bayi yang ada dalam foto itu.

Berikut narasinya:

"Bayi ini lahir dalam keadaan buta dan perlu $200,000 untuk perawatannya sampai dia bisa melihat kembali. Anda, tidak perlu mendonasi satu senpun, tapi pihak WhatsApp akan mengumpulkan dana setiap kali gambar ini dibagikan. Silahkan bagikan".

Setelah ditelusuri, foto yang diklaim bayi yang buta dan meminta donasi sebesar USD 200 ribu adalah hoaks. Faktanya, aplikasi pesan WhatsApp tidak pernah mengumpulkan dana atau donasi dengan cara menyebarkan foto atau pesan teks.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel