Deretan Foto Hoaks Sepekan: Kucing Berusia 30 Tahun hingga Ponpes Alquran Kebakaran

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk foto.

Salah satunya foto yang diklaim kucing berusia 30 tahun beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 7 Oktober 2021 lalu.

Kucing dalam foto tersebut terlihat memiliki kulit keriput. Matanya layu dan wajahnya tampak menua. Kucing dalam foto tersebut diklaim berusia 30 tahun.

"30 tahun dah umur kucing ni, bersamaan 90 tahun umur manusia, kategori moyang dah ni gais 😧😧😧," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 157 kali direspons dan mendapat 5 komentar warganet.

Namun setelah ditelusuri, foto yang diklaim kucing berusia 30 tahun ternyata tidak benar. Faktanya, kucing dalam foto tersebut menderita asthenia kulit kucing.

Kondisi ini menyebabkan kulit kucing mengalami kerapuhan dan mudah rusak. Karena itu, wajah si kucing tampak menua dan kulitnya berkeriput.

Selain foto yang diklaim kucing berusia 30 tahun, terdapat foto hoaks lainnya yang telah ditelusuri selama sepakan. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Foto Jutaan Orang di Afrika Rayakan Maulid Nabi Muhammad

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto jutaan orang di Afrika merayakan Maulid Nabi Muhammad
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto jutaan orang di Afrika merayakan Maulid Nabi Muhammad

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto jutaan orang di Afrika merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Klaim tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 21 Oktober 2021.

Klaim foto jutaan orang di Afrika merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang diunggah berupa foto yang diambil dari sudut pandang atas pada lahan terbuka, terlihat titik titik memenuhi lahan tersebut.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"MASYA ALLAH 😍😍😍 ... Kisah Puluhan Juta Umat Islam Di Afrika Hadiri Acara Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W... Semoga Kita Semua Berkumpul Disurga Bersama Rasulullah Aminn Bagikan Biar Viral Sahabt 👇👇👇👇👇"

Foto tersebut merupakan bagian dari tautan artikel berjudul "MASYA ALLAH... Kisah Puluhan Juta Umat Islam Di Afrika Hadiri Acara Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W" yang dimuat situs bingkayanislam227.blogspot.com.

Berikut isi artikel tersebut:

"Maulid Nabi Besar Muhammad SAW kerap diperingati sebagian muslim di Indonesia setiap tahunnya. Perayaan kelahiran Rasulullah ini memang tidak dianjurkan dalam Islam, ini hanya sebuah tradisi sebagai bentuk kecintaan umat terhadap kanjeng nabi.

Tradisi memeringati maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan bagi umat Islam di Indonesia. Di belahan dunia lain sejumlah negara juga melakukan hal yang sama.

MASYALLAH.. PULUHAN JUTA UMMAT ISLAM D AFRIKA HADIRI ACARA MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAWSabtu, 16 Oktober 2021 JAKARTA – Maulid Nabi Besar Muhammad SAW kerap diperingati sebagian muslim di Indonesia setiap tahunnya. Perayaan kelahiran Rasulullah ini memang tidak dianjurkan dalam Islam, ini hanya sebuah tradisi sebagai bentuk kecintaan umat terhadap kanjeng nabi.Tradisi memeringati maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dilakukan bagi umat Islam di Indonesia. Di belahan dunia lain sejumlah negara juga melakukan hal yang sama."

Okezone merangkum sejumlah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai dunia yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Afrika Selatan memiliki tradisi sendiri. Di negara ini wanita muslim dan anak-anak di Cape Town akan memakai baju terbaik untuk mengingat kebesaran rasul.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Afrika Selatan memiliki tradisi sendiri. Di negara ini wanita muslim dan anak-anak di Cape Town akan memakai baju terbaik untuk mengingat kebesaran rasul.

Disana masyarakat yang telah menggunakan pakaian terbaiknya akan membuat upacara Rampies,Setelah itu, mereka akan membungkus potongan tersebut dalam plastik kecil atau kertas mirip permen untuk diberikan kepada pria. Selama upacara tersebut dilakukan, mereka harus mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW."

Setelah ditelusuri, klaim foto jutaan orang di Afrika merayakan Maulid Nabi Muhammad tidak benar.

Foto tersebut merupakan perayaan Maulid Nabi Muhammad di Yaman, artikel yang menyertakan foto tersebut juga tidak berisi tentang jutaan orang di Afrika merayakan Maulid Nabi Muhammad, tetapi tentang tradisi perayaan Maulid Nabi Muhammad di sejumlah daerah dan negara.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Penampakan Darah yang Sudah dan Belum Divaksin Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto penampakan warna darah yang belum dan sudah divaksin Covid-19
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto penampakan warna darah yang belum dan sudah divaksin Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim berupa foto yang menunjukkan perbedaan warna darah pada orang yang belum dan sudah divaksin Covid-19.

Kedua foto tersebut diunggah secara bersamaan melalui Facebook pada 6 Oktober 2021. Pada foto pertama, terdapat keterangan “No Inoculation” yang berdempet dengan darah berwarna terang dan “Inoculated Blood” berdempet dengan gambar darah berwarna gelap.

Selain itu, darah berwarna gelap juga disertai tulisan lain, yaitu “Black & Thick. Depleted of Hemoglobin” yang artinya “Gelap dan Tebal. Hemoglobin Habis”.

Sedangkan, foto kedua disertai dengan tulisan “Unvaxed” pada warna darah yang lebih terang dan “Vaxinated” pada warna yang lebih gelap.

Setelah ditelusuri, klaim foto penampakan warna darah yang belum dan sudah divaksin Covid-19 tidak benar.

Warna pada darah tidak ditentukan dengan sudah atau belumnya seseorang menerima vaksin Covid-19, melainkan disebabkan karena beberapa faktor dari senyawa kimia yang dibawa oleh plasma, atau variasi oksigen, zat besi, lipid, dan sel darah merah.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Ponpes Alquran Kebakaran, 26 Santri dan Guru Meninggal Dunia

Gambar Tangkapan Layar Foto yang Diklaim Ponpes Alquran Terbakar Sebabkan 26 Santri dan Guru Meninggal Dunia (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Foto yang Diklaim Ponpes Alquran Terbakar Sebabkan 26 Santri dan Guru Meninggal Dunia (sumber: Facebook).

Sebuah foto yang diklaim pondok pesantren (ponpes) Alquran terbakar hingga menyebabkan 26 santri dan guru meninggal dunia beredar di media sosial.

Foto tersebut disebarkan situs info-sekilas.net dengan judul artikel "Innalillahi Wa Inna Ilaikhi Raji'un Mohon Bantuan Dan Do'anya Pesantren Alquran Terba4kar, 26 Santri Dan Dua Guru T3w4s Terp4ngg4ng" yang dimuat pada 29 Oktober 2021.

Dalam foto tersebut, terlihat bangunan gedung 3 lantai mengalami kebakaran. Tampak juga petugas pemadam tengah menyemprotkan air di titik api. Selain itu, terlihat juga asap hitam mengepul di lokasi kebekaran.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan peristiwa ponpes Alquran kebakaran hingga mengakibatkan 26 santri dan guru meninggal dunia.

Setelah ditelusuri, foto yang diklaim peristiwa ponpes Alquran kebakaran hingga mengakibatkan 26 santri dan guru meninggal dunia ternyata tidak benar.

Faktanya, peristiwa kebakaran dalam foto tersebut terjadi di asrama putri Pondok Pesantren Yayasan Lembaga Tarbiyah Darud Da'wah Wal Irsyad (DDI) Jayapura, di Jalan Beringin, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, pada Selasa 12 Februari 2019. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel