Deretan Foto Hoaks Sepekan: Penampakan Ular Bertanduk hingga Sertifikat Vaksin Tahun 1721

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk foto.

Satu di antaranya foto yang diklaim penampakan ular bertanduk tanda kiamat. Foto tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 19 Agustus 20201.

Unggahan klaim foto penampakan ular bertanduk tanda kiamat menampilkan makhluk seperti ular dengan mulut terbuka dan mata yang tidak seperti lazimnya dan terdapat tonjolan dibagian atas mata.

Dalam foto tersebut terdapat tulisan sebagai berikut:

“Tanda2 kiamat sudah jelas dan semakin dekat…

Inilah ular yng bertanduk ynk di ceritakan

dalam alqur’an.Semoga yg bagikan foto ini di

jauhkan dari marabahaya Amin…bagikan jika

anda Islam”.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"tanda2 kiamat,,"

Namun setelah ditelusuri, foto penampakan ular bertanduk tanda kiamat tidak benar. Ular tersebut bukan bertanduk, kondisi yang disebut cyclopia, di mana wajah embrio menjadi terlalu sempit saat berkembang.

Dalam hal ini, dua orbit mata menjadi satu, dan kedua mata di ruang yang sama. Dalam kasus lain, hewan itu hanya akan memiliki satu mata besar. Babi, sapi, manusia, dan bahkan hiu pernah mengalami kondisi ini.

Selain foto yang diklaim penampakan ular bertanduk tanda kiamat, terdapat foto hoaks lainnya yang telah ditelusuri. Berikut rangkumannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Foto Tol Terkeren di Indonesia

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto jalan tol terkeren di Indonesia
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto jalan tol terkeren di Indonesia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto jalan tol terkeren di Indonesia, foto infrastruktur tersebut diunggah salah sejumlah akun Facebook.

Foto yang diunggah menampilkan ruas jalan yang membentang. Dalam foto tersebut terdapat tulisan "Jalan Tol terkeren di Indonesia, CIDUMDAWU (CILEUNYI-SUMEDANG-DAWUHAN), yang membelah gunung dan masuk gunung, memungkinkan Bandung<> Tegal ditempuh hanya dalam 2 jam, Bandung <> Semarang hanya 3,5 jam.

Sebelumnya, Bandung<>Tegal tanpa toll perlu ditempuh 7 jam jika lancar."

Unggahan foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Hanya mau nunjukin foto ini sama Ibas...🤭Jalan Tol terkeren di Indonesia".

Setelah ditelusuri, foto yang diklaim jalan tol terkeren di Indonesia tidak benar. Faktanya foto itu adalah jalan raya Mersin-Antalya. Mersin dan Antalya adalah kota-kota yang menghiasi pantai Mediterania, Turki.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Foto Sertifikat Vaksin Tahun 1721

Gambar Tangkapan Layar Foto yang Diklaim Sertifikat Vaksin Tertua di Dunia (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Foto yang Diklaim Sertifikat Vaksin Tertua di Dunia (sumber: Facebook).

Beredar di Facebook unggahan foto terkait sertifikat vaksin tertua di dunia. Foto tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 15 September 2021.

Pada unggahan yang memiliki 34 komentar dan disukai 45 warganet terlihat surat sertfikat vaksin yang sudah lusuh dan berisikan narasi sebagai berikut:

"Sertifikat Vaksin tertua di dunia tahun 1721 Masehi. Dikeluarkan oleh khalifah Islamiyah Turki Ustmani. Vaksin itu bagian dari peradaban islam yang maju"

Setelah ditelusuri, kabar yang beredar terkait sertifikat vaksin tertua di dunia berasal dari 1721 Masehi adalah salah. Faktanya sertifikat vaksin tersebut diterbitkan pada 1908 dengan abjad Arab dan bahasa Prancis.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel