Deretan Hoaks Ramuan Herbal, Diklaim Bisa Sembuh Covid-19 hingga Bersihkan Paru-paru Perokok

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Maraknya informasi hoaks yang masih tersebar di platform sosial dapat memengaruhi masyarakat. Termasuk munculnya ramuan herbal untuk menghilangkan beberapa penyakit.

Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri beberapa informasi terkait. Simak ragam hoaks terkait ramuan herbal yang belum teruji klinis.

1. Cek Fakta: Belum Terbukti Campuran Jeruk Nipis, Madu, dan Minyak Kayu Putih dapat Sembuhkan Covid-19

Ramuan herbal yang menggunakan jeruk nipis, madu, dan minyak kayu putih dapat menyembuhkan Covid-19 adalah salah satunya. Ramuan herbal ini tersebar di TikTok berupa unggahan video yang berisi tata cara membuat ramuan tersebut.

Klaim resep ramuan herbal dengan campuran jeruk nipis, madu, dan minyak kayu putih dapat menyembuh Covid-19, belum terbukti secara ilmiah.

Faktanya, jika ketiga bahan tersebut digunakan secara terpisah, akan memberikan manfaat yang bagus untuk kesehatan. Namun, tidak spesifik untuk menyembuhkan Covid-19.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2. Cek Fakta: Tidak Benar Ramuan Ini Bisa Bersihkan Paru-paru Perokok

Gambar Tangkapan Layar Ramuan yang Diklaim Bisa Membersihkan Paru-paru Perokok (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Ramuan yang Diklaim Bisa Membersihkan Paru-paru Perokok (sumber: Facebook).

Beberapa waktu lalu beredar informasi ramuan herbal yang bisa membersihkan zat nikotin dan tar di paru-paru perokok. Unggahan ini disebarkan oleh salah satu akun Facebook dan memiliki narasai sebagai berikut.

"Ramuan Ini Pembersih Nikotin dan Tar di Paru-paru

Wajib Bagi Para Perokok

Bahan- bahan : bahan-bahan berupa bawang putih, kunyit, jahe, dan madu.

Caranya:

1. Siapkan terlebih dahulu 400 gram bawang putih, dua sendok teh kunyit, jahe satu inci (2,5 cm), madu 400 gram serta satu liter air.

2. Rebus air, lalu campurkan potongan bawang dan parutan jahe ke dalam air rebusan, diamkan hingga air mendidih.

3. Setelah air mendidih campurkan lagi kunyit yang telah dihaluskan kemudian angkat dan dinginkan.

4. Air rebusan yang telah dingin disaring untuk memisahkanampasnya.Baru campur madunya

5. Air rebusan sebaiknya dimasukkan ke dalam botol dan simpan di lemari es.

Cara mengonsumsinya : minum air rebusan sebanyak dua kali sehari pada pagi hari sebelum makan dan malam hari setelah makan (ringan). Dosis yang dianjurkan cukup dua sendok makan setiap kali minumnya.

Rutin mengonsumsi air rebusan itu akan membantu menghilangkan racun di paru-paru akibat kebiasaan merokok. Adapun kandungan dalam bahan-bahan yang digunakan seperti jahe yang memiliki sifat penyembuhan dan telah digunakan sejak kuno.”

Setelah ditelusuri, ramuan herbal yang beredar untuk membersihkan paru-paru perokok adalah salah. Faktanya, hal itu hanya mitos dan belum teruji secara klinis.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

3. Tidak Benar Air Jeruk Nipis dapat Bersihkan Paru-paru Perokok

Gambar Tangkapan Layar Klaim Air Jeruk Nipis dapat Memberiskan Paru-paru Perokok (sumber: Facebook).
Gambar Tangkapan Layar Klaim Air Jeruk Nipis dapat Memberiskan Paru-paru Perokok (sumber: Facebook).

Klaim tentang air jeruk nipis dapat membersihkan paru-paru perokok beredar di media sosial. Klaim tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 11 Juni 2021.

Akun tersebut mengunggah narasi berisi klaim manfaat dari air jeruk nipis untuk memberiskan paru-paru perokok.

"Jeruk nipis memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan, seperti vitamin, mineral dan lainnya.

Sehingga, air jeruk nipis dapat menurunkan kadar nikotin hingga 70,65% dalam tubuh. Bahkan, jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai cara menghilangkan kebiasaan merokok.

Semoga bermanfaat🥰," tulis akun Facebook tersebut.

Setelah ditelusuri, klaim tentang air jeruk nipis dapat membersihkan paru-paru perokok ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada bahan-bahan alami yang bisa bisa membersihkan paru-paru dan teori tersebut tidak berdasarkan bukti yang jelas.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel