Deretan Hoaks Seputar AstraZeneca: Dari Bahan Vaksin Hingga Arti Nama

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - AstraZeneca menjadi salah satu perusahaan farmasi yang memproduksi vaksin covid-19. Sayangnya perusahaan asal Inggris dan Swedia kerap menjadi sasaran produsen hoaks.

Salah satu yang sempat mencuat adalah penggunaan janin bayi untuk pembuatan vaksin covid-19. Isu ini beredar empat bulan lalu bahkan sebelum vaksinnya mulai digunakan.

Lalu apa saja informasi salah terkait AstraZeneca? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Benarkah Vaksin Covid-19 Buatan Oxford AstraZeneca Berbahan Janin Bayi?

Beredar di media sosial postingan terkait vaksin covid-19 yang dibuat oleh Oxford yang bekerja sama dengan AstraZeneca berasal dari janin bayi yang diaborsi. Postingan ini beredar sejak bulan lalu.

Salah satu yang mengunggahnya adalah akun bernama Aris Suhirman. Dia mempostingnya pada 23 Oktober 2020.

Berikut isi postingannya:

"Kenapa Calon Vaksin Covid-19 Oxford Ditolak Gereja2 Australia? Salah satu bahannya dari Janin Manusia yg diAborsi! Selamatkan Manusia dg membunuh Janin?"

Lalu benarkah klaim vaksin covid-19 buatan Oxford AstraZeneca berbahan janin bayi yang diaborsi? Simak dalam artikel berikut ini...

#IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2. Cek Fakta: Belum Terbukti Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menyebabkan Pembekuan Darah

Botol vaksin COVID-19 terlihat pada mesin pengisi di Serum Institute of India, Pune, India, Kamis (21/1/2021). Serum Institute of India telah dikontrak untuk memproduksi miliar dosis vaksin AstraZeneca-Oxford University. (AP Photo/Rafiq Maqbool)
Botol vaksin COVID-19 terlihat pada mesin pengisi di Serum Institute of India, Pune, India, Kamis (21/1/2021). Serum Institute of India telah dikontrak untuk memproduksi miliar dosis vaksin AstraZeneca-Oxford University. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Beredar di media sosial postingan soal vaksin covid-19 buatan AstraZeneca yang membuat seseorang mengalami pembekuan darah. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya adalah akun bernama Ibrahim El Ibad. Dia mengunggahnya di Facebook pada Sabtu (13/3/2021).

Dalam postingannya terdapat gambar tangkapan layar berita berjudul "Warga Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Alami Pembekuan Darah Serius" dan "Kasus Gumpalan Darah, Negara Eropa Setop Vaksin AstraZeneca."

Ia menambahkan narasi dalam postingan itu, "Ngeri-ngeri sedap sebenrnya vaksin"

Lalu bagaimana fakta sebenarnya terkait vaksin covid-19 buatan AstraZeneca bisa menyebabkan pembekuan darah? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar AstraZeneca Punya Arti Senjata yang Membunuh

Botol kosong vaksin COVID-19 AstraZeneca terlihat selama sesi pelatihan cara memberikan suntikan vaksin COVID-19 di Asosiasi Perawat Korea di Seoul, Korea Selatan (17/2/2021).  Korsel berencana memulai inokulasi virus COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca pada 26 Februari. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Botol kosong vaksin COVID-19 AstraZeneca terlihat selama sesi pelatihan cara memberikan suntikan vaksin COVID-19 di Asosiasi Perawat Korea di Seoul, Korea Selatan (17/2/2021). Korsel berencana memulai inokulasi virus COVID-19 dengan vaksin AstraZeneca pada 26 Februari. (AP Photo/Ahn Young-joon)

Beredar di media sosial terkait arti nama dari AstraZeneca perusahaan farmasi asal Inggris dan Swedia yang memproduksi vaksin covid-19. Postingan itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Kezia Maria. Dia mengunggahnya di Facebook pada 25 Maret 2021.

Dalam postingannya terdapat narasi:

"Another meaning of AstraZeneca (Arti Lain dari AstraZeneca) Weapon - Senjata That - Yang Kills - MembunuhTulisan berwarna merah artinya : SADARLAH, KALIAN YANG ...... (Artikan sendiri)"

Selain itu juga terdapat gambar orang yang membawa dus lengkap dengan APD dan juga botol vaksin.

Lalu benarkah AstraZeneca punya arti "senjata yang membunuh"? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini