Deretan Hoaks Seputar India, Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa menyerang negara mana saja tak terkecuali India. Bahkan hoaks seputar India banyak tersebar di seluruh dunia.

Lalu apa saja hoaks seputar India? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Video PM Gujarat Meninggal Dunia Saat Pidato

Sebuah video yang diklaim Perdana Menteri (PM) Gujarat meninggal dunia saat berpidato beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 16 Oktober 2021.

Dalam video berdurasi 58 detik itu, seorang pria yang diklaim PM Gujarat tengah terlihat berpidato di atas panggung.

Beberapa detik kemudian, pria tersebut tampak lemas dan tiba-tiba tak sadarkan diri. Seorang pengawal dan beberapa orang yang berada di atas panggung langsung memberikan pertolongan.

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar PM Gujarat meninggal dunia saat sedang berpidato.

"Allah bayar cash utk Perdana menteri Gujarat (india) mengatakan dlm pidatonya: "Saya muntahkan racun melawan Islam" Seketika itu juga Allah swt mencabut ruhnya dlm sekejap mata.Takabbur sommbong zhoolim sudah banyak pelajaran tuk mereka...

Gujarat CM Vijay Rupani pingsan di atas panggung," tulis akun Facebook tersebut.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 55 kali ditonton dan mendapat 2 komentar warganet.

Benarkah dalam video tersebut PM Gujarat meninggal dunia saat berpidato di atas panggung? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Teknologi 5G Bikin Kasus Covid-19 di India Meroket

India masih berjibaku melawan pandemi virus corona covid-19. Namun pandemi covid-19 gelombang kedua ini semakin sulit ditangani karena banyaknya hoaks.

Salah satu hoaks yang menghebohkan adalah terkait adanya teknologi 5G yang diklaim membuat kasus covid-19 di India meroket. Hoaks ini menyebar dengan narasi sebagai berikut:

"Pandemi gelombang kedua yang dijuluki corona ini bukan corona tapi disebabkan oleh pengujian jaringan 5G. Radiasi yang dilepaskan dari menara 5G membuat udara menjadi beracun. Itulah sebabnya orang menghadapi kesulitan bernafas dan sekarat. Tolong tuntut larangan pengujian 5G dan semuanya akan normal,"

Lalu benarkah klaim tersebut? Simak dalam artikel berikut ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Lainnya

Ilustrasi hoax
Ilustrasi hoax

3. Cek Fakta: Tidak Benar Pesawat Antariksa Milik China Jatuh di Laut India dalam Rangkaian Video Ini

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video pesawat antariksa apolo milik China jatuh di laut India. Klaim tersebut diunggah akun Faceboook Inyong Sepatu, pada 10 Mei 2021.

Unggahan video pesawat antariksa apolo milik China jatuh di laut India terdiri dari empat video yang menampilkan sejumlah benda bersinar bergerak bersamaan di langit.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Itu bkn comet tapi itu pesawat antariksa apolo .. Milik cina yg jatuh Dari luar angkasa ke bumi. Bergesekan dgn atmosfir. Jatuhnya di laut india"

Benarkah klaim video pesawat antariksa apolo milik China jatuh di laut India? Simak dalam artikel berikut ini...

4. Cek Fakta: Foto Ini Bukan Pembakaran saat India Diserang Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto pembakaran saat penyebaran Covid-19 India.

Klaim foto pembakaran saat penyebaran Covid-19 India tersebut diunggah akun Twitter Ranjir Kumar Maity, pada 26 April 2021.Unggahan tersebut berupa foto yang menampilkan sejumlah titik api yang sebagian sudah menjadi bara dan sejumlah orang.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"A total mismanagement by #Modi led Government in handling of Covid spread or making availability of sufficient oxygen and beds. Vishwaguru was #superspreader in the form of election rallies..#TMC200Paar#NoVoteToBJP#ModiOxygenDo #ModiDisasterForIndia"

Benarkah foto pembakaran saat penyebaran Covid-19 India? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel