Deretan Hoaks Seputar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Simak Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa menyerang dan mencatut nama siapa saja tak terkecuali Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. Hoaks ini beredar di aplikasi percakapan maupun media sosial.

Lalu apa saja hoaks seputar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Presiden Jokowi Copot Menag Yaqut pada 27 Oktober 2021

Beberapa waktu lalu tersebar informasi mengenai Presiden Jokowi mencopot Yaqut Cholil Qoumas dari jabatan Menteri Agama. Informasi ini disebarkan salah satu akun Facebook pada 27 Oktober 2021.

Unggahan tersebut berupa video dengan berisi beberapa cuplikan dari Yaqut dan beberapa politisi yang lain.

Video tersebut telah 10 ribu1,6 juta kali ditonton, 21 ribu kali disukai dan mendapat 21 ribu lebih komentar dari warganet.

Lalu, benarkah Presiden Jokowi mencopot Yaqut Cholil Qoumas dari jabatan Menteri Agama? Simak dalam artikel berikut ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Lainnya

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

2. Cek Fakta: Tidak Benar Presiden Jokowi dan Menag Yaqut Tak Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam

Kabar tentang Presiden Jokowi dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak mengucapkan selamat tahun baru islam beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Karya Tailor pada 13 Agustus 2021.

Akun Facebook Karya Tailor mengunggah gambar tangkapan layar cuitan dari akun Twitter @yashudha_naka. Akun Twitter tersebut mengunggah narasi bahwa presiden dan menteri agama tidak mengucapkan selamat tahun baru islam.

"TVRI MAUPUN TIPI SWASTA TDK ADA SATUPUN UCAPAN TAHUN BARU ISLAM. DARI MENTRI AGAMA ATAUPUN DR PRESIDEN.

ASTAGHFIRULLAH.

APAKAH NEGARA INI SUDAH JD NEGARA KOMUNIS? serius tanya?"

"BIPANG MANA TAU TAHUN HIJRIYAH," tulis akun Facebook Karya Tailor.

Konten yang disebarkan akun Facebook Karya Tailor telah 20 kali direspons dan mendapat 6 komentar warganet.

Benarkah presiden dan menteri agama tidak mengucapkan selamat tahun baru islam? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar PKS Pesan ke Menag Jangan Ganggu Radikal dan Terorisme

Kabar tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi pesan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar jangan mengganggu radikal dan terorisme beredar di media sosial.

Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Gatot W. Sast pada 24 Juni 2021. Akun Facebook Gatot W. Sast mengunggah gambar tangkapan layar artikel berjudul "Pesan PKS ke Menag Baru: Jangan Ganggu Radikal dan Terorisme" yang dimuat situs viva.co.id pada 23 Desember 2020.

"@@@KOMAIRRA

#EDISI : WAJAH ASLI WAHABI

*** Monggo silahkan dinilai sendiri ... 馃檹馃檹馃檹," tulis akun Facebook Gatot W. Sast.

Konten yang disebarkan akun Facebook Gatot W. Sast telah 17 kali dibagikan dan mendapat 111 komentar warganet.

Benarkah PKS memberi pesan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar jangan mengganggu radikal dan terorisme? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel