Deretan Hoaks Seputar Pfizer Selama Pandemi Covid-19, Simak Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pfizer menjadi salah satu produsen vaksin covid-19. Sayangnya hoaks terkait Pfizer justru marak selama pandemi ini.

Lalu apa saja hoaks seputar Pfizer selama pandemi covid-19? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar CEO Pfizer Albert Bourla Ditangkap FBI

Beredar informasi mengenai CEO Pfizer, Albert Bourla ditangkap oleh FBI karena telah membohongi publik tentang efektivitas vaksin COVID-19 Pfizer dan memalsukan data.

Informasi ini dibagikan oleh salah satu akun Facebook pada 8 November 2021. Akun tersebut juga mengunggah foto tangkapan layar dari situs berita Beaver Exclusive mengenai Albert Bourla ditangkap oleh FBI.

"CEO of Pfizer Albert Bourla arrested by FBI, he faces fraud charges for deceiving customers on the effectiveness of Pfizer Covid-19 vaccine, falsifying data and paying out large bribes," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah mendapatkan satu komentar, satu kali dibagikan, dan disukai tiga warganet.

Lalu, benarkah CEO Pfizer, Albert Bourla ditangkap oleh FBI karena telah membohongi publik tentang efektivitas vaksin COVID-19? Simak dalam artikel berikut ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Lainnya

Ilustrasi hoax. (via: istimewa)
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

2. Cek Fakta: Hoaks Vaksin Covid-19 Pfizer Bakal Ditambah Chip Microsoft untuk Kurangi Gejala

Beredar di media sosial postingan terkait vaksin covid-19 buatan Pfizer akan diupgrade dengan memasangkan chip dari Microsoft untuk mengurangi gejala. Postingan itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Karon LeMay Holley. Dia mengunggahnya di Facebook pada 25 April 2021.

Dalam postingannya terdapat potongan judul artikel berita "Pfizer Announces COVID-19 Vaccine Upgrade, Now Includes Microsoft Chip For Reduced Symptoms".

Atau dalam Bahasa Indonesia "Pfizer Mengumumkan Peningkatan Vaksin COVID-19, Sekarang Termasuk Chip Microsoft Untuk Mengurangi Gejala"

Lalu benarkah vaksin covid-19 buatan Pfizer akan diupgrade dengan memasangkan chip dari Microsoft untuk mengurangi gejala? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Covid-19 Pfizer Dijual Online di Malaysia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi vaksin Covid-19 Pfizer dijual lewat sentra dagang online di Malaysia. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi vaksin Covid-19 Pfizer dijual lewat sentra dagang online di Malaysia berupa tangkapan layar halaman entra dagang online yang menampilkan empat buah botol bertuliskan "COVID-19Coronavirus Vaccine" dengan latar belakang biru bertuliskan "Pfizer".

Dalam tangkapan layar tersebut juga terdapat tulisan "(Malaysia PFIZER Covid 19 Vaccine" dan harga RM 63.88.

Benarkah vaksin Covid-19 Pfizer dijual online di Malaysia? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel