Deretan Hoaks Seputar Swab Test Selama Pandemi Covid-19, Simak Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Namun hoaks terkait penyakit tersebut belum juga hilang.

Salah satu hoaks yang masih muncul adalah seputar swab test. Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Wajah dalam Foto Ini Akibat Swab Test

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto wajah akibat rutin swab test. Foto tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 16 Oktober 2021.

Unggahan tersebut menampilkan dua orang dengan lobang hidung yang lebih besar. Dalam foto tersebut terdapat tulisan "satu tahun setelah swab test".

"Akibat mau kemana mana wajib swap"

Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Ketika sudah terbiasa...#paksinsajahidungnya"

Benarkah klaim foto wajah setelah rutin swab test? Simak dalam artikel berikut ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Lainnya

Ilustrasi Cek Fakta
Ilustrasi Cek Fakta

2. Cek Fakta: Alat Swab Antigen Positif Covid-19 Saat Diberikan Air Keran, Simak Faktanya

Beredar di media sosial postingan video terkait alat tes swab antigen yang diberikan air keran hasilnya positif covid-19. Video itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang membagikannya adalah bernama Sahril Al Hamid. Dia mengunggahnya di Facebook pada 26 Juli 2021.

Dalam video berdurasi satu menit 29 detik itu terdapat satpam yang mencoba memasukkan air keran dalam tes swab antigen. Ternyata setelah ditunggu hasilnya positif.

Selain itu dalam video juga terdapat ajakan untuk tidak mau dites swab antigen karena isinya pembohongan. Akun tersebut juga menambahkan narasi "Air keran positif corona"

Lalu benarkah video alat tes swab antigen positif covid-19 setelah diberikan air keran? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Swab Test Bisa Membahayakan Otak

Beredar di media sosial postingan bahaya swab test terhadap otak manusia. Postingan ini sempat muncul beberapa bulan lalu namun hadir lagi dengan narasi yang berbeda.

Salah satu akun yang mempostingnya bernama Sulis Kahfi. Ia mengunggahnya di Facebook pada Rabu (18/11/2020).

Dalam postingannya ia mengunggah tangkapan layar percakapan dan tiga foto lain dengan narasi sebagai berikut. "Bkn. Swab itu biting (lidi, red) yang dimasukkan ke dlm hidung. Itu Bisa Resiko Lapisan Otak Pecah& Tjdi Pendarahan bisa mati. Ada kjdian spt itu di Canada."

Selain itu ia menambahkan narasi: "Uji swab itu kayak gini bosku Ternyata itu alat uji buat hewan yang idungnya panjang. Tebar manfaat baik ya,agar kebaikan balik padamu dan bertemu dengan orang orang baik..."

Lalu benarkah swab test bisa membahayakan otak? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel