Deretan Hoaks Seputar Tilang, Simak Faktanya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks bisa tersebar kembali dalam jangka waktu tertentu. Salah satu hoaks yang kerap muncul berulang adalah soal bukti pelanggaran atau tilang.

Lalu apa saja hoaks seputar tilang yang beredar? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta : Viral Lagi Informasi Hoaks Daftar Biaya Tilang Mencatut Nama Polri

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi terkait biaya tilang terbaru di Indonesia yang mencatut nama Polri. Informasi ini kembali beredar melalui pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp. Berikut narasinya:

*BIAYA tilang terbaru di indonesia*:

*KAPOLRI BARU MANTAB*

Sebagai berikut :

1. Tidak ada STNK Rp. 50, 000

2. Tdk bawa SIM Rp. 25,000

3. Tdk pakai Helm Rp. 25,000

4. Penumpang tdk Helm Rp. 10,000

5. Tdk pake sabuk Rp. 20,000

6. Melanggar lampu lalin- Mobil Rp. 20,000- Motor Rp. 10.000

7. Tdk pasang isyarat mogok Rp. 50,000

8. Pintu terbuka saat jalan Rp. 20,000

9. Perlengkapan mobil Rp. 20,000

10. Melanggar TNBK Rp. 50,000

11. Menggunakan HP/SMS Rp. 70,000

12. Tdk miliki spion, klakson- Motor Rp. 50,000- Mobil Rp. 50,000

13. Melanggar rambu lalin Rp. 50,000.

Dicopy dari Mabes Polri

Informasi yg hrs dipublikasikan & mungkin bermanfaat !!!

🚫 🚷 🚸

⛔⚠🚥🚦

🚓🚧🎫💰

JANGAN MINTA DAMAI

Segala pelanggaran di jalan Raya baik berkendara motor / mobil, "JANGAN MINTA DAMAI DAN MEMBERI UANG, KARENA ITU BERARTI MENYUAP"

Jadi, walaupun Polisi menawarkan damai, TOLAK SAJA karena itu HANYA PANCINGAN / JEBAKAN.Dan "Lebih baik minta di tilang, lalu nanti di urus di pengadilan"

Ini adalah Instruksi KAPOLRI kepada seluruh jajaran Polisi bahwa

"Bagi POLISI yang bisa membuktikan ada warga yg menyuap Polisi, Polisi tersebut mendapatkan BONUS sebesar Rp. 10jt /1 warga dan Penyuap kena hukuman 10 tahun"

(Nah, lebih besar kan daripada uang damai yg hanya 50 ribu s/d 100 rb, jelas aja akan ada oknum Polisi yang lebih pilih menjebak karena uangnya lebih besar).

INFORMASI INI PENTING HARAP jangan MAIN-MAIN, karena info tsb diatas banyak yg tidak tahu.Waspadai bila sekarang ada oknum Polisi sedang mencari-cari KELEMAHAN / KELENGAHAN agar kita terpancing untuk menyuap mereka dan mereka mendapat Bonus besar.

Beberapa teman mengatakan bahwa di JKT / SBY sudah banyak yg kena jebakan ini, karena banyak orang yang tidak tahu instruksi baru dari Kapolri ini.

Sebarkan berita ini ke siapa saja yg anda kenal dan kasihi, agar tidak terkena jebakan seperti ini.

"Semoga manfaat"

Benarkah informasi biaya tilang terbaru tersebut? Simak dalam artikel berikut ini...

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Selanjutnya

Ilustrasi hoax. (via: istimewa)
Ilustrasi hoax. (via: istimewa)

2. Cek Fakta: Beredar Pesan Berantai Berisi Informasi soal Tilang Elektronik, Simak Faktanya

Beredar di aplikasi percakapan pesan berantai berisi informasi soal tilang elektronik untuk para pengguna kendaraan. Pesan berantai ini ramai dibagikan sejak awal pekan kemarin.

Dalam pesan berantai yang beredar tilang elektronik mulai berlaku hingga 14 Maret 2021. Denda yang berlaku juga bisa mencapai Rp 5 juta.

Berikut isi pesan berantai tersebut selengkapnya:

"Hati2 Tilang Elektronik

Berlaku Utk Mobil & Sepeda Motor

• Jgn Pake Masker Asal2an

• Jgn Pegang Hp

• Perhatikan Marka Jalan

• Batas Kecepatan Di Tol

• Traffiklight Jgn Diterjang

• Kunci Helm Yg Benar

• Lampu & Liting Spd Motor Harus Ada Dan Saat Belok Harus Tepat Waktu

Mulai Tgl 14 Maret 2021

Serempak Seluruh Indonesia SudahMulai Berlaku :Sanksi Denda Bisa Sampe 5jt

Jajaran tidak lagi membawa surat Tilang melainkan akan langsung terekam oleh CCTV yg terpasang pada helm,motor,mobil para petugas dan lnsng terhubung melalui CC. ROOM masing" Polda.....

Hal ini untuk menghindari oknum nakal dan pelanggar nakal. "soo.. lbh waspada dan hati" yaaa gaaeesss"

Lalu benarkah pesan berantai berisi informasi soal tilang elektronik tersebut? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Denda Tilang di Tol Jombang- Mojokerto Akibat Ngebut

Beredar foto viral di Facebook terkait denda karena mengebut di jalan tol Jombang ke Mojokerto. Kabar tersebut ramai dibicarakan sejak awal pekan ini.

Salah satu yang membagikan postingan viral tersebut adalah Nasirudin. Dia mempostingnya pada Senin (27/7/2020) siang.

Dalam foto tersebut terdapat narasi, "Tarif Toll 17.500, plus BAYAR Tilang 71.500, - (Bayar di Exit Toll).

Selain itu dalam postingannya, akun Facebook itu mengunggah kalimat, "Foto Struk yg Viral

1. Struk ini ga konsisten. Kalau mau konsisten harusnya kalau menggunakan bahasa Indonesia ya sebaiknya Indonesia semua. Terpaksa mencomot bahasa asing karena tidak ada Indonesianya bisa cetak miring.

2. Yang memposting ini balance adalah denda, dia tidak bisa membedakan antara fine dan balance."

Lalu benarkah ada denda tilang karena melanggar batas kecepatan rata-rata di jalan tol Jombang-Mojokerto? Simak dalam artikel berikut ini...

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel