Deretan Hoaks Seputar Vaksin Covid-19, Booster Hingga Vaksin Anak-Anak

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hoaks seputar vaksin covid-19 masih terus beredar di masyarakat. Hoaks ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks seputar vaksin covid-19 terbaru? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Pfizer Siapkan Vaksin Covid-19 Booster Mingguan Untuk Cegah Lockdown Akibat Varian Omicron

Beredar di media sosial postingan terkait Pfizer yang menyiapkan vaksin covid-19 dan disuntikkan mingguan untuk mencegah lockdown akibat varian Omicron. Postingan ini ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu yang mengunggahnya berada di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 13 Desember 2021.

Dalam unggahannya terdapat cuplikan layar artikel berita berjudul "Pfizer Scientists Warn Weekly Vaccinations May Be Needed For Omicron Variant COVID-19 To Prevent Lockdown"

atau dalam Bahasa Indonesia:

"Ilmuwan Pfizer Peringatkan Vaksinasi Mingguan Mungkin Diperlukan Untuk Varian Omicron COVID-19 Untuk Mencegah Lockdown"

Lalu benarkah postingan yang menyebut Pfizer sedang menyiapkan vaksin covid-19 booster mingguan untuk mencegah lockdown akibat varian Omicron? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Covid-19 Sinovac Merupakan Bahan Ujicoba Bagi Anak-Anak Indonesia

Beredar di media sosial postingan video terkait vaksin covid-19 buatan Sinovac merupakan bahan ujicoba bagi anak-anak Indonesia. Postingan ini ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Dalam video yang beredar terdapat seorang pria yang mengajak untuk menolak pemberian vaksin covid-19 bagi anak-anak. Ia menyebut vaksin covid-19 yang akan diberikan merupakan bahan ujicoba bagi anak-anak Indonesia.

Pria itu beralasan vaksin covid-19 bagi anak-anak buatan Sinovac belum melakukan tes ujicoba atau studi bagi anak Indonesia. Ia juga mengajak sejumlah orang di video tersebut untuk melakukan aksi penolakan pada 22 Desember 2021.

Lalu benarkah video yang mengklaim vaksin covid-19 Sinovac merupakan bahan ujicoba bagi anak-anak Indonesia? Simak dalam artikel berikut ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hoaks Lainnya

Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

3. Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Sebabkan Sperma Membeku dan Mr P Mengecil

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin membuat sperma membeku dan Mr P mengecil. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 29 September 2021.

Unggahan klaim vaksin membuat sperma membeku dan Mr P mengecil berupa tangkapan layar percakapan yang didalamnya terdapat dua foto tangan dan tulisan seperti berikut:

"Permisi lur, bener omongan gue kmrnkan, memang sp*rmny membeku menggumpak kyk jell bening.tp klo udh kering ni jdny kek butiran2 kristal bs ngglinding2.pengaruh jg di ukuran mr.P jd mengecil nggak seperti seblm. kemungkinan bs laki2 berpaksin berisikoKemandu ya lurr?"

Kemudian unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Mengumpl kek jeli dan MR.P pun jadi mengecil 馃槀馃槺Coba tanya bapak2 yang sdh fucksin apakah bener nih kek gini ceritanya? 馃榿Bahaya tingkat Tinggi 馃槀馃槀"

Benarkah klaim vaksin membuat sperma membeku dan Mr P mengecil? Simak dalam artikel berikut ini...

4. Cek Fakta: Tidak Benar Ini Video Penutupan Pusat Vaksin Rumania karena 70 Persen Warga Menolak Disuntik

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video penutupan pusat vaksin di Rumania karena 70 persen warganya menolak disuntik. Video tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Oktober 2021.

Klaim video penutupan pusat vaksin di Rumania karena 70 persen warganya menolak disuntik menampilkan sejumlah titik cahaya di halaman sebuah bangunan.

Dalam video tersebut terdapat tulisan sebagai berikut:

"Luar biasa.!!!

Pemerintah Rumania menutup semua pusat vaksin.!

Karena 70% warganya tidak mau

mau menerima suntikan Pemaksaan terhadap Rakyat tidak berhasil.

Rakyat menang.!"

Benarkah klaim video penutupan pusat vaksin di Rumania karena 70 persen warganya menolak disuntik? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel