Deretan Hoaks soal Masker Selama Pandemi Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi virus corona covid-19 hampir berjalan selama satu tahun, namun hoaks soal masker masih beredar luas. Padahal pemakaian masker sangat penting untuk mencegah penularan virus corona covid-19.

Salah satu yang terbaru adalah yang mencatut nama WHO. Dalam hoaks yang beredar disebutkan masker tidak disarankan lagi untuk dipakai tahun ini, berikut artikel lengkapnya:

1. Cek Fakta: Hoaks Saran WHO Orang Sehat Berhenti Memakai Masker

Beberapa hari terakhir ini, netizen Facebook ramai-ramai membagikan kicauan Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) yang menyebut orang sehat tidak perlu memakai masker di masa pandemi covid-19.

Mereka membagikan kicauan akun Twitter World Health Organization Western Pacific soal orang sehat tidak perlu masker dengan narasi sebagai berikut:

"If you do not have any respiratory symptoms, such as fever, cough, or runny nose, you do not need to wear a medical mask. When used alone, masks can give you a false feeling of protection and can even be a source of infection when not used correctly."

Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

"Jika Anda tidak mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti demam, batuk, atau pilek, Anda tidak perlu menggunakan masker. Saat digunakan sendiri, masker dapat memberi Anda perasaan perlindungan yang salah dan bahkan dapat menjadi sumber infeksi jika tidak digunakan dengan benar."

Itu merupakan unggahan akun Facebook Kim Moran pada 25 Januari 2021. Unggahan berupa tangkapan layar dari akun Twitter WHO regional Western Pacific mendapat banyak respons dari netizen.

Lalu, benarkah WHO sudah menyarankan orang sehat tidak perlu menggunakan masker lagi di masa pandemi covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

2. Cek Fakta: Tidak Benar Menggunakan Masker Berakibat Infeksi Staph

Sejumlah pria mengenakan masker berjalan melewati bendera nasional India di New Delhi (16/9/2020). Total kasus Covid-19 di India melampaui lima juta pada 16 September, data kementerian kesehatan menunjukkan Pandemi meluas cengkeramannya di negara tersebut. (AFP/Sajjad Hussan)
Sejumlah pria mengenakan masker berjalan melewati bendera nasional India di New Delhi (16/9/2020). Total kasus Covid-19 di India melampaui lima juta pada 16 September, data kementerian kesehatan menunjukkan Pandemi meluas cengkeramannya di negara tersebut. (AFP/Sajjad Hussan)

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim menggunakan masker berakibat infeksi staphylococcus yang biasa disingkat infeksi staph.

Klaim klaim menggunakan masker berakibat infeksi staph tersebut diunggah akun Facebook Peter Hemes, pada 28 Oktober 2020.

Unggahan tersebut berupa foto wajah sorang wanita yang mengalami luka pada bagian bibir.

Foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Staph infection from wearing a mask."

Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, sebagai berikut:

"Infeksi staph karena memakai masker."

Benarkah menggunakan masker berakibat infeksi staph? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Benarkah Masker Penyebab Utama Kematian Pandemi Flu Spanyol? Ini Faktanya

Seorang perempuan yang mengenakan masker berjalan-jalan dengan tas belanjannya di Wina, Austria pada Senin (8/2/2021). Austria mulai melonggarkan lockdown covid-19 ketiga mereka mulai 8 Februari dengan mengizinkan sekolah, museum dan toko dibuka kembali. (HELMUT FOHRINGER /APA/AFP)
Seorang perempuan yang mengenakan masker berjalan-jalan dengan tas belanjannya di Wina, Austria pada Senin (8/2/2021). Austria mulai melonggarkan lockdown covid-19 ketiga mereka mulai 8 Februari dengan mengizinkan sekolah, museum dan toko dibuka kembali. (HELMUT FOHRINGER /APA/AFP)

Sejak pandemi virus corona covid-19 melanda dunia, pemakaian masker sudah menjadi gaya hidup. Pemakaian masker dimaksudkan untuk mencegah penularan covid-19 yang belum mereda.

Namun, ada segelintir orang yang menolak menggunakan masker. Bahkan, mereka malah menyebut pemakaian masker menjadi penyebab utama kematian saat pandemi Flu Sanyol yang terjadi di tahun 1918.

Begini klaim yang mengatakan kalau penggunaan masker menjadi penyebab utama kematian saat pandemi Flu Sanyol yang terjadi di tahun 1918:

"Pada tahun 2008, Dr. Anthony Fauci menulis sebuah makalah tentang Epidemi Flu Spanyol.Jadi dalam mempelajari pandemi besar dan sebenarnya ini, apa yang dilakukan Dr. Fauci dan rekan-rekannya temukan?

Mereka menemukan bahwa sebagian besar korban Flu Spanyol tidak meninggal karena Flu Spanyol.

Mereka meninggal karena radang paru-paru bakteri. Dan pneumonia bakteri disebabkan oleh.... tunggu saja, tunggu saja.... memakai masker.

Dokter Bedah AS tahu selama ini.."

Ada tiga akun Facebook yang mengunggah klaim tersebut, yakni Don't Be Silent - Break It, Body Temple Health, dan Lane Joseph. Ketiganya membagikan informasi tersebut di penghujung bulan Oktober 2020.

Lalu, benarkah klaim tersebut? Simak dalam artikel berikut ini...

4. Cek Fakta: Benarkah Pneumonia Bakterial Berasal dari Penggunaan Masker Secara Rutin?

Seorang delivery man yang mengenakan jaring rambut dan masker berjalan di Bangkok, Thailand pada Senin (4/1/2021). Pejabat kesehatan di Thailand pada Senin mencatat 745 kasus virus corona baru, rekor tertinggi harian di negara itu sejak dimulainya  pandemi COVID-19. (Jack TAYLOR / AFP)
Seorang delivery man yang mengenakan jaring rambut dan masker berjalan di Bangkok, Thailand pada Senin (4/1/2021). Pejabat kesehatan di Thailand pada Senin mencatat 745 kasus virus corona baru, rekor tertinggi harian di negara itu sejak dimulainya pandemi COVID-19. (Jack TAYLOR / AFP)

Media sosial Facebook kembali dihebohkan dengan teori konspirasi soal virus corona covid-19. Kali ini disebutkan bahwa pneumonia bakterial berasal dari penggunaan masker.

Adalah Tanisha Rochelle Atkins-Streling yang mengunggah informasi pneumonia bakterial berasal dari penggunaan masker secara rutin. Begini narasi yang dia buat:

"Hmmm sangat menarik.. ternyata memakai masker menyebabkan pneumonia bakterial yang sepertinya kambuh dari Flu Spanyol 1918... Orang yang memakai maskerlah yang dikubur."

Dia mengunggah informasi itu pada 22 Oktober 2020. Sejak ada di Facebook, informasi tersebut sudah dibagikan ulang oleh warganet lainnya hingga 36 kali.

Lalu, benarkah pneumonia bakterial berasal dari penggunaan masker secara rutin? Simak dalam artikel berikut ini...

Saksikan video pilihan berikut ini