Deretan Hoaks yang Serang Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac, Mulai Uji Klinis Hingga Harganya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta - Vaksin covid-19 buatan Sinovac akhirnya telah disuntikkan di Indonesia. Presiden Joko Widodo, menjadi orang pertama yang divaksinasi, Rabu (13/1/2021).

Vaksin covid-19 boleh digunakan setelah mendapat EUA dari BPOM. Selain itu vaksin ini juga telah mendapat sertifikat halal dari MUI.

Menariknya, vaksin covid-19 buatan Sinovac ini menjadi salah satu sasaran hoaks sejak pandemi covid-19 tahun lalu. Hoaks banyak disebarkan di media sosial maupun aplikasi percakapan.

Lalu apa saja hoaks vaksin covid-19 buatan Sinovac mulai dari uji klinis hingga akhirnya mendapat izin dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI? Berikut beberapa diantaranya...

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Hoaks vaksin covid-19 buatan Sinovac

Bahan baku (bulk) vaksin COVID-19 Sinovac sejumlah 15 juta dosis tiba di Indonesia, Selasa, 12 Januari 2021 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 12.05 WIB, dibawa pesawat Garuda Indonesia bernomor GA891. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Bahan baku (bulk) vaksin COVID-19 Sinovac sejumlah 15 juta dosis tiba di Indonesia, Selasa, 12 Januari 2021 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 12.05 WIB, dibawa pesawat Garuda Indonesia bernomor GA891. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

1. Cek Fakta: Hoaks Uji Klinis Calon Vaksin Virus Corona Covid-19 Hanya di Indonesia

Beredar di Facebook postingan terkait vaksin virus corona covid-19. Postingan tersebut banyak dibagikan sejak awal pekan ini.

Salah satunya adalah akun @AhmadGhozali yang memposting foto tersebut pada, Selasa (21/7/2020). Postingan tersebut sudah dibagikan sebanyak 49 kali dan mendapat 20 komentar.

Unggahan foto tersebut disertai dengan narasi:

"Dalam Sejarah Pemimpin Dunia, Hanya Di Rezim Saat ini Yang Bahagia Melihat Rakyatnya Akan Di jadikan Kelinci Percobaan Vaksin Corona Dari China, Sedangkan China Sendiri Tak menguji Coba Pada Rakyatnya Sendiri.

Apakah ini bagian dari konspirasi jahat dari pejabat penghianat !!Sangat Miris ...."

Kemudian pada bagian foto juga terdapat tulisan, "konspirasi jahat dari pejabat penghianat."

Lalu benarkah klaim bahwa vaksin virus corona covid-19 hanya diuji coba di luar China, khususnya Indonesia? Simak dalam artikel berikut ini....

2. Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Sinovac China Membuat Relawan Menjadi Positif Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin Sinovac, China membuat relawan menjadi positif virus corona baru (Covid-19).

Klaim vaksin China membuat relawan menjadi positif tersebut diunggah akun M Wandi Al Fath, pada 11 September 2020.

Unggahan tersebut berupa tangkapan layar judul artikel media online "Waduh! Relawan yang SUdah Disuntik Vaksin China Kini Malah Positif Corona".

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Vaksinnya sudah berhasil membuat jadi positif, lanjutkenn".

Benarkah vaksin Sinovac China membuat relawan menjadi positif Covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Benarkah Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia Lebih Mahal Ketimbang Brasil?

Beredar di media sosial terkait harga vaksin covid-19 Sinovac di Indonesia yang diklaim terlalu mahal ketimbang di Brasil. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan ini.

Salah satu akun yang membagikannya adalah Rom Lee. Dia mempostingnya pada 13 Oktober 2020.

Dalam postingannya ia menyertakan link berita dari CNBCIndonesia.com. Namun disertai narasi,

"Brasil Beli Vaksin Sinovac Rp 29 Ribu, Kok RI Rp 365 Ribu? Kok bisa ? Ini rantai distribusinya yg kepanjangan atau rente distribusinya yg kegedean ?"

Lalu benarkah harga vaksin covid-19 terlalu mahal ketimbang Brasil? Simak dalam artikel berikut ini...

Hoaks Selanjutnya

Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd. Beijing, China. (Xinhua/Zhang Yuwei)
Sampel vaksin COVID-19 nonaktif di Sinovac Biotech Ltd. Beijing, China. (Xinhua/Zhang Yuwei)

4. Cek Fakta: Benarkah Vaksin Sinovac Hanya untuk Kelinci Percobaan dan Mengandung Bahan Berbahaya

Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp terkait vaksin covid-19 buatan Sinovac. Pesan berantai tersebut ramai dibagikan sejak akhir pekan ini.

Dalam pesan berantai itu disebutkan bahwa vaksin covid-19 hanya untuk kelinci percobaan dan banyak mengandung bahan berbahaya. Berikut isi pesan berantai tersebut selengkapnya;

"Coba perhatikan kemasan Vaksin Sinovac Covid-19 yang akan di suntikkan kepada warga. Jelas bertuliskan "Only for clinical trial" (Hanya untuk uji coba klinis alias untuk kelinci percobaan).

Dan perhatikan "Composition and Description" Yaitu berasal dari Vero Cell atau berasal dari jaringan Kera hijau Afrika (Jelas tidak halal), kemudian mengandung Virus hidup yang dilemahkan, dan mengandung bahan dasar berbahaya (Boraks, formaline, aluminium, merkuri, dll).

Belum lagi yang tidak tertulis pada kemasan yaitu tidak ada jaminan tidak tertular penyakit setelah di vaksin dan tidak ada jaminan atau kompensasi dari perusahaan Sinovac jika terjadi cedera vaksin atau KIPI pada korban Vaksin.

Sumber yang membahas efek samping vaksin Sinovac Covid-19:

Hasil keterangan FDA klik https://www.fda.gov/media/143557/download?fbclid=IwAR2U4e-sAyI1FmRSsxwFncalEoEoPVEoLI6y2zFLWL2Y7QtCzpToO41sMwM Hasbunallah wani'mal wakiil."

Lalu benarkah pesan berantai berisi klaim beberapa hal terkait vaksin covid-19 buatan Sinovac itu? Simak dalam artikel berikut ini...

5. Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Sinovac Mengandung Sel Vero dari Monyet Hijau Afrika

Kabar tentang vaksin virus corona Covid-19, Sinovac mengandung sel vero dari monyet hijau afrika beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Hary Suhendar pada 10 Desember 2020.

Akun Facebook Hary Suhendar mengunggah gambar tangkapan layar berisi status dari akun Facebook Andini Octavia Pratiwi.

Dalam gambar tersebut terdapat kemasan vaksin Sinovac bertuliskan vero cell. Akun Facebook Hary Suhendar kemudian mengaitkan gambar tersebut dengan kandungan sel vero dalam vaksin Sinovac.

"Sudah saya katakan berulangkali supaya jera dan malu, sel ginjal monyet hijau afrika itu hanya cocok buat mereka yang kelakuannya seperti monyet juga yang bermata hijau kalau liat fulus (para koruptor),

ini gimana sih ngaku muslim, sudah sangat jelas seperti halnya dibungkus rokok membunuhmu, dikemasan masker jelas tulisan penggunaan masker yg tdk sesuai sop menyebabkan kanker, ini juga sudah sangat jelas dikemasan vaks1n VERO CELL = SEL MONYET = HARAM JADAH, nga ada logo halal mui dan kondisinyapun sudah tidak darurat (helo 99.98% dari kita sudah 11bulan masih sehat dan hidup), tapi seperti ada yang "tertutup"

tapi yah begitulah, nantipun sudah sangat jelas ada makhluk yang diriwayatkan dihadist shahih yang dijidadnya tertulis KAFARO = dajjal, tapi tetap saja akal dan hati mereka akan tertutup dan mengatakan "bukan itu nabi utusan Tuhan", dan kemudian melanjutkan dengan mengatakan syirik besar "iya itu Tuhan itu sendiri yang mendatangkan hujan dan menghidupkan orang mati", lahawla walaquowata illabillah," tulis akun Facebook Hary Suhendar.

Konten yang disebarkan akun Facebook Hary Suhendar telah 6 kali dibagikan dan mendapat 6 respons warganet.

Benarkah vaksin Sinovac mengandung sel vero dari monyet hijau afrika? Simak dalam artikel berikut ini....

6. Cek Fakta: Hanya Indonesia yang Pesan Vaksin Covid-19 Buatan China? Simak Buktinya

Pada 5 Januari 2021, pemilik akun Facebook atas nama Ariyo Dermawan mengunggah klaim yang menyebut hanya Indonesia yang membeli vaksin virus corona covid-19 buatan China, Sinovac.

Dalam klaimnya, Ariyo Dermawan menyebut, dari 20 negara yang memesan vaksin covid-19 buatan China, hanya Indonesia yang melanjutkan pemesanan. Begini klaimnya:

"Di beberapa negara, pasca pemberian vaksin muncul berbagai gejala dan masalah terhadap relawan uji coba vaksin (Silahkan googling untuk hal ini). Dari 20 negara yang mulai memesan vaksin, hanya Indonesia saja yang memesan Vaksin Sinovac dari China.

Yang jelas saya pribadi akan menolak dengan alasan vaksin belum lolos uji coba klinis dan bahkan ditolak oleh beberapa negara. Saya tidak membutuhkan dan punya hak untuk menentukan sendiri jenis pelayanan kesehatan untuk diri saya sendiri. Terlebihnya, saya tidak ingin jadi kelinci percobaan.

Atau bagaimana dengan teman-teman tenaga kesehatan sebagai “orang pertama” yang akan menerima vaksin? Bersediakah?"

Lalu, benarkah hanya Indonesia yang membeli vaksin covid-19 buatan China? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: