Deretan Jenderal Kawal KPK Periksa Lukas Enembe di Papua

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyambangi kediaman Lukas Enembe, di Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Firli dan para penyidik KPK ingin memeriksa Lukas yang terbelit kasus dugaan korupsi APBD.

Namun tak cuma KPK, sederet jenderal juga ikut mendampingi kehadiran Firli Dkk. Mereka adalah Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Mayjen TNI Gustav Agus Irianto,

Sebelum bergerak ke kediaman Lukas, lebih dulu Ketua KPK melakukan rapat kordinasi dengan jajaran keamanan. Rapat berlangsung di ruang kerja Kapolda Papua.

Usai pertemuan itu, rombongan langsung menuju mini bus yang telah disiapkan guna mengantarkan mereka ke kediaman Lukas Enembe.

Ketua KPK Firli Bahuri, belum mau berkomentar atas kedatangannya ini.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri, juga menolak komentar. Dia berjanji akan memberikan keterangan setelah kembali dari rumah Lukas Enembe.

"Nanti saja, balik dari kediaman Pak Lukas, baru bertanya ya," ucap Kapolda Papua, mendampingi Ketua KPK naik ke bus mini.

Sebelumnya, Kapolda Papua menuturkan, Gubernur Lukas Enembe sudah menyatakan kesiapannya untuk menerima tim dan dokter KPK. Menurut dia, dokter independen dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang akan mendampingi dokter KPK.

"Saya akan dampingi saat tim KPK bertemu dengan Gubernur Enembe," kata Kapolda Fakhiri.

Dia mendukung langkah KPK menegakkan hukum, termasuk memeriksa Lukas yang diduga terjerat kasus gratifikasi. Namun, di satu sisi harus melihat sisi kemanusiaannya.

Apalagi, kata Kapolda, Lukas telah empat kali mengalami serangan stroke.

Tim Kuasa Hukum Lukas Enembe menegaskan, bakal kooperatif dalam menghadapi kasus hukum di KPK.

Salah satu Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua (THAGP), Roy Rening mengatakan, kubu Lukas Enembe tidak berkeberatan, dan bersedia kooperatif akan kedatangan KPK ke ke diaman Lukas Enembe.

"Kita tetap kooperatif, jika klien kami Lukas Enembe sehat dan mampu menjawab pertanyaan, silakan dilanjutkan. Tapi kalau klien kami sudah tidak mampu menjawab karena sakitnya, baiknya dihentikan, proses pertanyaannya,” ujar Roy.

Dari hasil diskusi dengan keluarga, dimana pihak keluarga Lukas Enembe janji akan kooperatif dengan kedatangan Ketua KPK dan penyidiknya.

Kuasa Hukum Lukas lainnya, Aloysius Renwarin mengatakan, kliennya kini tengah menunggu KPK untuk diperiksa kesehatannya.

Aloysius memastikan, kliennya akan kooperatif. Termasuk dengan pihak keluarga yang juga akan menyambut kedatangan KPK. "Keluarga kooperatif," jamin dia.

Dikonfirmasi terpisah, pemeriksaan kesehatan terhadap Lukas dari KPK adalah perintah dari Ketua KPK Firli Bahuri. Menurut Firli, hal itu menjadi penting dan lebih utama, mengingat pertaruhan yang bersangkutan adalah nyawa sebab penyakitnya.

"Tugas utama kita mempercepat kesehatannya supaya lebih pulih," kata Firli.

Firli memastikan, apa yang dilakukan KPK bukan sebuah keistimewaan khusus karena latar belakang dan jabatan Lukas. Sebab, KPK mengacu pada Pasal 112 dan 113 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) untuk tindakan ini.

"Kita ingin mengedepankan dan memenuhi hak-hak seorang tersangka, setelah itu KPK tetap menuntaskan perkara ini. Sehingga nanti tim KPK penyidik, IDI, akan berangkat ke Papua. Untuk waktu tentu akan kami sampaikan pada saatnya, tidak untuk saat ini," kata Firli. [rnd]