Deretan Kasus yang Pernah Dibongkar Irjen Ferdy Sambo

Merdeka.com - Merdeka.com - Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo sedang hangat menjadi perbincangan. Bukan terkait posisinya sebagai petinggi Polri, melainkan isu rumah tangga yang mengancam.

Pihak yang diduga mengancam rumah tangga Irjen Ferdy Sambo tidak lain adalah sopir pribadi istrinya, Brigadir J.

Demikian diungkap Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Ahmad Ramadhan. Peristiwa itu berujung baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E yang merupakan ajudan Irjen Ferdy Sambo.

Di balik insiden yang bikin heboh, faktanya Irjen Ferdy Sambo telah menorehkan sejumlah prestasi di Korps Bhayangkara.

Sederet pengungkapan kasus telah dilakukan pria lulusan Akpol 1994 ini. Karir pria kelahiran Sulawesi Selatan 9 Februari 1973 di Kepolisian terbilang moncer.

Dihimpun dari sejumlah sumber, berikut sederet kasus menonjol yang pernah diungkap atau terlibat Irjen Ferdy Sambo dalam tim pengungkapan:

1. Bom Sarinah Thamrin (2016)

Irjen Ferdy Sambo terlibat pengungkap Bom Sarinah pada 14 Januari 2016.

2. Kasus Kopi Sianida Mirna-Jessica Wongso (2016)

Dalam kasus kopi dicampur racun sianida, Irjen Ferdy Sambo ikut dalam penyelidikan. Saat itu, ia menjabat Wadireskrimum Polda Metro Jaya dan masih berpangkat AKBP atau melati dua di tahun 2016.

3. Kasus Perdagangan Orang Jaringan Timur Tengah (2019)

Irjen Ferdy Sambo menjabat Wadirtipidum Bareskrim Polri dengan pangkat Kombes atau melati tiga.

Bareskrim saat itu menangkap delapan tersangka tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Tersangka berasal dari empat jaringan Timur Tengah, yakni Maroko, Suriah, Turki dan Arab Saudi di tahun 2019.

Tiap jaringan memiliki keunikan tersendiri. Jaringan Moroko misalnya, tersangka sudah merekrut 500 korban untuk diperdagangkan.

Ada dua tersangka yang ditangkap dari jaringan ini, yaitu Mutiara binti Muhammad Abas dan Farhan bin Abuyarman. Masing-masing telah merekrut 300 dan 200 korban.

Untuk jaringan Arab Saudi tersangka tidak hanya warga Indonesia, tetapi melibatkan warga asing. Mereka adalah Neneng Susilawati binti Tapelson dari Indonesia, serta Abdalla Ibrahim Abdalla alias Abdullah, dan Faisal Hussein Saeed alias Faisal dari Arab Saudi.

4. Gerebek Karaoke Venesia Beroperasi saat PSBB (2020)

karaoke venesia beroperasi saat psbb 2020 rev2
karaoke venesia beroperasi saat psbb 2020 rev2.jpg

Irjen Ferdy Sambo memimpin penggerebekan Karaoke Eksekutif Venesia BSD di Serpong Sub District, tangerang Selatan, Rabu (19/8/2020).

Saat itu, Ferdy Sambo masih berpangkat Brigjen Polisi dan menjabat Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

Saat itu, Karaoke Venesia melanggar masa PSBB ketika awal Pandemi Covid-19 menghantam dalam negeri.

Selain melanggar, karaoke itu juga diduga melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual.

5. Tangkap Djoko Tjandra di Malaysia (2020)

Irjen Ferdy Sambo ikut dalam penangkapan Djoko Tjandra, terpidana kasus hak tagih (cassie) Bank Bali di sebuah unit apartemen di Kuala Lumpur, Malaysia tahun 2020 lalu.

Penangkapan dilakukan Polri setelah berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yakni Inspektur Jenderal of Police Malaysia Abdul Hamid bin Bador pada 23 Juli 2020.

Pun, dalam kasus ini Irjen Ferdy Sambo juga menjerat rekannya sesama Bhayangkara yakni Brigjen Prasetijo Utomo yang terlibat penerbitan surat jalan palsu Djoko Tjandra selama menjadi buronan Polri.

Saat itu Ferdy Sambo menjabat Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berpangkat Brigjen Polisi atau Jenderal Bintang Satu.

"Seharusnya setiap anggota Polri yang menjadi penyidik memahami Perkap 6 Tahun 2019," tegas Sambo kala itu.

6. Ungkap Kasus Kebakaran Gedung Kejagung (2020)

Di tahun dan jabatan juga pangkat yang sama, Ferdy Sambo mengungkap peristiwa kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ferdy Sambo memastikan kebakaran hebat yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung disebabkan karena api dari puntung rokok. Dia menyatakan, kesimpulan yang didapat tim penyelidik dan penyidik tak mengada-ada.

"Tim penyidik gabungan kasus kebakaran Kejagung tak akan terjebak politisasi, sesuatu yang tak ada namun didorong supaya ada. Penyidik tak mengada-ada," katanya, Sabtu (24/10/2020) lalu.

Sambo menyatakan pihaknya sudah membeberkan secara gamblang penyebab terjadinya kebakaran di Kejagung pada, Jumat, 23 Oktober 2020 kemarin dalam konferensi pers.

Menurut Sambo, sebelum penyelidik dan penyidik Polri menetapkan api dari puntung rokok sebagai penyebab kebakaran, pihaknya telah lebih dahulu berkoordinasi dengan para ahli.

"Dalam proses penyelidikan dan penyidikan, tim penyidik gabungan Polri sudah profesional dan menggunakan ahli yang profesional di bidang kebakaran," kata dia. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel