Deretan Mahakarya I Nyoman Nuarta yang Desain Istana Negara Ibu Kota Baru

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sosok seniman I Nyoman Nuarta kini tengah banyak jadi sorotan. Setelah jadi pemenang sayembara Istana Garuda Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur, desain final Istana Presiden rancangannya pun telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

I Nyoman Nuarta sendiri bukan sosok asing di dunia seni perpatungan. Pria kelahiran Tabanan 70 tahun silam ini telah banyak membuat berbagai mahakarya. Sebut saja salah satunya Patung Fatmawati Soekarno di Kota Bengkulu.

Selain itu, ada pula monumen Arjuna Wijaya yang berdiri gagah di tengah kota Jakarta, Patung Jalesveva Jayamahe setinggi 60 meter di Surabaya, hingga proyek ambisius Garuda Wisnu Kencana atau GWK yang tampak menjulang gagah dan dapat dilihat para turis yang tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

Karyanya pun tersebar tak hanya di Indonesia, tapi juga di Singapura, Filipina, Australia, Spanyol, hingga banyak negara lainnya.

Nyoman Nuarta juga banyak bergabung dengan organisasi internasional, seperti International Sculpture Center Washington (Amerika Serikat), Royal British Sculpture Society (London, Inggris), hingga Steering Committee for Bali Recovery Program.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penghargaan

Para pekerja membersihkan patung kuda Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Patung yang dibangun sejak 1987 karya pematung Nyoman Nuarta tersebut dibersihkan dan ditata kembali untuk memperindah kota. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Para pekerja membersihkan patung kuda Arjuna Wijaya di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Patung yang dibangun sejak 1987 karya pematung Nyoman Nuarta tersebut dibersihkan dan ditata kembali untuk memperindah kota. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Beragam penghargaan pun sudah banyak digondolnya, seperti saat jadi pemenang dalam lomba Patung Proklamator Republik Indonesia di 1979 untuk membuat patung presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Kala itu, Nuarta masih berstatus mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Seni Patung. Sejak penghargaan tersebut, namanya pun terus mencuat jadi salah satu seniman patung ternama Tanah Air.

Terbaru, pada 3 November 2021, Nuarta menerima penghargaan Chevalier dans l'Ordre des Arts et Lettres, atau Ksatria Seni dan Sastra dari Pemerintah Perancis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel