Deretan Manfaat Makan Ikan, Salah Satunya Tingkatkan Imunitas

Tasya Paramitha, Syaefullah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Rendahnya konsumsi ikan di Indonesia berbanding terbalik dengan wilayahnya yang kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan, serta merupakan pemasok 10 persen komoditas perikanan dunia.

Ketua Departemen Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Toto Sudargo mengatakanbahwa tingkat konsumsi ikan rata-rata di Indonesia tahun lalu hanya 23 kilogram per orang per tahun. Sedangkan, di Jepang konsumsi makan ikan 110 kilogram per orang per tahun.

"Selain itu, di negara maju, konsumsi seafood menjadi bagian penting dalam kehamilan dan kelahiran. Mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan," kata Toto dalam diskusi virtual Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Jumat, 23 April 2021.

Toto mengingatkan bahwa jika tidak menemukan ikan laut, ikan darat pun tidak apa. Meskipun kadar omega 3 nya jauh lebih rendah dari ikan laut, apalagi ikan laut dalam.

"Ikan yang proteinnya paling tinggi adalah teri kering dan peda. Jadi tidak usah khawatir, ikan murah bukan berarti gizinya jelek," katanya.

Selanjutnya, Dirjen Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP KKP), Artati Widiarti, mengajak masyarakat untuk makan ikan demi kemajuan bangsa.

Ia menyampaikan bahwa makan ikan dapat meningkatkan kualitas SDM dan daya saing bangsa melalui generasi yang sehat dan cerdas, karena keunggulan ikan, di antaranya kandungan gizinya lengkap, baik gizi mikro maupun makro, yang bermanfaat untuk mencegah sindrom autism.

"Sumber omega 3, meningkatkan imunitas, meningkatkan kelenturan pembuluh darah, sehingga baik untuk berbagai kelompok usia," kata Artiati.

Dalam hal ini, kata dia, gerakan konsumsi ikan yang digaungkan oleh KKP bertujuan untuk bersama-sama membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat agar gemar mengonsumsi ikan, dengan harapan meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi pandemi COVID-19.