Deretan Mural dan Grafiti yang Dihapus oleh Aparat Keamanan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Akhir-akhir ini memang banyak beberapa lukisan mural yang dihapus karena berisi kritikan yang sensitif. Sejumlah aksi warga atau beberapa seniman memberikan kritik kepada pemerintah melalui mural atau grafiti kini diburu aparat pemerintah. Beberapa karya seni tersebut terpaksa dihapus dan pembuat mural tersebut sedang menjadi buronan.

Umumnya, mural tersebut berisi kritikan terhadap pemerintah maupun ungkapan kekhawatiran para seniman akibat penanganan selama pandemi Covid-19 yang diduga kurang maksimal dan membuat masyarakat semakin jatuh kebawah.

Peraturan Daerah (Perda) di beberapa wilayah, termasuk DKI Jakarta, diketahui melarang lukisan atau coretan di dinding atau fasilitas umum. Namun, Komnas HAM menyebut ada konteks kebebasan berpendapat dan ekspresi seni yang harus dijaga terkait penghapusan mural itu.

Berikut Deretan Mural dan Grafiti yang Dihapus Oleh Aparat Keamanan

Jokowi 404: Not Found

Mural tersebut dilukis di dinding terowongan inspeksi Tol Kunciran-Bandara Soekarno Hatta di Batuceper, Kota Tangerang. Mural bergambar wajah orang mirip Presiden Joko Widodo itu kini sudah dihapus. Sebelum mural dihapus, terlihat lukisan wajah mirip Jokowi dengan mata ditutupi tulisan "404: Not Found".

Viral di sosial media, aparat gabungan lantas menutup mural tersebut dengan cat hitam. Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim mengatakan mural tersebut mirip wajah Jokowi. Menurutnya, presiden merupakan simbol negara.

Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit

Sebuah mural di Pasuruan bertuliskan 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' dihapus setelah viral. Mural tersebut tergambar di dinding sebuah bangunan di sudut Jalan Diponegoro, Bangil, Pasuruan sehingga terlihat jelas oleh siapapun yang melewati jalan tersebut.

Mural tersebut menggambarkan dua karakter hewan dengan latar belakang berwarna biru. Dua karakter tersebut tergambar seperti kucing. Kucing pertama mengenakan jaket biru dan bertopi abu-abu dengan tatapan tersenyum sadis. Sementara kucing kedua mengenakan sweater abu-abu sambil minum.

Di atas dua karakter itu bertuliskan 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit' . Huruf pada kalimat itu semuanya ditulis kapital berwarna putih. Diketahui bahwa mural tersebut sudah terlihat sejak 2 Agustus 2021. Namun mural tersebut sudah dihapus dengan timpalan cat warna krem sejak 10 Agustus lalu atas arahan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Pihak aparat menilai pesan yang termuat dalam mural itu tidak pantas dibaca masyarakat. Terlebih mural itu terpampang di tembok tepi jalan. Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menyebut mural itu melanggar Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor 2 Tahun 2017 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Bakti juga menilai pesan yang termuat dalam mural itu mengandung provokasi atau penghasutan. Ia khawatir masyarakat akan terhasut dengan pesan mural tersebut.

Tuhan Aku Lapar

Kasus kritikan untuk pemerintah lainnya juga terlihat gambaran grafiti bertuliskan "Tuhan Aku Lapar" yang terpampang di sebuah tembok di daerah Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Kalimat tersebut ditulis dengan huruf balok berukuran besar berwarna putih di sebuah tembok pinggir jalan. Tidak berselang lama, grafiti tersebut juga dihapus oleh aparat kepolisian setempat dengan cat hitam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel