Deretan Panitia di Balik Presidensi G20 Indonesia Beserta Tugasnya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sejak ditetapkannya Indonesia menjadi Presidensi G20, Pemerintah kemudian membentuk panitia nasional untuk penyelenggaraan KTT G20 ini.

Sebelumnya, Indonesia memang sudah ditetapkan menjadi Presidensi G20 untuk tahun 2022 sejak berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 Riyadh, tepatnya pada 22 November 2020.

Atas mandat tersebut, Pemerintah kemudian membentuk panitia nasional untuk menyukseskan acara ini. Tak hanya itu, kepanitiaan ini pula berfungsi untuk mengoptimalkan posisi Indonesia sebagai penyelenggara Presidensi G20 pada 2022 mendatang.

Sebab, di dalamnya akan ada pertemuan besar yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari perwakilan tiap-tiap negara anggota. Di dalamnya termasuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT), pertemuan setingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan setingkat Deputi, hingga pertemuan tingkat Engagement Group.

Sebelum mengetahui lebih lanjut siapa saja yang masuk ke dalam Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia, mari disimak apa saja tugas dari panitia tersebut.

Tugas Panitia

Presiden Jokowi saat menghadiri KTT Luar Biasa G20 secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Jokowi saat menghadiri KTT Luar Biasa G20 secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menurut Surat Keputusan Presiden RI Nomor 12/2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022, tugas-tugas panitia penyelenggara G20 antara lain sebagai berikut.

a. menyusun dan menetapkan rencana induk penyelenggaraan Presidensi G2O Indonesia, termasuk di dalamnya penentuan tema, agenda prioritas, dan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia;

b. b. menyusun dan menetapkan rencana kerja dan anggaran penyelenggaraan Presidensi G2O Indonesia;

c. mengadakan persiapan dan penyelenggaraan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi, pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, dan pertemuan tingkat Engagement Group melalui kemitraan dengan Troika G20, negara anggota G20, dan organisasi internasional;

d. mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Side Euents;

e. mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Road to G20 Indonesia 2022; dan

f. melakukan monitoring penyelenggaraan Presidensi G2O Indonesia.

Susunan Panitia

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima penyerahkan simbolis untuk meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima penyerahkan simbolis untuk meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

Untuk melaksanakan tugasnya tersebut, kemudian dibuatlah kepanitiaannya. Panitia tersebut bertanggung jawab atas seluruh rangkaian acara dalam G20 yang rencananya akan dilaksanakan pada kuartal keempat tahun 2022 di Provinsi Bali.

Lebih lanjut, berikut ini susunan Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia, seperti dikutip dari hasil pemaparan Bank Indonesia bertajuk Menuju Presidensi G20, Kamis (04/11/2021).

Pengarah

Ketua : Presiden

Wakil : Wakil Presiden

Anggota : Menko Polhukam dan Menko PMK

SHERPA TRACK

Bidang Sherpa Track

Ketua I : Menko Perekonomian

Ketua II : Menteri Luar Negeri

Wakil Ketua : Wakil Menteri Luar Negeri

Koordinator Harian

Co-Sherpa G20 (Shali IV Kem. Ekon & Stafsus Bidang Program Prioritas Kemlu)

Wakil : Dirjen KSM Kemlu, Deputi VII Kem. Ekon

FINANCE TRACK

Bidang Finance Track

Ketua I : Menteri Keuangan

Ketua II : Gubernur Bank Indonesia

Wakil Ketua I : Wakil Menteri Keuangan

Wakil Ketua II : DGS Bank Indonesia

Koordinator Harian Finance Track

Sahli Menteri Keuangan Bidang MKI

Wakil : Deputi Gubernur Bank Indonesia, Kepala BKF Kementerian Keuangan

Sekretariat Bidang Sherpa Track dan Finance Track

Ketua : Sekretaris Kemenko Perekonomian

Wakil Ketua : Sekjen Kementerian Keuangan, Sahli Menteri Luar Negeri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Luar Negeri

Anggota :Deputi PUUAH Setneg, Deputi Perekonomian Setkab, Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia.

Panitia Lainnya

Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu di sela acara KTT G20 di Italia. (Foto: Sekretariat Presiden)
Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bertemu di sela acara KTT G20 di Italia. (Foto: Sekretariat Presiden)

Selain panitia yang bertanggung jawab untuk Finance Track dan Sherpa Track, ada pula panitia yang dibentuk untuk penanggung jawab bidang. Rinciannya antara lain sebagai berikut.

Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara

Ketua : Menko Marinves

Logistik & Infrastruktur : Mensesneg

Anggota : MenPUPR, MenBUMN, Menhub, MenkumHAM, Menkes, Menhan, MenESDM, Seskab, Kepala BPKP, Kepala LKPP, Gubernur Bali

Komunikasi & Media : Menkominfo

Anggota : Menparekraf, Kepala SP, Wakil Menteri BUMN II

Side Events : Menteri Dalam Negeri

Anggota : Menteri Perindustrian, Menkop UKM, Menpora, MenPPA, MenBAPPENAS, Ka. BKPM, Wamen Parekraf, Ka. KADIN

Pengamanan : Panglima TNI

Anggota : Wamenhan, Kapolri, Kepala BIN

Sekretariat Bidang Dukungan Infrastruktur

Ketua : Sekretaris Kemenko Polhukam

Wakil Ketua : Seskemensetneg, Dirjen Protkom Kemlu, Deputi Menparekraf, Sekjen Kemlu, Sekjen Kominfo, Sekjen Kemndag, Kasum TNI

Anggota : Dirjen Renhan Kemhan, Dirjen IKP Kominfo, Kabaharkam Polri, Deputi Bidang Intelijen DN BIN, Sesmilpres, Sekda Bali

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel