Deretan Pejabat di Mojokerto yang Tak Lolos Screening Vaksinasi Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Surabaya- Pelaksanaan vaksinasi perdana di lingkup Pemkab Mojokerto digelar di Puskesmas Sooko, Kamis (28/1/2021). Sejumlah forkompimda Mojokerto yang dijadwalkan menerima vaksinasi perdana tidak lolos screening.

Kapolres dan Kapolresta Mojokerto menyerahkan kesempatan vaksinasi Covid-19 kepada wakilnya. Keduanya pernah terpapar Covid-19 sehingga tidak termasuk kategori penerima vaksin Covid-19.

“Dandim ikut vaksinasi siang di Kota Mojokerto sedangkan bupati berhalangan hadir karena ada acara penting yang tidak bisa ditinggal,” ujar Sekretaris Daerah Mojokerto, Didik Chusnul Yaqin, seperti yang dikutip dari Timesindonesia.co.id.

Wakapolresta Mojokerto Kompol Iwan Sebastian mendapat kesempatan divaksinasi pertama. Sebelum divaksin, ia melakukan pendaftaran dan mengikuti screening serta pendataan.

Ia bercerita, ketika screening sebelum disuntik vaksin Covid-19 di Mojokerto, ada 16 pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan itu meliputi, pernah terpapar Covid-19 atau tidak, memiliki penyakit metabolik atau tidak, pernah kontak erat dengan pasien Covid-19 atau tidak, dan sebagainya.

Serentak

Sementara itu Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, Kota Mojokerto mulai melaksanakan vaksinasi Covid-19 serentak di 23 fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Kota Mojokerto pada hari ini.

Total 3.354 tenaga kesehatan Kota Mojokerto yang terdaftar di Kemenkes, baru 1.000 yang akan diberi suntik vaksin.

"Masih seribu yang dikirim ke Dinas Kesehatan kota, selanjutnya setelah vaksin ini diselesaikan maka akan diturunkan kembali sisanya sampai tahap vaksinasi selesai total," terangnya.

Terkait biaya vaksinasi, Pemerintah Kota Mojokerto menanggung biaya honor tenaga kesehatan vaksinator di 23 fasilitas kesehatan sebesar Rp 7.500 rupiah setiap pasiennya.

"Kami siapkan anggaran tenaga untuk honor vaksinator, dimana kita tetapkan biayanya untuk honor tenaga vaksinator persasaran sebesar Rp 7.500 rupiah," ungkapnya.

Hanya saja, pihaknya tak bisa memastikan berapa nominal pasti jumlah tenaga vaksinator tersebut. Lantaran, penerimaan ampul vaksin di tahap pertama masih belum sepenuhnya.

Saksikan video pilihan berikut ini: