Deretan Pemain Asing dengan Rapor Buruk di BRI Liga 1: Minim Kontribusi

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022 sudah melewati seri kedua, atau seluruh kontestan memainkan 11 pertandingan. Persaingan di papan atas, tengah, maupun bawah semakin sengit.

Persaingan juga datang dari para pemain untuk membuktikan kualitasnya di BRI Liga 1. Termasuk para pemain asing yang secara pamor dan kemampuan seharusnya lebih unggul.

Terbukti beberapa nama legiun asing menjadi kunci permainan timnya, baik saat memberikan kontribusi dalam permainan maupun menjadi penentu kemenangan.

Bahkan dalam daftar pencetak gol terbanyak BRI Liga 1 saat ini, dikuasai oleh para pemain asin. Setidaknya tiga pemain ekspatriat sama-sama membukukan tujuh gol.

Mereka adalah Youssef Ezzejjari, Marco Simic, Ezechiel N’Douassel, dan ditambah pemain naturalisasi Ilija Spasojevic. Mereka sanggup membuktikan diri sebagai pemain asing dengan rapor baik.

Masih ada juga nama Paulo Henrique sebagai mesin gol Persiraja Banda Aceh, Carlos Fortes di Arema FC, atau gelandang andalan Persebaya asal Jepang, Teisei Marukawa.

Meski demikian, ada pula pemain asing yang tampil jeblok dan belum banyak membawa pengaruh positif untuk timnya. Bola.com merangkum lima pemain asing dengan rapor buruk di BRI Liga 1 hingga seri kedua. Berikut ulasannya:

Henrique Motta

Henrique Marcelino Motta ingin membantu Persipura Jayapura melaju sejauh mungkin di Piala AFC dan juara di Liga 1. (YouTube/@Persipura)
Henrique Marcelino Motta ingin membantu Persipura Jayapura melaju sejauh mungkin di Piala AFC dan juara di Liga 1. (YouTube/@Persipura)

Bek asal Brasil yang didatangkan Persipura Jayapura untuk menambal kelemahan di lini belakang. Henrique Motta telah bermain sebanyak enam kali dari 11 laga yang sudah dijalani tim Mutiara Hitam.

Gawang Persipura sejauh ini sudah jebol 19 kali dan berada di posisi juru kunci bersama Persiraja Banda Aceh dengan koleksi lima poin. Sektor pertahanan yang dikomando Henrique Motta pun ikut mendapat sorotan.

Sayangnya performa Henrique Motta masih belum sesuai harapan publik Persipura. Dari enam pertandingan yang sudah ia lakoni, Motta mencatat koleksi dua kartu kuning dan enam kali melakukan pelanggaran.

Namun pemain berusia 30 tahun itu sebenarnya punya potensi yang lebih. Setidaknya ia sudah 5 kali melakukan tekel bersih, 27 intersep, dan 6 kali sapuan di wilayahnya.

Yevhen Bokhasvili

Gelandang Barito Putera, Bayu Pradana (kiri) berduel dengan striker Persipura Jayapura, Yevhen Bokhasvili.
Gelandang Barito Putera, Bayu Pradana (kiri) berduel dengan striker Persipura Jayapura, Yevhen Bokhasvili.

Striker asal Ukraina dengan predikat mesin gol saat membela PSS Sleman di musim 2019. Saat itu Yevhen Bokhasvili menjadi topscorer PSS dengan 16 gol, namun kontras ketika ia berseragam Persipura musim ini.

Dari 11 laga yang dilalui Persipura, Yevhen Bokhasvilli bermain sebanyak tujuh kali. Pemain berusia 28 tahun tersebut belum mencetak satu gol pun ke gawang lawan. Hanya satu assist yang dicatatanya saat ini.

Yevhen Bokhsvilli tampaknya kurang bertaji bersama Persipura. Sebagai seorang ujung tombak, ia baru mencatat lima kali tembakan dan dua diantaranya ke arah gawang.

Pengagum Andriy Shevchenko itu juga sudah mengoleksi satu kartu kuning dan 10 kali pelanggaran. Yevhen perlu membuktikan diri mempertajam nalurinya seperti di PSS.

Shori Murata

Gelandang Persiraja Banda Aceh, Shori Murata. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Gelandang Persiraja Banda Aceh, Shori Murata. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Performa Persiraja yang tidak seperti pada awal musim BRI Liga 1, dengan sering mendapat hasil jeblok. Sempat digadang-gadang sebagai tim kuda hitam, Laskar Rencong melempem dan kini berbagi posisi dengan Persipura sebagai juru kunci.

Kinerja pemain asing Persiraja cukup berpengaruh pada performa timnya. Gelandang asal Jepang, Shori Murata tampaknya belum dapat memenuhi ekspektasi Persiraja, meski ia sudah tampil sebanyak sembilan kali.

Murata bahkan sudah mencatatkan satu kartu kuning dan satu kartu merah musim ini. Meski sebenarnya menjadi tumpuan di lini tengah, berduet dengan Vanja Markovic.

Shori Murata sebenarnya termasuk gelandang pekerja keras dan ofensif dengan catatan enam kali melepaskan tembakan, tiga di antaranya ke arah gawang. Namun cukup berbeda jika dibandingkan dengan gelandang asal Jepang milik Persebaya, Teisei Marukawa.

Aaron Evans

Pemain PSS Sleman, Aaron Evans (kiri) menyundul bola saat melawan Persiraja Banda Aceh dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (11/9/2021). PSS Sleman kalah 2-3. (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)
Pemain PSS Sleman, Aaron Evans (kiri) menyundul bola saat melawan Persiraja Banda Aceh dalam laga pekan kedua BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Madya, Jakarta, Sabtu (11/9/2021). PSS Sleman kalah 2-3. (Foto: Bola.Com/M. Iqbal Ichsan)

Bek PSS Sleman berpaspor Australia, Aaron Evans sering mendapat sorotan di atas lapangan. Yaitu penampilannya yang masih belum stabil.

Padhaal ia sudah dua musim terakhir membela tim Elang Jawa, dan sempat merasakan pengalaman bermain untuk Barito Putera dan PSM Makassar. Justru bek Mario Maslac yang langsung mencuri perhatian sebagai pemain kunci PSS.

Aaron Evans sejauh ini telah tampil sebanyak 10 kali. Oleh pelatih Dejan Antonic dirinya sering gonta-ganti posisi sebagai bek tengah maupun gelandang bertahan.

Pemain berusai 27 tahun tersebut sudah mecatatkan tiga kartu kuning dan 15 kali melakukan pelanggaran. Meski demikian sosoknya masih menjadi andalan bagi lini pertahanan PSS untuk berduet dengan Mario Maslac.

Ibrahim Bahsoun

Ibrahim Bahsoun tampil dengan kepala plontos untuk membangkitkan spirit bersama Persik di seri kedua BRI Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Gatot Susetyo)
Ibrahim Bahsoun tampil dengan kepala plontos untuk membangkitkan spirit bersama Persik di seri kedua BRI Liga 1 2021/2022. (Bola.com/Gatot Susetyo)

Ibrahim Bahsoun awalnya didatangkan Persik untuk memperkuat barisan tengah, namun malah termasuk pembelian gagal Persik Kediri di BRI Liga 1. Kariernya tak sebagus tiga kolega asing di tim Macan Putih.

Faktanya, pada seri pertama klaster DKI, Jabar, dan Banten yang memainkan enam pertandingan. Saat Joko Susilo masih menjadi pelatih kepala, Bahsoun sempat dua kali melawan Bali United dan PSM.

Sial bagi Ibrahim Bahsoun. Pergantian nakhoda tim dari Joko Susilo ke tangan karetaker Alfiat makin membuatnya terpinggirkan. Alfiat sama sekali tak pernah mencantumkan nama Ibrahim Bahsoun di daftar pemain selama empat kali laga seri kedua di klaster Yogyakarta-Jateng.

Dari dua partai tersebut, dia total bermain selama 85 menit. Tiga kali pertandingan lainnya, dia duduk manis di bangku cadangan. Alhasil manajemen Persik Kediri mengumumkan pemutusan hubungan kerja sama dengan Ibrahim Bahsoun, Selasa (2/11/2021).

Yuk Tengok Persaingan di BRI Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel