Deretan Pemain Asing yang Paling Setia di Klub Liga 1

Bola.com, Jakarta - Menjadi pemain asing dan memiliki karier panjang di Indonesia adalah fenomena langka. Apalagi bermain untuk satu klub saja dalam waktu yang lama.

Hal itu terjadi karena jarang ada klub Indonesia yang bersedia mengikat pemain asing dengan kontrak jangka panjang. Biasanya, klub hanya berani memberikan kontrak berdurasi satu musim untuk pemain baru.

Namun, cerita berbeda jika pemain tersebut sudah memiliki rekam jejak berkualitas di Indonesia. Belakangan, klub-klub Indonesia mulai berani memberikan kontrak di atas dua tahun.

Alasannya karena sang pemain memiliki kualitas yang sulit untuk dilewatkan. Selain itu, kontribusinya banyak diberikan untuk klub di lapangan.

PSM Makassar, Bali United, dan Persija Jakarta merupakan klub-klub yang mulai berani memberikan kontrak jangka panjang. Situasi ini tentu saja memungkinkan buat para pemain untuk bertahan lama dalam satu klub.

Bola.com mengumpulkan nama-nama pemain asing yang dikenal memiliki loyalitas pada klub. Lantas, siapa saja pemain asing yang memilih setia pada satu klub di Indonesia?

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

Marko Simic

Striker Persija Jakarta, Marko Simic, melakukan selebrasi usai membobol gawang Borneo FC pada laga Shopee Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu, (1/3/2020). Persija menang 3-2 atas Borneo FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Marko Simic bergabung dengan Persija Jakarta pada 2018. Artinya, musim ini menjadi edisi ketiga buat pemain asal Kroasia itu bersama Persija.

Marko Simic sejauh ini memang memiliki peran penting di tim. Pemain berusia 32 tahun itu berhasil tampil tajam dengan torehan 47 gol dari 64 laga yang dimainkannya bersama Persija.

Simic juga sukses mempersembahkan dua gelar untuk Persija yakni Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018. Kebersamaan Simic dan Persija masih akan bertahan lama karena manajemen baru saja memperpanjang kontraknya.

Simic menandatangani kontrak sampai 2022 bersama Persija.Sikap tak biasa yang dilakukan klub sepak bola Indonesia itu dipelopori oleh Persija. Klub ibu kota mungkin menyadari kualias yang dimiliki Simic sehingga khawatir kehilangan sang pemain di masa depan.

Saat kontraknya habis di Persija, Marko Simic akan berusia 34 tahun. Misinya adalah selama mungkin memperkuat Macan Kemayoran. Eks Negeri Sembilan di Liga Primer Malaysia ini juga berencana mengakhiri kariernya di Persija.

"Saya mau mengikuti jejak Bambang dan Ismed. Bermain sebanyak dan selama mungkin bersama Persija. Saya juga ingin pensiun di Persija," tutur Marko Simic.

Rohit Chand

Rohit pertama kali bergabung ke Persija Jakarta pada 2013. Gelandang berusia 28 tahun ini memutuskan untuk pindah ke Malaysia pada 2015 dan kembali ke pelukan tim ibu kota pada 2017. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sebelum Marko Simic, Persija Jakarta sudah lebih dulu memiliki pemain loyal bernama Rohit Chand. Kesetiaan pemain asal Nepal itu tak perlu diragukan lagi karena sudah bersama Persija sejak 2013.

Rohit bermain bersama Macan Kemayoran hingga 2015 karena kompetisi di Indonesia berhenti karena hukuman dari FIFA. Rohit kemudian mencari petualangan baru dengan bergabung bersama T-Team di Malaysia dan sempat kembali pulang ke Nepal untuk bergabung bersama Manang Marshyangdi.

Begitu Indonesia terbebas dari pembekuan FIFA dan era Liga 1 dimulai pada 2017, Rohit Chand kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga 1 2017. Sampai saat ini, Rohit Chand merupakan benteng tangguh yang dimiliki Persija di lini tengah.

Pemain berusia 28 tahun itu sudah tampil sebanyak 92 kali untuk Persija dan sukses mempersembahkan dua gelar yakni Piala Presiden 2018 dan Liga 1 2018.

Rohit Chand baru saja memperpanjang kontrak bersama Persija selama setahun. Berbeda dengan Marko Simic, Persija memang sejak dulu mengontrak Rohit dengan durasi per 1 tahun.

Untuk kesepakatan baru ini, Rohit mendapatkan waktu membela Persija sampai 31 Desember 2020. Namun, dengan kualitas yang dimilikinya besar kemungkinan pada akhir musim nanti Persija kembali menambah durasi kontrak Rohit.

Wiljan Pluim

Sampai saat ini, Pluim sudah tampil sebanyak 119 partai di ajang resmi bersama PSM Makassar. (Bola.com/Yoppy Renato)

Wiljan Pluim bisa dikatakan sebagai pemain asing yang paling lama membela klub Liga 1 sampai saat ini. Wiljan Pluim sudah membela PSM Makassar sejak 2016 dan berhasil mencatatkan 98 pertandingan.

Wiljan Pluim juga sukses mencetak 26 gol dan mempersembahkan gelar Piala Indonesia 2018 untuk PSM. Penampilan apik Wiljam Pluim di lini tengah menjadi alasan PSM mempertahankan jasanya.

Saat ini, pemain asal Belanda itu masih menyisakan kontrak sampai 31 Desember 2021 di PSM. Artinya, Wiljan Pluim hampir berusia 33 tahun begitu kontraknya rampung di PSM.

Besar kemungkinan PSM akan menambah kontrak Wiljan Pluim. Namun, semuanya akan ditentukan penampilan eks penggawa Roda JC itu di lapangan.

"Saya memiliki kontrak di sini dan akan menyelesaikannya," tegas Wiljan Pluim.

Lee Yoo-joon

Pemain Bhayangkara FC, Lee Yoo-joon melakukan protes kepada wasit saat melawan Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 2017 di Stadion Patriot Bekasi, Sabtu (12/11/2017). Bhayangkara kalah dari Persija 1-2. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Lee Yoo-joon sudah bermain di Indonesia sejak 2016. Bhayangkara FC adalah klub pertama dan satu-satunya yang sampai saat ini dibela Lee Yoo-joon.

Musim terbaik Lee Yoo-joon bersama Bhayangkara FC terjadi pada 2017. Ketika itu, Lee Yoo-joon mempunya peran penting membantu Bhayangkara FC menjuarai Liga 1 2017.

Sejauh ini, Lee Yoo-joon sudah tampil sebanyak 107 kali dan mencetak enam gol. Lee Yoo-joon juga sedang dalam proses meraih status Warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu dilakukannya karena rasa cinta yang besar terhadap Indonesia.

Musim ini, Lee Yoo-joon belum sekalipun bermain untuk Bhayangkara FC. Pemain 30 tahun itu tak bisa bermain karena Bhayangkara FC sudah mendaftarkan 4 pemain asing sehingga menunggu proses WNI Lee Yoo-joon rampung.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini