Deretan Pemain J League Bela Jepang di Olimpiade Tokyo

·Bacaan 4 menit

VIVATimnas Jepang U-23 bersinar di cabang olahraga sepakbola Olimpiade Tokyo 2020. Mereka menjadi pemuncak Grup mengalahkan Meksiko, Prancis, dan Afrika Selatan.

Tiga kemenangan beruntun ditorehkan Jepang di fase grup. Afrika Selatan mereka kalahkan dengan skor 1-0. Kemudian Meksiko jadi korban selanjutnya dengan skor 2-1. Pada laga pamungkas Grup A, giliran Prancis takluk 4-0.

Menariknya, deretan pemain lokal yang mentas di J League jadi andalan skuad Jepang kali ini. Dari 22 nama yang dibawa, total ada 12 pemain yang bermain di kompetisi kasta tertinggi sepakbola Negeri Matahari Terbit.

Siapa saja mereka? Berikut kami sajikan daftar lengkapnya:

1. Keisuke Osako - Sanfrecce Hiroshima

Kiper berusia 22 tahun ini sudah pernah membela tim senior. Ketika itu Jepang ikut ambil bagian dalam Copa America 2019.

Bermain untuk Sanfrecce Hiroshima, total penampilannya di J League adalah 21 pertandingan. Enam clean sheet dan kebobolan 21 kali jadi catatan penampilan.
.
Akan tetapi, Osako mesti bersabar di Olimpiade Tokyo 2020 kali ini. Karena dia masih kalah bersaing dari Kosei Tani yang jadi pilihan utama.

2.Kosei Tani - Shonan Bellmare

Kosei Tani jadi andalan Tim Samurai Biru di Olimpiade Tokyo 2020. Kiper berusia 20 tahun ini tampil apik dengan jumlah sekali keboblan.

Bersama Shonan Bellmare sepanjang J League musim ini, total penampilannya sebanyak 19 kali. 22 kali gawangnya kebobolan, dan tujuh kali clean sheet

3.Suzuki - Zion ?Urawa Red Diamonds

Zion Suzuki digadang-gadang sebagai kiper masa depan Jepang. Usianya saati masih 18 tahun.
Pemain yang memiliki darah Ghana dari ibunya dan lahir di Amerika Serikat ini bermain 11 kali saja di Urawa Reds musim ini, enam di liga dan lima di J League Cup.

4. Hiroki Sakai - Urawa Red Diamonds

Salah satu bintang besar di Jepang dan jadi satu dari tiga pemain yang berusia lebih dari 24 tahun di skuad Olimpiade kali ini.

Usianya sudah 31 tahun dan punya catatan 65 kali tampil bersama tim senior. Sempat pula dia merantau ke Eropa bersama Hannover 96 serta Marseille.

Sebelum Olimpiade dimulai, ia memutuskan pindah dari Marseille dan kembali ke Jepang untuk bermain bersama Urawa Reds.

5. Reo Hatate - Kawasaki Frontale

Reo Hatate merupakan bek kiri andalan Kawasaki Frontale, Total dia bermain 16 kali di J League, empat di Liga Champions Asia, dan sekali di Piala Super Jepang.

Dia masuk sebagai pengganti di laga pertama Olimpiade kontra Afrika Selatan, masuk pada menit ke-72, dan kemudian bermain penuh 90 menit pada laga terakhir grup lawan Prancis.

6. Koki Machida - Kashima Antlers

Koki Machida jadi bek tengah pelapis untuk sekarang ini. Dia baru bermain sekali, ketika masuk pada menit ke-85 pada laga pertama lawan Afrika Selatan.

Bersama Kashima Antlers, dia bermain 20 kali di J League ditambah dua penampilan di J League Cup.

7. Ayumu Seko - Cerezo Osaka

Bek tengah cadangan lainnya di timnas U-24 Jepang dan belum bermain di Olimpiade, kalah bersaing dengan pemain-pemain Eropa seperti Maya Yoshida hingga Takehiro Tomiyasu.

Di Cerezo, ia bermain 17 kali musim ini yang tersebar di J1 League 11 laga, Liga Champions Asia empat pertandingan, dan Piala Kaisar sekali.

8. Kaoru Mitoma - Kawasaki Frontale

Kaoru Mitoma adalah salah satu bintang paling bersinar saat Kawasaki Frontale tiga kali juara dalam empat musim terakhir J1 League.

Meski begitu, ia tampak tak jadi andalan di Olimpiade kali ini, harus bersaing di pos lini tengah dengan nama-nama beken seperti Takefusa Kubo, Ritsu Doan, hingga Koji Miyoshi.

Ia baru bermain sekali pada laga kedua lawan Meksiko, masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-79.

Di klub, musim ini Mitoma bermain 24 kali di semua ajang dengan catatan 12 gol dan lima assist.

9. Yuki Soma - Nagoya Grampus

Pemain sayap kiri andalan Nagoya Grampus, ia sudah bermain 19 kali di J1 League musim ini, mencetak dua gol dan dua assist.

Di Olimpiade, Yuki Soma selalu bermain dalam tiga laga babak grup. Ia masuk sebagai pengganti pada menit ke-60 pada laga pertama, jadi starter dan main 65 menit pada laga kedua, lalu kembali jadi pengganti masuk menit ke-72 pada laga ketiga.

10. Daizen Maeda - Yokohama F. Marinos

Penyerang berkepala plontos ini salah satu yang tertajam di J1 League, sudah mencetak 10 gol dalam 19 laga bersama Marinos.

Di Olimpiade, ia juga mencetak satu gol saat masuk sebagai pemain pengganti kontra Prancis di laga ketiga grup.

Selain itu, ia juga bermain sebagai pemain pengganti pada menit ke-65 saat laga kedua lawan Meksiko.

11. Ayase Ueda - Kashima Antlers

Salah satu penyerang tengah andalan timnas Jepang di Olimpiade kali ini, selalu bermain di tiga laga grup.

Dua laga awal ia masuk sebagai pemain pengganti, sebelum jadi starter dan bermain penuh 90 menit saat laga ketiga lawan Prancis.

Ueda sudah mencetak 11 gol di semua ajang musim ini untuk Antlers dari 17 laga.

12. Daichi Hayashi - Sagan Tosu

Penyerang utama Samurai Biru saat memulai Olimpiade Tokyo 2020. Ia jadi starter dalam dua laga awal babak grup, meski belum bisa mencetak gol dan selalu ditarik keluar sebelum laga usai.

Hayashi baru mencetak empat gol dari 20 laga bersama Sagan Tosu di J1 League musim ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel