Deretan Video Hoaks Konflik Palestina - Israel

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks terkait konflik Palestina dan Israel beredar di media sosial. Beberapa di antaranya beredar lewat video.

Satu di antaranya video yang diklaim salah satu masjid di Palestina dibom oleh Yahudi beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan akun Facebook Harri Yanto pada 19 Mei 2021.

Video berdurasi 17 detik itu memperlihatkan detik-detik sebuah bangunan mirip masjid hancur akibat ledakan. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan salah satu masjid di Palestina yang dibom yahudi sewaktu azan.

"Zionis Yahudi k3P4R4T BIPANG Laknattullah 馃惛馃惙馃拃馃槨馃槇," tulis akun Facebook Harri Yanto.

Konten yang disebarkan akun Facebook Harri Yanto telah 5 kali dibagikan dan telah direspons beberapa warganet.

Namun setelah ditelusuri, video yang diklaim salah satu masjid di Palestina dibom oleh Yahudi ternyata tidak benar.

Faktanya, bangunan yang hancur dalam video tersebut bukan masjid di Palestina, melainkan sebuah kuil bersejarah di Suriah.

Selain video yang diklaim salah satu masjid di Palestina dibom oleh Yahudi, beredar video hoaks lainnya yang telah ditelusuri. Berikut rangkumannya.

Video Tentara Indonesia Diberangkatkan ke Palestina

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video tentara dari Indonesia berangkat ke Palestina
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video tentara dari Indonesia berangkat ke Palestina

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video tentara dari Indonesia berangkat ke Palestina. Klaim video tersebut unggah akun Facebook Viral masa kini, pada 14 Mei 2021.

Unggahan klaim video tentara dari Indonesia berangkat ke Palestina menayangkan sejumlah sejumlah orang mengenakan penutup kepala seperti helm,kemudian pada detik ke 03.00 terlihat seorang yang mengenakan penutup kepala tersebut sedang merangkul anak laki-laki, dilanjutkan dengan tayangan lain seorang yang juga mengenakan helm sedang mencium bayi yang digendong seorang perempuan, diakhir video tersebut menampilkan sejumlah orang sedang berbaris di depan pesawar bertuliskan "Lion Air".

Tayangan video tersebut diberi judul 'Tentara Allah Dari Indonesia untuk palestina' dan diberi keterangan sebagai berikut:

"Pasukan allah dari Indonesia sudah berangkat kepalestina"

Dalam video tersebut terdapat narasi sebagai berikut:

"Saya harapkan rekan-rekan dalam perjalanan selamat sampai tujuan kemudian rekan-rekan bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan kembali kesini untuk bergabung dengan satuan induk dan berkumpul kembali bersama keluarga.

Saya harapkan rekan-rekan nanti kembali naik pesawat ini lagi, dalam posisi tetap duduk, untuk bisa kembali dalam posisi yang tetap duduk hanya ada dua cara, yang pertama kalian laksanakan tugas kalian sesuai SOP yang telah dilatihkan kepada kalian, yang kedua kalian tetap berdoa memohon kepada tuhan yang maha kuasa, agar rekan-rekan dalam melaksanakan tugas selalu dalam lindungan Allah SWT tuhan yang maha kuasa".

Setelah ditelusuri, video yang diklaim tentara dari Indonesia berangkat ke Palestina tidak benar.

Video tersebut beredar jauh lebih awal sebelum memanasnya kembali konflik Israel dan Palestina.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Video Turki Siap Serang Israel

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Turki siap serang Israel
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Turki siap serang Israel

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Turki siap serang Israel. Klaim tersebut diunggah akun Facebook CHL, pada 15 Mei 2021.

Unggahan tersebut berupa parade kendaraan militer dan sejumlah orang mengenakan baju loreng coklat yang sedang berbaris membawa senapan laras panjang.

Klaim video Turki siap serang Israel tersebut diberi keterangan:

"Turky siap serang israel"

Setelah ditelusuri, video yang diklaim Turki siap serang Israel tidak benar.

Video tersebut merupakan latihan militer 200 ribu pasukan Tentara Islam yang diadakan di Timur Tengah di ikuti lebih dari 20 negara.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel