Derita Korban Gempa di Malang: Rumah Rusak dan Berpuasa di Pengungsian

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Puluhan ribu warga terdampak gempa di Malang, Jawa Timur, masih bergantung pada bantuan pemerintah dan relawan. Sebab, akibat gempa itu ribuan rumah rusak, ratusan tempat ibadah, layanan kesehatan, sekolah hingga fasilitas umum rusak terdampak gempa dengan magnitudo 6,1 pada 10 April 2021.

Rumah-rumah warga yang rusak bukan hanya menyulitkan warga karena tidak bisa ditinggali, tetapi mereka juga tidak dapat melakukan aktivitas rumah tangga seperti memasak. Keadaan mereka makin sulit karena harus tetap berpuasa Ramadhan. Untuk kebutuhan makan dan minum, termasuk untuk santap sahur dan iftar, mereka mengandalkan hanya dapur umum.

Para relawan Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid alias Cak Udin memberikan bantuan sosial total 15 ton beras, 15 ribu bungkus mi instan, 3.000 kilogram telur, 3.000 liter minyak goreng, ratusan terpal, puluhan asbes, dan uang tunai kepada warga terdampak gempa yang tersebar di 34 desa se-Kabupaten Malang, pada Senin, 19 April 2021.

"Semua bantuan diterima langsung warga terdampak gempa Malang tanpa perantara. Kami berkomitmen akan terus turun ke masyarakat menyebarkan bantuan dan ikut membantu motivasi sebagai trauma healing kepada korban,” kata Cak Udin.

“Kami tidak hanya menyentuh warga terdampak di Malang selatan. Tapi seluruhnya kami sentuh dan berikan bantuan sosial sesuai kebutuhan dan kemampuan.”

Menurut data termutakhir BPBD Kabupaten Malang, dampak gempa bumi itu meluas hingga 32 kecamatan dari total 33 kecamatan. Korban meninggal dunia sebanyak 4 orang dan korban luka-luka 109 jiwa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, data terbaru rumah rusak mencapai 8.360 unit: kategori ringan 3.321 unit, rusak sedang 3.144 unit, dan 1.895 rusak berat. Rumah-rumah yang rusak terkategori berat segera dirobohkan agar tidak mencelakai warga.

Fasilitas umum yang rusak akibat gempa sebanyak 210 rumah ibadah rusak, 222 sekolah, 45 unit fasilitas umum, dan 23 fasilitas kesehatan. Pemerintah telah merilis nominal bantuan untuk korban gempa Malang: Rp10 juta bagi rumah rusak ringan, Rp25 juta untuk rusak sedang, dan Rp50 juta untuk rusak berat.

"Untuk kebutuhan mendesak, warga membutuhkan terpaulin (terpal), alas tidur, family kit, selimut, makanan cepat saji, makanan tambahan gizi, makanan balita atau susu. Kemudian bahan bangunan dan alat pertukangan," kata Sadono.