Derita Pengemudi Ojol, Orderan Makin Sepi Usai Harga BBM Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Naiknya tarif ojek online (ojol) yang ditetapkan Kementerian Perhubungan tidak lantas membuat pengemudi ojol merasa bahagia. Beberapa pengemudi ojol merasa kenaikan tarif tersebut dinilai akan menyebabkan menurunnya pendapatan para pengemudi.

Kenaikan tarif ojek online yang berlaku mulai 10 September mendatang, memunculkan kekhawatiran karena dianggap membuat pelanggan akan menurun dan orderan yang sepi karena tarif yang naik.

Hal ini dirasakan Sujarwo yang sudah 5 tahun sebagai pengemudi ojol. Dia merasakan sejak kenaikan harga BBM pemasukannya telah berkurang karena orderan yang masuk semakin sedikit.

"Sejak BBM naik pemasukan sudah berkurang signifikan apalagi nanti. Karena ya, daya beli masyarakat juga berkurang. Biasanya kalau diambil rata-rata bisa dapet orderan sampai sepuluh kali. Sekarang paling cuma lima sampai enam orderan saja," ceritanya kepada Merdeka.com, Kamis (8/9).

Dia menambahkan walaupun dengan adanya kenaikan tarif tidak berarti akan berdampak positif pada pendapatan ojol. Hal tersebut disebabkan saat ini semua kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan harga.

"Sebenarnya ini tidak menambah pemasukan juga ya karena BBM naik, semuanya naik, jadi sama saja," ujarnya.

Dia juga menilai bahwa kenaikan biaya tarif bukan langkah yang tepat karena biaya aplikasi yang masih sangat tinggi meskipun akan turun dari 20 persen menjadi 15 persen. "Kenaikan ini kurang tepat harusnya tuh yang turun biaya aplikasinya, masih mahal. Jadi ya walaupun tarif ojol naik sama saja," tegasnya.

Senada juga dirasakan oleh Parjo sesama pengemudi ojol yang merasa bahwa kebijakan tarif ini malahan menyebabkan pelanggan semakin berkurang. Dia juga menambahkan kemunungkinan masyarakat berpindah ke transportasi lain yang harganya lebih terjangkau.

"Dari kemarin-kemarin sudah berkurang banget orderan. Yang jauh-jauh juga makin jarang mungkin pindah pakai transportasi umum," jelas dia.

Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah [azz]