Derita Ustaz Yusuf Mansur Lawan COVID-19: Belum Bisa Nafas Panjang

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVAUstaz Yusuf Mansur yang didiagnosis positif COVID-19, membeberkan perjuangannya dalam melawan penyakit menular tersebut. Diakuinya, saat ini kondisinya semakin membaik meski belum sepenuhnya bisa bernafas panjang.

"Saya di posisi membaik. Alhamdulillah. Tapi saya msh blm bisa nafas panjang dan blm bs afas dalem. Namun bahagia, penuh syukur, anteng, kalem, adem, yakin, sangat semangat," tulisnya dikutip dari laman Instagram @yusufmansurnew.

Ustaz kelahiran tahun 1976 itu menuturkan bahwa COVID-19 membuatnya seperti baterai yang sisa 10 persen, disertai batuk. Terlebih, paru-paru dan organ lainnya terasa sangat sakit sehingga ia harus sering melatih pernafasannya.

"Pelan-pelan. Sekata-sekata. Disertai ambil nafas agak diatur. Baca seayat aja bisa capenya minta ampun," tulisnya lagi.

Tak hanya itu, melatih diri untuk bisa tengkurap dengan benar dan tepat, diakuinya sangat berat. Padahal, hal tersebut selama ini terasa begitu enteng, namun COVID-19 membuatnya berlatih tengkurap dengan nafas tersenggal. Lantaran kondisinya itu, Ustaz Yusuf Mansur merasa masih memerlukan istirahat yang cukup di ranjang. Lalu apa yang dipikirkan Ustaz Yusuf Mansur saat ini di tengah perjuangannya melawan COVID-19? Simak di halaman berikut.

"Dan yang paling mahal tentu saja, kebebasan... Bebas mau ke kamar mandi, bebas mau jalan ke sana kemari. Bebas mau begini begitu. Sbb dlm kasus saya, saya msh di tempat tidur. Agaknya masih sampe besok lusaan minimal. Atau malah besoknya lagi, Sabtu," tuturnya kembali.

Tak lupa, Pendakwah kelahiran Jakarta itu menyebut nikmat saat bisa bertemu keluarga bisa menjadi petaka apabila potensi penyebaran COVID-19 masih ada. Sebab, menurut Ustaz Yusuf Mansur, siapapun bisa berisiko menulari virus yang tak terlihat itu.

"Banyak zikir pagi sore. Sebab sepenuh2nya itu zikir perlindungan dan kesehatan. Saya kena? Berarti saya kurang? Iya, pastinya. Kurang banget. Tp segini, dah bagus banget. Wong kalo engga, ga ketolong wkt di tgl 9 sd 12. Itu berat2nya. Doa dari banyak orang, trutama orang2 tua, keluarga di rumah, kwn2 dekat, para guru, para jamaah, yg udah dg tulus ikhlas, itu yang membuat saya msh bisa enteng," paparnya.

Menutup kisah perjuangannya, Ustaz Yusuf Mansur menjabarkan bagaimana nikmat untuk bisa hidup sehat kembali kerap disepelekan, dan disadari saat jatuh sakit. Untuk itu, ia kembali mengingatkan agar masyarakat tak menyia-nyiakan nikmat sehat yang telah diberikan dengan menjalani protokol kesehatan dengan baik.

"Ok. Jaga diri dari COVID ya. Berjuang. Kalo udah maksimal mah, ya tinggal tawakkal. Allah ya tetep ga milih2. Tp setidaknya, kita ga membunuh diri kita sendiri," tutupnya. Berikut kisah lengkap Ustaz Yusuf Mansur saat berjuang lawan COVID-19.

Saat ini kasus COVID-19 masih tinggi. Untuk itu patuhi selalu protokol kesehatan dan jangan lupa lakukan 3M: Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan Pakai Sabun.

#ingatpesanibu
#pakaimasker
#jagajarak
#cucitanganpakaisabun
#satgascovid19