Desa-Desa di Bogor Diminta Habiskan Dana Samisade Rp395 Miliar Dalam Tiga Bulan

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis anggaran bantuan infrastruktur desa Satu Miliar Satu Desa (Samisade) sebesar Rp395 miliar dapat habis dalam kurun tiga bulan. Kini tinggal bagaimana kepala desa dapat menggunakan kucuran dana ini secara maksimal dengan waktu yang terbilang sedikit.

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan memastikan Samisade tahun 2022 dicairkan akhir September atau awal Oktober 2022. Iwan berharap, masyarakat ikut mengawal penggunaan Samisade, mengingat waktu yang kian sempit.

"Saya baru tandatangani untuk anggaran di-ploting ke tiap desa yang sebelumnya sudah mengajukan proposal. Jadi Insya Allah dicairkan paling lambat awal Oktober. Untuk desa yang tidak mengajukan proposal atau terlambat, kita lewati (tidak kebagian)," kata Iwan, Selasa (13/9).

Iwan juga mengakui, telah menanyakan kesanggupan beberapa desa yang mengajukan pencarian Samisade tahap I. "Mereka bilang bisa menyerap dalam waktu tiga bulan. Beberapa desa juga sudah mulai monitoring ke lapangan, memastikan kesiapannya," lanjut Iwan.

Diketahui, Samisade 2022 menjadi salah program prioritas Pemkab Bogor, dalam upaya percepatan pembangunan desa. Baik dari segi infrastruktur, hingga kegiatan yang sifatnya demi kepentingan orang banyak.

Samisade dituangkan dalam APBD 2022 sebesar Rp395 miliar yang akan disalurkan ke 415 desa di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

"Pokoknya, kalau desa yang tidak menyerahkan proposal atau tidak menyampaikan laporan hasil penggunaan Samisade tahun 2021, tidak ada mendapat pencairan tahun ini," tegas Iwan.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Teuku Mulya menerangkan, asumsi Samisade dapat terserap maksimal bergantung pada kepala desa sebagai pengguna dalam memaksimalkan waktu yang ada.

"Karena kami di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menilai, secara teknis pekerjaan teknis di lapangan itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan," kata Teuku Mulya.

Sejauh ini, TAPD Kabupaten Bogor masih memiliki skenario pencairan Samisade dilakukan dalam dua tahap, sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Bogor Nomor 69 tahun 2022 yang baru saja diterbitkan.

"Tetap dua tahap. Tapi kan kita lihat juga nanti pelaksaan tahap satu seperti apa. Kami berharap pemerintah desa dapat melaksanakannya dengan baik. Terserap maksimal dan pelaporan penggunaannya juga baik," tutur Teuku Mulya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, KH Agus Salim mengakui, sempat khawatir jika Samisade hanya terserap satu tahap atau hanya separuhnya dari alokasi yang telah disiapkan.

Namun, dia tetap mendukung jika Pemkab Bogor optimistis Samisade Rp395 miliar dapat terserap maksimal. Politisi PKS itu mengingatkan agar kepala desa tidak asal dalam menyerap Samisade.

"Jangan karena waktu yang hanya sedikit ini, lalu pekerjaan di lapangan jadi asal. Tapi tetap harus maksimal. Pekerjaannya harus bagus dan dapat dinikmati masyarakat," kata Agus Salim. [cob]