Desa di Indramayu jadi sasaran program Kotaku Kementerian PUPR

·Bacaan 1 menit

Sebanyak 14 desa di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi sasaran program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian Pekerjaan dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun 2021 dan diharapkan dapat dimanfaatkan dan dijaga oleh masyarakat.

"Program Kotaku tahun 2021 dilaksanakan di 14 desa yang tersebar di empat kecamatan," kata Bupati Indramayu Nina Agustina di Indramayu, Minggu.

Nina mengatakan program Kotaku itu dengan rincian sembilan desa mendapat program padat karya dan lima desa lainnya memperoleh bantuan pemerintah untuk masyarakat (BPM) reguler.

Menurut dia, padat karya tunai yang diberikan kepada sembilan desa senilai Rp2,7 miliar, yang terdiri enam desa dari Kecamatan Haurgeulis dan tiga desa di Kecamatan Sukra yang masing-masing mendapat bantuan senilai Rp300 juta.

Adapun lima desa lainnya masing-masing mendapatkan Rp1 miliar yakni Desa Patrol, Patrol Lor, Patrol Baru, Eretan Kulon dan Desa Kertawinangun.

"Kegiatan padat karya sudah dimulai sejak Juli sedangkan BPM reguler dimulai akhir Agustus," katanya.

Program Kotaku, kata Nina, dilakukan untuk mempercepat penanganan pemukiman kumuh dan mendukung gerakan 100 persen akses air minum layak, 0 persen permukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak.

Dengan diselenggarakannya program Kotaku, ia mengajak masyarakat untuk menjaga prasarana yang telah dibangun dan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

"Kita sama-sama jaga jalan yang sudah dibangun, drainase juga, jangan membuang sampah sembarangan agar terhindar dari banjir dan prasarana bisa dirasakan dalam jangka panjang," katanya.

Baca juga: Kawasan terdampak gempa di Mataram ikut program kotaku Rp25 miliar

Baca juga: Warga Aceh Besar miliki akses air bersih dari program Kotaku

Baca juga: PUPR: Program kota tanpa kumuh serap 12.046 tenaga kerja

Baca juga: Tim NSUP Bank Dunia terkesan program Kotaku di Gowa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel