Desa mandiri di Aceh meningkat jadi 224 desa

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh menyebut jumlah desa yang berstatus mandiri pada 2022 di provinsi paling barat Indonesia itu meningkat menjadi 224 desa.

“Desa mandiri kita masih sangat sedikit tahun 2021, hanya 42 desa tapi tahun ini sudah 224 desa dari total ada 6.497 desa,” kata Kepala DPMG Aceh Zulkifli di Banda Aceh, Jumat.

Ia mengatakan, desa mandiri merupakan desa yang terpenuhi tiga indikator komposit meliputi indeks ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan ketahanan lingkungan.

“Desa mandiri itu desa yang mandiri ekonomi, sosial, kemudian akses pendidikan baik, akses kesehatan baik, serta juga memelihara lingkungan,” katanya.

Baca juga: Kemendes PDTT minta kepala desa pacu kinerjanya capai desa mandiri

Baca juga: Desa mandiri pada 2022 meningkat jadi 6.238 desa

Dalam beberapa tahun terakhir, kata Zulkifli, peningkatan desa yang berstatus desa mandiri di Aceh sangat sedikit, hanya sekitar delapan hingga sembilan desa per tahun.

Namun jika dilihat secara langsung ke lapangan, kata dia, pihaknya mendapati banyak desa yang sudah memenuhi indikator untuk naik status dari desa berkembang menjadi desa mandiri.

Setelah ditelusuri, lanjut dia, ternyata banyak kepala desa atau keuchik di Aceh yang enggan meng-input data yang dapat mengubah status desa mereka menjadi desa mandiri, meskipun semua indikator sudah terpenuhi dengan baik.

“Jadi walaupun fasilitas indikator ada semua, tapi tidak mau dijadikan desa mandiri, karena kalau di-input jadi desa mandiri, mereka dikurangi dana desa,” katanya.

Baca juga: Sekda: Realisasi penyaluran dana desa di Aceh Besar capai 79 persen

Baca juga: Dinas sebut Dana Desa Rp3,5 triliun telah tersalurkan di Aceh

Hingga saat ini, DPMG Aceh mencatat, desa mandiri di Aceh sebanyak 224 desa, desa maju 786 desa, desa berkembang 4.028 desa, desa tertinggal 1.381 desa dan desa sangat tertinggal sebanyak 78 desa.

“Jadi dalam empat bulan ini kita input data sebenarnya naik dari 42 menjadi 224 desa mandiri. Menurut saya desa ini indikatornya sudah mandiri dari dulu tapi tidak di-input oleh desa,” katanya.

Menurut Zulkifli, desa yang berhasil menjadi desa mandiri merupakan sebuah prestasi. Satu sisi, memang ada pengurangan sedikit alokasi Dana Desa apabila sebuah desa sudah berstatus desa mandiri.

Namun, kata dia, pengurangan indeks alokasi dana desa itu karena desa tersebut dianggap sudah mapan sehingga sedikit Dana Desa tersebut dialokasikan ke daerah lain.

“Karena kita juga masih banyak daerah tertinggal dan berkembang. Saya yakin ini belum habis, masih banyak lagi desa mandiri di Aceh. ke depan harus masif kita dampingi, saya yakin sampai 1.000-an desa yang sudah mandiri di Aceh,” katanya.

Baca juga: BPKP Aceh beri konsultasi gratis kelola dana desa

Baca juga: Sandiaga sebut Banda Aceh sukses gabungkan wisata sejarah dan alam

Baca juga: Geliat Sabang dongkrak ekonomi warga melalui desa wisata