Desa Quran di Bogor, Warga yang Hafal 30 Juz Dapat Hadiah Umrah

Hardani Triyoga, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 3 menit

VIVA – 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan jadi keistimewaan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Di momen ini, kitab suci umat Islam Alquran diturunkan, dan terdapat keutamaan malam lailatul Qadar.

Suasana 10 hari terakhir ini amat terasa di Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Menyambut 10 hari terakhir berbagai kegiatan ditingkatkan dari mulai iktikaf di Masjid, sampai membaca Alquran di rumah masing-masing.

Salah satu tradisi unik adalah terdapat lokasi takjil yang gratis bagi warganya. Cukup dengan membaca ayat maupun surat dalam Alquran, warga bisa membawa takjil yang disediakan.

Bagi warga penghafal Alquran yang akan meminta setoran surat. Pun, nanti warga lain membaca surat yang dihafalnya secara berbeda setiap harinya.

Kegiatan ini menurut Kepala Desa Bantarsari, Lukmanul Hakim adalah bagian dari program desa Quran.

"Pertama kami menginformasikan ke warga ingin membumikan Alquran di bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Alquran. Dan, juga kami di desa mempunyai program menjadi desa Quran, salah satu di antaranya kegiatannya adalah kita memberikan takjil gratis," kata Lukmanul, Selasa 4 Mei 2021.

Pantauan VIVA, susana di jalan di desa itu mulai ramai dengan warga yang memburu takjil untuk berbuka puasa. Satu persatu warga mulai berdatangan mulai dari remaja hingga lansia menuju lokasi takjil di dekat kantor desa.

Di sana mereka langsung dites Shofiyyah Mubtadiatul Adalah, gadis 18 tahun yang merupakan hafizah Quran 30 juz. Bagi warga yang penghafal akan ditanya ayat dan surat hafalan. Sementara, sebagian warga lain membaca surat yang dihafalnya.

"Warga harus menyetorkan hafalan tadi ke pedagang. Pedangan ini yang merupakan hafizah Quran mengetes warga yang bisa membacakan ayat ataupun satu surat maka mereka tidak perlu membayar," tuturnya.

Takjil hafalan Quran ini dimulai hari 21 atau 10 hari terakhir Ramadhan. Syiar ini, lanjut Lukman, satu cara mengajak warga desa menyambut momentum Nuzulul Quran. Selain itu, berbarengan dengan Hari Pendidikan Nasional, untuk melahirkan generasi pelajar yang taat kepada Tuhan yang Maha Esa.

Kemudian, meningkatkan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai dasar negara.

"Ini bagian dari upaya yang kami lakukan agar kemudian Alquran bisa mejadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari. Nah ini juga bagian program kita ingin membumikan Alquran di desa bantarsari," katanya.

Lukman menceritakan Desa Quran berawal dari tekad Lukman pada 2016 silam. Waktu itu ia mencari dan melatih remaja di desanya menghafal dan menjadi seorang hafiz Quran.

Saat itu ia membuat sayembara, siapa yang bisa menghafal Quran secara keseluruhan 30 juz, maka akan dihadiahi umrah ke tanah suci Mekah dengan uang pribadinya.

Usaha Lukman pun tak sia-sia, seorang yatim remaja putri bernama Riska Rahmantika menjadi satu-satunya hafiz di desa itu. Di tahun yang sama, Lukman mendapat penghargaan desa terbaik dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dan dihadiahi umrah untuk dua orang.

Hadiah itu kemudian Lukman berikan kepada Riska untuk berangkat ke tanah suci mekah bersama istrinya, Silfiyani. Sejak 2016,setiap tahun desa ini memberangkatkan satu orang hafiz Quran untuk menunaikan umrah.

"Dan, ini juga yang kemudian menjadi desa Quran salah satunya kami mengumrahkan penghafal Alquran 30 juz setiap tahun. Saat ini sudah lima orang yang kita berangkatkan umrah," ujarnya.