Desa Tenun Silingkang masuk Destinasi Belanja Terpopuler API 2020

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 1 menit

Desa Silungkang di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, masuk nominasi peraih penghargaan Destinasi Belanja Terpopuler Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2020.

"Desa ini memang sejak dulu telah identik dengan tenun songket. Tidak salah bila masuk nominasi Destinasi Belanja Terpopuler API 2020," kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial di Padang, Sabtu.

Ia mengatakan di destinasi belanja tersebut wisatawan bisa mendapatkan berbagai jenis dan motif kerajinan tenun yang amat menarik hati.

Baca juga: Authentic Minangkabau incar Brand Pariwisata Terpopuler API 2020

Selain itu wisatawan juga bisa menyaksikan secara langsung teknik pembuatan songket dengan menggunakan peralatan tenun tradisional dari kayu. Atau sekadar berswafoto dengan latar belakang alat tenun yang mulai langka.

Menunjang pelestarian tenun dan songket itu, Pemkot Sawahlunto setiap tahun menggelar Sawahlunto International Songket Carnival (SiSCa). Namun pada 2020 salah satu event yang paling ditunggu di Sumbar itu tidak bisa dihelat karena situasi pandemi.

Pada 2015, event SiSCa memecahkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) kategori jumlah pemakai songket terbanyak mencapai 17.290 orang.

"Agar bisa menjadi Destinasi Belanja Terpopuler API 2020, perlu dukungan semua pihak untuk memberikan suara atau vote melalui beberapa cara yang disiapkan panitia," katanya.

Baca juga: Pandemi, perlu terobosan tingkatkan kinerja sektor pariwisata

"Vote" bisa diberikan melalui beberapa cara di antaranya melalui SMS Premium dengan mengetik keyword dan mengirim ke 99386. Dengan cara subscribe dan like video pariwisata di youtube channel APIaward. Lalu bisa juga dengan mengikuti akun Instagram @apiaward dan menlike gambar nominasi.

Kemudian bisa juga melalui web vote dengan membuka laman anugerahpesonaindonesia.com.

Novrial mengatakan kesempatan untuk "vote" masih dibuka hingga 31 Desember 2020. Ia berharap masyarakat Sumbar dan diaspora Minang di seluruh dunia bisa membantu agar minuman tradisional itu bisa menjadi jawara pada 2020.