Desa Wisata Jadi Andalan Bangkitkan Ekonomi Dikala Pandemi

Rochimawati, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVA – Indonesia memiliki beragam desa wisata yang tersebar di seluruh penjuru tanah air. Desa wisata pun menjadi incaran para wisatawan dalam beberapa waktu belakangan ini lantaran menawarkan pengalaman mulai dari kebudayaan, hingga kearifan lokal.

Desa wisata di tanah air sendiri saat ini menjadi salah satu program pengembangan kepariwisataan yang menjadi fokus pemerintah termasuk Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif. Pengembangan desa wisata menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dan berfokus pada tiga aspek, keberlanjutan, sosial, lingkungan dan ekonomi.

Pengembangan ini diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat tetapi juga dapat sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, memperkuat kearifan budaya lokal serta pelestarian lingkungan agar terciptanya desa wisata yang berkualitas dan bertanggung jawab untuk mewujudkan pengembangan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Untuk itu, Kementerian Pariwisata kembali menyelenggarakan kegiatan Anugerah Desa Wisata Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan desa wisata di Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing yang mampu mendorong pembangunan daerah, kesejahteraan masyarakat serta sebagai ajang promosi desa wisata kepada wisatawan domestik dan mancanegara.

Dengan mengangkat tema Indonesia Bangkit, Menteri Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berharap ajang ini dapat kembali membangkitkan perekonomian akibat pandemi COVID-19.

"Mendorong semua pelaku wisata dan pelaku industri kreatif untuk bisa menjadikan desa wisata mampu menopang perekonomian bangsa menjadi kuat dan bangkit kembali dari dampak COVID-19 yang dirasakan dampak ekonomi sosial kesejahteraan masyarakat desa," kata Sandiaga Uno yang dikutip dari YouTube Kemenparekraf, Jumat 30 April 2021.

Dijelaskan Sandi, anugerah ini diperuntukkan untuk semua masyarakat desa dan pelaku ekonomi kreatif yang bergerak dalam pengembangan desa wisata yang meliputi pengusaha industri ekraf, pengelola desa wisata, komunitas kreatif pecinta wisata desa dan para pihak yang berkecimpung dalam pengembangan desa wisata.

Selain itu, serangkaian acara diharapkan dapat menjadi tolak ukur untuk mengembangkan desa wisata berkualitas dan berkelanjutan, memberikan capaian pengembangan desa wisata secara berkelanjutan.

Anugerah ini juga diharapkan mampu jadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan berbagai potensi potensi desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik atau nantinya kepada wisatawan mancanegara. Serta mendorong daerah menciptakan desa wisata baru di daerahnya yang dapat membangkitkan perekonomian masyarakat.

Untuk diketahui, rangkaian acara dimulai dengan kegiatan launching pada Jumat 30 April 2021, dilanjutkan registrasi pelaku desa wisata di seluruh Indonesia melalui website resmi Jaringan Desa Wisata Jadesta.com. Dilanjutkan dengan kegiatan kurasi dan penilaian oleh juri dan ditentukan pemenang, dan acara puncak pada 7 desember 2021.

"Penilaian anugerah desa wisata didasarkan empat pilar pengembangan desa wisata yakni tata kelola, ekonomi lokal, budaya dan kelestarian lingkungan. Terdiri 7 kategori penilaian toilet, souvenir, desa digital, CHSE, diharapkan jadi tolak ukur pengelola desa wisata dan pelaku ekonomi kreatif di desa wisata untuk mengembangkan desa wisata agar berkualitas dan berkelanjutan," ujar Sandiaga Uno.