Desain Bangunan Jakarta Internasional Stadium dari Filosofi Ikat Kepala Betawi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Proyek PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Arry Wibowo mengatakan pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta Utara, desain bangunan utamanya dari filosofi ikat kepala khas Betawi, sedangkan desain bagian depannya memiliki lubang-lubang kecil dari filosofi ornamen Betawi yakni gigi balang.

"Ikat kepala khas Betawi itu bentuknya kain melingkar dan unik. Kami transformasikan dalam desain bangunan utama stadion, berupa kubah, seperti mangkok yang tidak terputus dan bentuk dasar lingkaran," kata Arry Wibowo dalam siaran langsung pada akun Instagramnya, Jakarta, Minggu malam (12/9/2021).

Menurut Arry Wibowo, sedangkan bagian depan bangunan yang ada lubang-lubang kecil diinspirasi dari ornamen Betawi gigi balang. "Kalau sering melihat ornamen Betawi gigi balang. Itu kami ambil untuk bagian dari perforasi fasad," katanya.

Arry menjelaskan, bagian muka bangunan atau fasad JIS akan memiliki perforasi yang dari jauh tampak membentuk seperti corak harimau. "Lubang-lubang itu juga stilasi dari filosofi ornamen gigi balang," katanya.

Namun, penggunaan lubang-lubang kecil atau perforasi pada desain JIS tak sekadar untuk estetika saja, tapi juga untuk memudahkan sirkulasi udara ke dalam bangunan stadion.

"Ini untuk pemenuhan green building, karena 50 persen dari komponen ini akan mengalirkan udara secara alami. Jadi udara akan masuk untuk mendinginkan, khususnya untuk area tribun," kata Arry.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

Ornamen Gigi Balang

Proyek pembangunan Jakarta International Stadium di Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)
Proyek pembangunan Jakarta International Stadium di Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)

Menurut dia, ornamen gigi balang akan diterapkan juga pada jalur penghubung atau akses pedestrian di sisi barat dan timur JIS dan beberapa desain plafon pada bagian dalam bangunan, seperti di ruangan media dan ruang konferensi pers.

"Di plafonnya, akan ada ornamen menyerupai gigi balang yang akan kami transformasikan dalam konsep interior," katanya yang dikutip dari Antara.

Menurut dia, semangatnya karena bangunan didirikan di Jakarta, maka desainnya ditransformasikan dari budaya lokal yaitu budaya Betawi. "Kami lakukan adopsi di bangunan JIS," kata Arry.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel