Desainer Cynthia Tan Bagikan 1000 Masker Gratis untuk Lawan Virus Corona

Fimela.com, Jakarta Penyebaran virus corona yang semakin masif membuat desainer lokal Indonesia mulai bergerak untuk membantu masyarakat. Menyadari bahwa ternyata banyak masyarakat yang membutuhkan masker. Sementara harga masker di pasaran sudah terlalu mahal dan susah didapat.

Salah satunya adalah Cynthia Tan, seorang desainer gaun pengantin berbakat, yang memutuskan untuk melakukan aksi kemanusian yang disebut "Bagi-Bagi 1000 Masker". Dihubungi melalui pesan singkat, Cynthia Tan menjelaskan bahwa aksi ini terinspirasi dari keberanian sang adik, dr. Reinetta Tanujaya, yang merupakan seorang dokter salah satu dokter di Rumah Sakit Australia. Sang adik, menjadi bagian dari garda terdepan dalam melawan virus corona di Australia.

Melihat bagaimana sang adik berjuang melawan virus corona secara langsung, Cynthia pun ingin ikut serta untuk menghentikan penyebaran virus dengan membagikan maskernya secara gratis. Bekerja sama dengan Special Textile, Cynthia Tan hingga kini masih terus memproduksi masker yang terbuat dari breathable cotton ini.

Breathable cotton ini dibuat menjadi lapisan depan masker. Sementara, lapisan dalamnya menggunakan bahan furing untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut. Meski bukan masker medis, namun masker kain ini bisa digunakan untuk menyaring udara dan debu.

 

Dibagikan secara gratis

Satu lagi, desainer Cynthia Tan yang memproduksi 1000 masker dan dibagikan secara gratis kepada mereka yang membutuhkan (Foto: Cynthia Tan)

Untuk membantu distribusi masker ini, Cynthia memberikan informasi melalui akun Instagramnya. Bagi yang membutuhkan, bisa menghubungi Cynthia melalui Instagram dan memberikan penjelasan kebutuhan masker yang diinginkan.

"Membaca DM dari mereka pun membuat saya sadar ternyata banyak di luar sana yang membutuhkan masker. Ada karyawan supermarket yang tidak bisa WFH karena tetap buka supermarket untuk kebutuhan pokok masyarakat. Ada petugas ATM yang langsung megang uang, ada panti jompo yang harus tetap berobat ke puskesmas, ada seorang ibu atau ayah dari keluarga sulit yang menjadi tulang punggung keluarga, ada dari petugas pembangunan LRT juga. Jadi ini profesi yang kadang tidak terpikir sama kita ternyata mereka juga membutuhkan masker," cerita Cynthia Tan ketika dihubungi melalui pesan singkat.

Dalam sehari, Cynthia bersama para penjahitnya bisa memproduksi 100-150 masker. Ia akan terus memproduksi masker ini hingga berjumlah 1000 dan langsung dibagikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

Sebelum masker ini dibuat, Cynthia terlebih dahulu berkonsultasi dengan sang adik. Dikarenakan masker yang dibuat adalah masker kain, sangat disarankan untuk dicuci sesering mungkin menggunakan suhu air yang tinggi. Sehingga semua virus dan bakteri bisa mati.

Setelah 1000 masker ini terpenuhi, nantinya Cynthia Tan akan memberlakukan subsidi silang untuk masker yang diproduksinya. Bagi mereka yang mampu, bisa mendapatkan masker ini dengan membelinya. Sehingga program ini bisa terus berjalan untuk memproduksi lebih banyak masker dan diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.

 

Simak video berikut ini

#changemaker