Desainer Jerman Dituding Menoleransi Aksi Pelecehan Seksual Terhadap Model

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang desainer asal Jerman secara terbuka meminta maaf. Permintaan maaf tersebut disampaikan lelaki bernama Wolfgang Joop setelah membuat pernyataan yang berujung tudingan bahwa ia 'menoleransi' pelecehan seksual terhadap model, The Times of London melaporkan, seperti dilansir dari laman Insider, Rabu (17/11/2021).

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di majalah Jerman Der Spiegel pada Jumat, 12 November 2021, pendiri jenama fesyen dan kecantikan Joop! mengatakan bahwa dia menangis setelah kematian Karl Lagerfeld. Kematian itu disebutnya mengakhiri periode di dunia mode ketika "semuanya bisa dibeli."

"Agen memberi pria kaya kunci kamar model yang tidak menghasilkan banyak uang. Dan jika seorang gadis mengeluh, dia diberi tahu, 'Kami selalu bisa melakukannya tanpamu'," kata desainer berusia 76 tahun itu.

Menurut The Times, ketika salah satu pewawancara mengomentari Joop bahwa "itu mengerikan," dia berkata, "Ya, tetapi dunia mode hanya benar-benar indah ketika ada juga dosa."

The Times melaporkan bahwa wawancara Joop dengan cepat menarik perhatian di media sosial. Beberapa pengguna Twitter menyebut komentar Joop "kasar dan misoginis" dan bahwa dia "merayakan prostitusi paksa."

Sementara itu, perwakilan untuk Wolfgang Joop tidak segera menanggapi permintaan komentar Insider. Sehubungan dengan kritik tersebut, Joop menerbitkan permintaan maaf yang sama di Instagram dan Facebook pada Minggu, 14 November 2021.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menepis Tudingan

Wolfgang Joop menyampaikan permintaan maafnya lewat Instagram/@wolfgang.joop/https://www.instagram.com/p/CWRXsgeN6Hn/Komarudin)
Wolfgang Joop menyampaikan permintaan maafnya lewat Instagram/@wolfgang.joop/https://www.instagram.com/p/CWRXsgeN6Hn/Komarudin)

Dalam pernyataan itu, dia mengatakan terjadi korupsi dan kesembronoan di ndustri mode tahun 70an dan 80an. Hal itu termasuk perlakuan tidak hormat dan kasar terhadap model.

"Pernyataan saya tentang dosa di dunia mode tidak sesuai konteks. Saya ingin meminta maaf dengan tulus untuk ini dan menekankan bahwa saya sangat menolak segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan dan kekerasan dulu dan sekarang," imbuh Joop.

Joop! adalah merek mewah Jerman yang didirikan di Hamburg pada 1986 dan pada 2020, memiliki 1.200 titik penjualan dan 12 toko waralaba lainnya di seluruh dunia. Merek tersebut sebelumnya menampilkan aktris Milla Jovovich sebagai wajah kampanye wewangian 2018, sementara perancangnya juga muncul di "Germany's Next Top Model" bersama Heidi Klum pada 2015.

Kasus Permintaan Maaf

Donatella Versace, desainer label mewah Versace asal Italia (AFP/Miguel Medina)
Donatella Versace, desainer label mewah Versace asal Italia (AFP/Miguel Medina)

Kasus permintaan maaf juga sempat dilakukan sejumlah brand mewah kepada warga China. Versace dan Coach menyatakan menarik produk mereka karena alasan kesalahan desain.

Donatella Versace meminta maaf telah membuat kaus yang idanggap menantang kebijakan Satu China. Pada desain kaus itu tertulis ibu kota Makau adalah Makau dan Hong Kong yang disebut ibu kota Hong Kong.

Donatella mengungkapkan, tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk tak menghargai kedaulatan Tiongkok. Secara personal, ia menyampaikan permintaan maaf atas ketidakakuratan dan kekacauan yang disebabkan desain kaus tersebut.

Infografis Penghasilan Tertinggi Model Dunia

Berikut model-model dunia dengan penghasilan tertinggi (liputan6.com/deisy)
Berikut model-model dunia dengan penghasilan tertinggi (liputan6.com/deisy)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel